Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Archive for the ‘Cermin’ Category

Waktunya injak rem.

index

Dulu   ketika negara api belum menyerang…. ketika demam batu akik melanda, bapak-bapak kompleks yang sempat keranjingan bebedilan, ikut juga ketularan.
Kalau mereka ngumpul di pos satpam, bukan lagi main tembak-tembakan atau ngebahas mau berburu kapan dan dimana, tapi semua sibuk sama batu. Bahkan ada yang sampai menjual senapannya buat beli batu.

Payahnya kegemaran batu ini seperti nggak pernah terpuaskan. Selalu ingin beli yang baru. Padahal di tangan kiri kanan hampir semua jari udah ada cincin batu akiknya. Alasannya, yang ini mah beda. Gapapa buat koleksi. Toh nantinya gampang dijual lagi.
Babeh juga sempat ketularan beli beberapa biji. Tapi karena belinya yang murah-murah jadi neng Nopi nggak protes. Dan sampai sekarang itu batu dan cincin juga nggak pernah dipake, karena babeh emang nggak suka pake cincin. Cincin kawin aja nggak pernah dipake.

(more…)

Lubang di Hati

12301143_1504222093206983_1379147694_n

 

Judul postingannya kayak judul lagunya Letto ya?

Tadi malam Sem, si sulung saya yang ganteng itu habis ikut prom night.
Iyaaa…. dia baru lulus SMA nih ceritanya…  uhukkk! Waktu beneran bagai terbang. Si anak kecil lucu nan bawel itu sekarang udah jadi pemuda harapan bangsa idaman calon mertua… uhukk lagi..!

13322168_10206434467760833_7561880204474920121_n

waktu wisuda minggu lalu…

 

Awalnya emak agak khawatir melepas dia pergi ke prom. Banyak dengar cerita jelek soalnya. Tapi dia kan sudah gede, sudah cukup tahu mana yang boleh dan mana yang dilarang. Dan saya rasa dia cukup bisa dipercaya.

(more…)

The Art of Giving (Kisah Melon dan Belimbing)

Alkisah ada dua orang yang bersahabat, katakanlah namanya Melon dan Belimbing (karena kalau Mawar dan Melati rasanya kok seperti korban perkosaan di koran). Bertahun-tahun putus kontak, akhirnya mereka bertemu kembali lewat jejaring sosial. Maka dirancanglah rencana pertemuan untuk melepas kangen.

Melon ingat bahwa Belimbing dulu adalah seorang teman yang murah hati. Tiap bertemu, selalu ada buah tangan yang dibawa Belimbing untuk Melon.
Maka kali ini Melon merencanakan untuk memberikan sesuatu juga untuk Belimbing. Apalagi ini adalah pertemuan pertama setelah beberapa tahun tak saling berkabar.

(more…)

Dont Rich People Difficult :)

Artinya : Jangan Kaya Orang Susah
*terus ditimpuk kamus

———————————————————————-

 
Pagi-pagi HP saya sudah ribut tang ting tung. Notfikasi dari wa. Rupanya teman-teman di grup lagi pada seru chatting.
Topik bahasannya adalah status seseorang di FB yang memang agak-agak bikin gatel.

Jadi status itu isinya mengeluhkan keadaan si penulis status yang “nggak punya”, yang nggak bisa seperti orang lain, yang banyak keterbatasan secara finansial.
Bukan cuma sekali rasanya dia menulis yang intinya adalah seperti itu. Beda-beda kalimat doang.
Lalu ada yang kasih info bahwa status seperti itu sengaja dia pasang untuk mengundang simpati dan belas kasihan orang.
Pernah kejadian ada seseorang yang baca statusnya trus memberi sesuatu sama dia. Eh, rupanya itu malah memicu dia jadi doyan mengumbar kesusahannya.

(more…)

Sesama egois dilarang saling tunjuk

Beberapa hari yang lalu, Neng Nopi pagi-pagi sudah bete.
Gimana nggak bete, kalau pas babeh mau ngeluarin mobil buat pergi kerja, ada mobil entah punya siapa yang parkir persis di seberang pintu pagar.
Memang di seberang sih, tapi jalan di depan rumah itu kan nggak lebar-lebar amat. Kalo dia nongkrong di situ, otomatis si Utun terhalang jalannya buat mundur dan jadinya nggak bisa keluar.

 

Lagi saya tengak-tengok ke rumah sebelah (siapa tahu itu mobil tamunya mereka), tau-tau satpam bilang mobil itu punya ibu-ibu yang lagi nganterin anaknya ke sekolah. Trus si satpam langsung nyamperin seorang ibu yang lagi asik ngobrol ketawa-ketiwi sama ibu-ibu lain di depan sekolah.
Habis diomongin satpam, baru deh itu ibu menuju mobilnya. Jalannya santai aja sambil mainin HP. Kayak nggak liat si babeh udah mulai mundurin si Utun.

(more…)

Sebuah garis di batu nisan

Babeh punya seorang teman. Dulunya dia karyawan di sebuah perusahaan. Setelah bertahun-tahun kerja, akhirnya dia memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Hanya bermodal nekat dia membeli beberapa mesin dengan pendanaan dari leasing. Cicilannya lumayan bikin engap, tapi dia bilang gapapa dia kerja mati-matian dua atau tiga tahun, tapi habis itu dia kan bisa lebih santai.

Alkisah, mesin itu akhirnya terlunasi. Tapi dia kemudian malah mikir, kalau tambah beberapa mesin lagi pasti usahanya makin berkembang. Memang akan capek lagi beberapa tahun untuk melunasi cicilan ke leasing, tapi habis itu dia tinggal menikmati hasilnya.
Lalu diapun mulai kerja lebih keras lagi. Menurut ceritanya sendiri sama si babeh, dia sudah di pabrik pagi-pagi. Kadang sampai jam 9 malam baru pulang. Kerja 6 hari seminggu. Tapi hari Minggu juga nggak bisa santai-santai. Harus bikin rencana produksi untuk seminggu ke depan, harus beresin ini lah itulah. Nggak bisa mengandalkan anak buah karena target yang harus dicapai cukup tinggi demi bisa melunasi cicilan leasing.
Keluarga dan anak-anak udah nggak sempat lagi diurusi. Tapi dia bilang ini kan hanya untuk beberapa tahun saja, setelah semua lunas, dia bisa punya waktu lebih banyak buat keluarganya.

(more…)

Meletakkan di tempat yang salah

Hari Sabtu kemarin nggak ada angin nggak ada hujan dan nggak ada pertanda sebelumnya, kulkas di rumah tiba-tiba mati.
Babeh langsung dong mengheningkan cipta beraksi. Bongkar-bongkar, kotak-katik. Tapi ujungnya nggak sukses. Katanya kompresornya yang mati. Sementara ganti kompresor itu nggak murah juga sodara-sodara. Hampir seharga kulkas baru…

Neng Nopi langsung bete. Apa lagi baru saja nyetok makanan. Dari mulai frozen food, bumbu siap tumis sampai buah-buahan. Terus gimana nasibnya semua makanan itu kalo kulkasnya mati.

Dan itu rasanya membuat lengkap semua masalah yang kita alami selama seminggu kemarin.
Babeh berkomentar, kok masalah barang tiba-tiba rusak begini selalu terjadinya pas kita lagi bokek ya.
Ya iyalah, Beh… namanya aja masalah. Kalo lagi punya duit mah jelas bukan masalah atuh. Kulkas rusak ya tinggal beli aja kulkas baru pan beres.

(more…)

Mel dan Luh

Saat capek dengan kerjaan yang bertumpuk-tumpuk nggak ada habisnya, bos yang nggak bisa menghargai, rekan kerja yang rese, customer yang banyak maunya…
Apa yang biasa kita lakukan?
Mel dan Luh……. mengomel dan mengeluh….
Padahal harusnya bersyukur karena itu berarti kita masih punya pekerjaan dan punya penghasilan.
Pernah gak terpikir kalau suatu saat Tuhan jemu dengan omelan kita trus dia “meringankan” beban kita dengan cara mengambil pekerjaan kita?

(more…)

Tentang Waktu

“Coba ya, satu hari itu jangan cuma 24 jam. 36 jam atau 40 jam kalo perlu…..”
Saya pernah ngomong  begitu sama babeh waktu merasa kelabakan dengan volume kerjaan yang banyak sementara waktu rasanya berjalan cepat banget.
Rasanya baru sebentar nguprek di dapur, tahu-tahu sudah jam 11 lagi. Belum nyuci, beberes dan berbagai urusan domestik lainnya. Jangan tanya urusan kerjaan mah. Saya sampai harus merelakan sebagian jam tidur demi bisa menyelesaikan kerjaan dengan tenang. Dan tetep aja masih keteteran…………

Kata babeh, “Percuma. Biar dikasih waktu 40 jam atau 50 jam juga tetep bakal terasa kurang. Waktu itu kayak duit, nggak kenal kata cukup. Begitu dikasih lebih, yang tadinya “nggak wajib” bisa berubah jadi “wajib”. Ujungnya tetep aja kurang kan?”
Ih, babeh lagi kumat bijaknya………… Jadi kagum deh…. *dikeplak babeh

(more…)

Saatnya mengingat mereka

Dulu pernah ada orang yang bilang sama saya, kalau cari suami pilihlah laki-laki yang sayang sama ibunya karena dia pasti akan sayang juga sama istrinya. Karena kalau ada orang yang nggak bisa sayang dan hormat sama ibunya atau ayahnya, mustahil dia bisa sayang dan hormat pada orang lain.

 

Waktu seorang anak lahir, Tuhan memberinya hadiah pertama berupa sepasang orangtua untuk merawat, memberinya kasih sayang dan menolongnya untuk bertumbuh.
Iyaaaa…. saya tahu, banyak juga orangtua yang bersikap tidak sepatutnya pada anaknya. Ada orangtua yang mengabaikan anaknya. Ada orangtua yang melakukan kekerasan fisik pada anaknya. Bahkan ada orangtua yang tega membuang anaknya……..
Tapi karena saya selalu percaya bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan setiap orang adalah dengan suatu maksud tertentu dari Tuhan, maka seperti apapun orangtua, mereka tetap adalah hadiah dari Tuhan untuk seorang anak. Mengenai kenapa beberapa orang tertentu mendapatkan hadiah berupa orangtua yang “tidak baik”, saya tidak mau berkomentar karena saya tidak mengerti apa skenario besar Tuhan di balik itu.

(more…)

Tag Cloud