Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Ada apa dengan Juni?

Neng Nopi lagi baper….

Kolaborasi antara kurang jajan, kurang piknik dan kurang tatih tayang menghasilkan emosi yang naik turun naik turun kayak odong-odong. Tambah lagi tukang gehu langganan lagi libur jualan karena puasa… makin menjadi-jadi deh. (Fyi, neng Nopi suka kumat sarapnya kalau kelamaan nggak ketemu si mamang gorengan… 😀 )
Lihat orang pamer belanjaan di sosmed langsung mikir nyinyir, kok belanja melulu gak habis habis sih duitnya..
Dengar teman baru naik pangkat dan naik gaji terus sirik, kerja melulu.. keluarga tuh diurusin….
Baca berita ini itu bawaannya esmosiiii aja. Rasanya semua yang dilihat, semua yang didengar salah melulu.

Habis di dunia maya, balik ke dunia nyata dan menghadapi tumpukan tagihan telepon, spp, uang buku anak-anak, uang adm sekolah buat semester depan, sampai tagihan keamanan RT dan THR satpam sementara kerjaan lagi agak kurang…. makin baper deh.
Omelan dan keluh kesahnya sudah sepanjang aliran sungai cikapundung.
Bulan Juni ini memang selalu jadi bulan dengan pengeluaran terbanyak sepanjang tahun. Menjelang tahun ajaran baru. Apalagi sekarang berbarengan dengan puasa dan lebaran dimana harga-harga meroket.
Makanya saya nggak suka bulan Juni. Bisa nggak sih habis bulan Mei itu nggak usah pake Juni langsung aja ke Juli atau ke Agustus sekalian.
Issshhh… beneran deh neng Nopi ini layak digetok…. Babeh nggak ulang tahun dong kalo nggak ada bulan Juni…

 

Dan akhirnya memang saya digetok juga sama Tuhan…

 

Tiba-tiba dapat whatsap dari seorang teman. Beritanya lumayan bikin kaget, “Ci, gw mau cerai…”
Et dah…. saya yang lagi pucing pala tiba-tiba melotot. Si teman lalu menyambung dengan curhat tentang keadaan rumah tangganya selama ini. Suaminya ternyata sudah punya istri lagi. Dan menurut dia, ini bukan pertama kalinya. Sepanjang usia pernikahan mereka ada sederet perempuan yang menyelip di antara dia dan suaminya. Iya, suaminya ternyata tukang selingkuh. Kali ini bagi dia sudah puncaknya. Capek memaafkan berulang kali akhirnya dia putuskan menggugat cerai.
Dan saya sampai cengo. Saya kenal dia sudah cukup lama sebetulnya, sejak jaman masih imut unyu sampai sekarang sudah ndut unyu. Saya pikir dia bahagia. Dia punya pekerjaan yang cukup baik, anak-anak yang manis, materi yang berlebih. Ternyata dibalik senyumnya dia menyimpan sedih.
Dia bilang, “Gue tahu, Ci. Gue lagi diuji. Tapi ujiannya kok berat banget sih. Gue hampir nggak kuat.”

Obrolan panjang via whatsap itu ibarat getokan keras buat saya. Seperti diingatkan lagi tentang ujian-ujian yang harus dihadapi tiap orang dalam hidupnya.
Teman saya itu mungkin memang sedang diuji. Sama juga seperti saya. Cuma materi ujiannya yang beda.
Karena ujian dari Tuhan itu nggak seperti Ujian Nasional yang soalnya sama semua. Atau kalaupun soalnya beda tapi bobot kesulitannya sama. Ujian yang harus dihadapi tiap orang dalam hidupnya tergantung mata pelajaran apa yang belum dia kuasai.
Macam neng Nopi yang ujiannya bolak-balik terus di urusan duit. Itu artinya saya masih belum lulus juga pelajaran tentang jangan kuatir dan hidup bergantung sama Tuhan.

 

Tapi kalau dipikir-pikir, ujian saya itu mungkin termasuk ujian yang bobotnya paling ringan atau paling gampang dibanding ujian lain.
Bandingkan dengan ujian teman saya itu yang rumah tangganya terancam bubar. Bandingkan dengan orang-orang yang lagi kena penyakit berat. Bandingkan dengan tetangga satu blok saya yang stress karena anaknya kena narkoba bahkan sudah diciduk polisi. Bandingkan dengan orang yang harus terpisah dengan orang yang dicintai karena kematian.
Itu semua ujian kelas berat kan? Lah saya ini dodol amat, baru dapat soal yang gampang aja sudah mengeluh banyak.

 

Jadi ingat lagi dulu waktu saya lagi dalam kondisi down seperti sekarang, Tuhan juga pernah mengingatkan saya lewat curhatan seorang teman yang berbeda tapi masalahnya sama. Suami yang nggak setia.
Waktu itu sih saya sudah “insap”. Tapi ternyata sekarang kumat lagi. Apa mungkin penyakit kurang bersyukur saya ini kumatnya setiap bulan Juni ya?
Ada apa sebetulnya dengan bulan Juni?

 

Akhirnya sambil mandangin si babeh yang lagi ketiduran di sofa karena kecapean habis kerja, saya berusaha melihat kembali hal-hal yang baik yang sudah Tuhan kasih buat saya selama ini.
Suami yang setia, anak-anak yang baik, kesehatan, punya teman-teman yang menyenangkan, semua kebutuhan yang selalu tercukupi pada waktunya….
Kalau teman-teman muslim saya bilangnya , “So which of the favors of your Lord would you deny?”

 

thank-you-god-for-blessing-me-much-more-than-i-deserve-quote-1

 

Bersyukur masih digetok Tuhan, tandanya saya masih disayang.

 

Dan untuk si teman yang sedang “ujian”… stay strong. Doa yang terbaik saya panjatkan untukmu.

 

 

** Baru selesai ngetik ini ada motor berhenti di luar. Kirain kiriman parcel lebaran, gak tahunya petugas RT nganterin tagihan PBB.
*** Tepok jidat…… jidat si babeh tentu saja.
**** Soal ujian baru sudah datang. Semoga bisa diselesaikan dengan bahagia.

 

 

11240328_412510432253914_1549722293_n

 

 

 

Advertisements

Comments on: "Ada apa dengan Juni?" (6)

  1. Hallow jeng nopiiii *dadahdadah*
    Karokean yuuuuk *makinpucingpalajengnopi* 😆

  2. semangat teh nopi

  3. yang penting harus selalu bersyukur yaaa

  4. “Ci, gw mau cerai…”
    Aduh … kelihatannya enteng banget … tapi saya yakin ini tidak seringan sms …
    Semoga didapat solusi yang terbaik … untuk semuanya

    salam saya

  5. Sedih baca cerita temennya
    Tapi ya memang sih, setiap orang punya ujian hidup masing2
    Semoga kita semua diberi kekuatan yang berakhir bahagia ya jeng Nopi

  6. Cik nopiiiii… I miss you , pke bangeeeet!! Mudah muah… Duh puluhan tahun keknya ya ga saling nongol. Hu hu…
    Pa kabar???? Aku punya baby baru udah tahu belom?

    Pe er deh ntar bacain postingan yg pada kelewatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: