Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Ini cerita tentang imlek kemarin. Buru-buru diposting sebelum keburu basi.

 

Seperti pernah saya ceritakan, di Tasik kami tinggal bersama 3 keluarga. Ada mama saya, ada tante-tante saya juga bersama keluarganya.
Setelah generasi kedua alias anak-anak berpencar, di rumah itu tinggal 4 lansia dan adik saya saja.
Kesibukan membuat saya dan adik-adik sepupu jarang bertemu setelah masing-masing punya keluarga sendiri. Kalau saya pas pulang, adik-adik nggak bisa pulang. Giliran mereka pulang, saya yang nggak bisa ikutan mudik.
Sementara para orangtua semakin sepuh, sudah mulai digerogoti macam-macam penyakit (puji Tuhan Mama saya sampai saat ini bisa dibilang yang paling sehat, masih kuat bolak-balik tasik bandung di usia 74 sekarang).

 

Beberapa waktu sebelum imlek, tante saya yang paling tua bilang dia punya keinginan kumpul bersama seluruh anak-anak dan cucu-cucu. Katanya mumpung dia masih bisa lihat.
Nggak tega rasanya untuk nggak memenuhi permintaan seperti itu.

Akhirnya imlek kemarin pulanglah kami semua. Meskipun untuk saya perjuangan banget untuk bisa pulang itu. Bukan cuma menembus banjir dan macet parah di Rancaekek, tapi jujur saja, bulan ini bokek kembali melanda….. Banyak pengeluaran tak terduga bulan sebelumnya sementara pekerjaan masih banyak yang menggantung.

Kalau cuma buat ongkos PP mah ada lah, tapi ini kan imlek… saya harus nyiapin angpaw juga untuk ponakan-ponakan dan cucu-cucu ponakan yang seabreg (salahin babeh yang punya ponakan banyak banget).
Kalau nyolek uang tabungan rasanya kok nggak rela ya. Soalnya tabungan sedikit itu kan untuk keadaan yang kepepeeeet banget.

 

Tadinya sudah pasrah dan sudah menyiapkan seribu satu alasan kalau sampai terpaksa saya nggak bisa pulang.
Ternyata lagi-lagi Tuhan menunjukkan sama saya kalau Dia bisa memberikan sesuatu yang bahkan nggak pernah terpikir oleh saya.

 

Jadi ceritanya, babeh lagi ngereparasi mesin di satu pabrik. Udah berminggu-minggu dikerjain tapi penyakitnya nggak ketemu.
Hari Senin sebelum imlek itu, untuk kesekian kalinya babeh datang lagi ke pabrik itu. Nggak lama dia telepon ke rumah dengan kabar mengagetkan……
katanya waktu hari Sabtu orang pabrik iseng nyoba ngejalanin itu mesin. Eh, kok ternyata bisa jalan. Dan sampai hari Senin itu jalan terus nggak ngadat lagi.
Orang pabrik itu bingung, babeh juga bingung. Kok bisaaaa???

Kebetulan?
Saya rasa bukan.
Sudah berminggu-minggu mesin itu dicoba untuk jalan, paling jalan beberapa jam habis itu mati lagi. Dan penyakitnya nggak ketahuan.
Yang saya percaya, ini adalah campur tangan Tuhan. Seakan Tuhan mau menunjukkan bahwa Dia nggak pernah kehabisan cara untuk menolong saya.
Setiap kali saya mengalami kesulitan, pertolongan Tuhan itu nggak pernah datang dengan cara yang sama. Kalau mau ngomong, Dia memang super duper kreatif…. makanya sekali lagi saya bilang, dodol banget kalau kita yang otaknya cuma seuprit ini mau berusaha ngatur atau membatasi Tuhan.
Malah justru karena caraNya yang nggak pernah terduga itu, syukur yang saya rasakan tiap kali mengalami jadi berlipat-lipat.

 

Gara-gara mesin itu jalan, babeh jadi bisa nagih. Dan kita akhirnya bisa mudik dengan hati lega. Bisa memenuhi permintaan tante saya untuk kumpul satu keluarga besar.

IMG-20150219-WA0002

17 orang dari 3 generasi. Dari umur 76 tahun sampai 8 bulan. Kumpul di satu rumah. Jangan tanya kayak apa hebohnya

collage_20150220111040542

Ponakan-ponakan kecil yang unyu

 

 

Dan setelah dua hari bersama, setelah imlek usai, setelah semua makanan habis dicapluk dan angpaw-angpaw habis dibagikan….. saatnya untuk pulang ke tempat masing-masing.
Menunggu saat entah kapan bisa kumpul seperti ini lagi….

Disitu kadang saya merasa sedih….. 😦

 

 

Advertisements

Comments on: "Tentang Imlek dan Seribu Satu Jalan Tuhan" (20)

  1. Selamat hari raya imlek.. 🙂

  2. bener.. emang jalan Tuhan ya… 🙂
    gong xi fa cai ya!

  3. Hohoho…. *dateng2 nagih angpao* eh klo udah merit kan ga dpt angpao lg ya?

  4. Ngumpul bareng keluarga memang saat2 membahagiakan dan ga bisa dibayar ama apapun ya teh…

  5. Teh Noviii. Selamat tahun baru ya. Gong Xi Fat Cai ya (maafkan kalo salah ejaan).
    Terharuu baca ceritanya Teh. MEmang campur tangan Tuhan ya Teh.

    Btw itu pas banget penutupnya. Semoga masih akan bisa sering berkumpul ya Teh.

  6. Gong Xi Fa Cai Teh Novi 🙂

  7. Ada banyak pintu menuju Tuhan
    Selamat Imlek 🙂

  8. bacanya tah dari kapan tapi bisa komen skarang ahahaha soalnya bacanya biasanya di jalan dan dari hape ya paling gatel dilike aja.
    Aku selaluuuu senang baca yang beginii. ini bener-bener ngingetin lagi dan lagi dan lagii. Meski udah ngalamin berkali-kali, lupanya gampang dan si kuatir langsung datang bener-bener pencuri benih ya ihihihi.
    Itu Semsem mukanya coolkas banget sih di foto rame-rame, yang tua eh yang dewasa aja udah heboh dia cuma senyum dikulum huahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: