Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Rauwisuwis

Akhir tahun 96, kota kecil kami Tasikmalaya tiba-tiba membara oleh kerusuhan rasial. Penyebabnya gak jelas dan gak masuk akal… tapi toh terjadi juga.
Masa yang entah dari mana datangnya tiba-tiba saja mengamuk di tengah kota. Timpuk-timpukan, jarah-jarahan dan akhirnya bakar-bakaran….

Saya nggak akan pernah lupa seperti apa rasanya malam itu ketika saya berjalan kaki pulang diantar seorang sopir kantor. Kiri-kanan saya bangunan dan toko-toko yang dibakar masa masih menyala. Teriakan-teriakan rasis masih terdengar di sana-sini. Kaki saya gemetar sampai berjalan pun rasanya tidak menapak di tanah. Segala macam doa mohon keselamatan saya panjatkan tak putus-putus. Ini mirip adegan-adegan yang suka saya lihat di film… tapi kali ini nyata…. dan apesnya saya sendiri yang mengalami….
Gak ada angkutan kota, gak ada becak, padahal rumah saya lumayan jauh dan harus melewati jalan-jalan yang “berbahaya”. Gak kebayang kalo saat itu sampai berpapasan dengan para penjarah…. hiiiiiii…. ngeri banget…

Tapi pada saat seperti itu Tuhan mengirim malaikat berwujud seorang bapak yang gak saya kenal. Dia meminjamkan mobilnya begitu saja untuk nganterin saya pulang tanpa mikir gimana kalo mobilnya hilang atau kenapa-kenapa….. Padahal dia sama sekali gak kenal saya. Cuma kebetulan dia melihat saya lewat ketika dia sedang berdiri menonton kebakaran dari depan rumahnya. Dan hatinya yang baik langsung tersentuh. Bayangkan dalam kondisi kacau begitu, seandainya saya minta tolong sama saudara sekalipun, belum tentu mereka mau merelakan mobilnya buat saya pakai.

 

Kenapa sekarang saya kok buka-buka lagi cerita lama…. soalnya saya lagi galaw melow kacaw suracaw melihat apa yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Segala macam berita kok sekarang selalu disangkut-sangkutkan sama SARA.  Mana berita yang beredar itu buanyaak banget dan gak jelas lagi mana yang bener dan mana yang cuma hoahmmm…. eh, hoax….
Pokoknya asal ada berita negatif, langsung di share kemana-mana… komentari seramai mungkin sambil gak lupa bawa-bawa itu si SARA.
Dan saya cuma bisa meringis sambil mikir… maunya apa sih orang-orang ini? Sudah pada lupa pelajaran PMP ya (uhukkk… ketauan deh seangkatan hayam wuruk…) Katanya Bhinneka tunggal ika… katanya pancasila… Apa perlu semua warga negara dikasih penataran P4 pola 100 jam lagi kayak jaman dulu biar gak pada ngaco lagi…

 

Beberapa waktu sebelum pilpres, saya ditelepon seorang teman. Dia bilang anak perempuannya dikirim sementara ke luar negeri sampai keadaan di sini dirasa cukup aman. Katanya takut kalo sampai terjadi kerusuhan macam di Jakarta tahun 98 itu. Trus dia tanya apa saya juga ada rencana “mengamankan” anak-anak saya. Dan saya cuma bisa menanggapi dengan ketawa miris. Lah iya… anaknya mah sudah gede, sudah selesai kuliah. Jadi dikirim ke luar negeri juga nggak ada masalah. Gimana ceritanya sama anak saya yang masih piyik-piyik……

Jadinya sepanjang pilpres yang ternyata disambung sama ricuh dan riweuh sampai sekarang itu, saya cuma bisa bolak-balik doa supaya damai tetap tercipta di Indonesia. Supaya Tuhan ngademin hati dan pikiran orang-orang biar nggak gampang terhasut.

 

Tapi deg-degan saya ini kok rasanya rauwisuwis ya…. setelah hari pemilihan, setelah pengumuman KPU, sekarang masih harus tegang nunggu keputusan MK. Habis itu apa lagi?
Dibonusin juga sama berita Israel Palestina, soal ISIS, tambah lagi soal-soal biasa yang sebetulnya gak ada hubungan sama agama tapi terus dihubung-hubungkan, dibumbuin, tinggal disulut dan jedeerrrrr…. meledak….
Jadi kapan saya bisa merasa tenang? Tiap mendengar ada pengerahan masa, saya udah sentres aja bawaannya. Sempat sampai gak mau buka situs-situs berita saking sebel baca segala berita yang mengintimidasi…. Eh, masih ada aja yang nge-share berita itu di FB…. Gak buka FB pun, ada juga yang ngebahas di blog…. duh emaaaakkkk…..!!  *banting modem tetangga

Resiko jadi warga minoritas ya mungkin memang begini. Selalu harus merasa waswas.

 

Mohon maaf, dengan segala hormat…. saya nggak bermaksud gebyah uyah atau menggeneralisir.
Bagaimanapun saya yakin, masih banyak orang baik yang hatinya masih bersih, jiwanya mulia dan pikirannya waras. Gak peduli ada di golongan mana dia. Sama kayak si bapak malaikat yang minjemin mobil buat saya itu, atau si ibu malaikat yang ngasih ijin saya numpang di rumahnya waktu saya kabur dari kantor yang dibakar, atau si sopir malaikat yang rela nganterin saya pulang jalan kaki biarpun kakinya sendiri baru dijahit karena kena pecahan kaca.
Iya, malaikat seperti itu bisa ada dimana-mana….. Baru akan terlihat ketika kita sedang benar-benar butuh pertolongan.

 

Saya hanya berharap, apa yang pernah saya alami nggak sampai terulang lagi.

Maka dari hati yang terdalam…. Mari berdoa untuk Indonesia……

Semoga diberkati tanah air tempat kita hidup
Semoga diberkati para pemimpinnya
Semoga diberkati seluruh rakyatnya
Semoga damai dan selalu damai

 

 

 

 

Advertisements

Comments on: "Rauwisuwis" (14)

  1. Semoga kondisi Indonesia aman2 aja… tdk terjadi hal ygmengkhawatirkan sprt thn2 sebelumnya. da ngadaregdeg oge sayah

    • Iya, Teh…. saking degdegan dibareng penasaran saya jadi rajin nontonin sidang MK…
      Eh, eta mah gara-gara si ganteng tea ketang….. hihihi….

  2. Iya pas kerusuhan 98 dulu juga ngeri banget. Moga2 Indonesia aman aman ya…

  3. Iya mbak, saya juga ngeri, kemarin waktu pengumuman pilpres kantor sampe pulang cepet, takut rusuh. yang di ig nophi yee itu akun mbak nopi ya ?? saya follow yaa 😀

  4. *ambil pelajaran si bapak malaikat itu. Yang kuasa maha tahu hambany yang sedang butuh pertolongan.

    amin semua baik baik ajah.

  5. serem ya, aku takut banget rusuh2 gitu

  6. pingkanrizkiarto said:

    tadi waktu di mobil, di radio ada yg nyanyiin lagu “Indonesia Pusaka”,dan aku jadi merinding…. semoga Indonesia tetap terjaga, aamiiiin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: