Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

9

wajah yang selalu tersenyum…

 

Beberapa hari ini saya nggak sempat buka-buka internet. Batuk pilek lagi melanda seisi rumah termasuk saya juga. Kepala cenat-cenut bikin malas nengokin laptop.
Baru hari ini saya buka lagi WP dan langsung terhenyak kaget dengan postingan teh Icho tentang Bunda Julie. Tanpa menunggu saya langsung buka blog beliau dan di sana berita duka itu terpampang, ditulis oleh putra beliau, mas Haryadi.
Inikah sebabnya dua hari belakangan saya terus saja ingat beliau. Bahkan waktu ibadah hari Minggu, saya sempat berdoa khusus untuk beliau tanpa tahu bahwa saat itu sebetulnya beliau sudah berpulang…….

 

Dulu ketika salah seorang blogger Multiply yaitu Nita berpulang, saya juga merasa sangat sedih. Tapi nggak sampai sesedih sekarang yang bikin air mata saya menetes terus sepanjang saya membaca tulisan mas Yadi.
Bunda Julie adalah sahabat maya yang buat saya sangat istimewa. Kehangatannya rasanya belum bisa tertandingi oleh blogger manapun yang saya kenal selama ini. Padahal kami belum sempat bertemu.

 

 

Saya masih ingat tahun 2010 di masa-masa awal saya ngeblog di Multiply, saya menemukan blog beliau yang langsung menarik perhatian saya. Awalnya karena ID Bundel yang beliau pakai dan HSnya yang saya anggap mirip dengan salah seorang guru saya. Sampai-sampai saya mereka-reka sendiri apakah Bundel itu singkatan dari Bunda Ely, nama guru saya tersebut. Tapi ternyata bukan.
Dan kemudian saya nggak bisa berhenti membaca karena tulisan-tulisan beliau menarik sekali. Saya sampai buka-buka postingannya sampai jauh ke belakang. Tapi waktu itu saya nggak berani komen apapun. Saya lihat blognya beliau ini cukup ramai. Kontaknya ratusan. Dan saya selalu takut duluan kalau mau menyapa seorang blogger yang sudah banyak kontaknya.
Nggak tahunya jejak HS saya terlihat oleh Bunda dan beliau langsung berkunjung balik dan meninggalkan pesan di Guest Book saya.

 

1

 

 

Saya sampai maluuu banget waktu itu. Merasa kayak maling yang ketangkap basah.
Tapi Bunda ternyata sosok yang ramah dan malah menawarkan pertemanan.

3

 

 

Setelahnya boleh dibilang nggak ada satupun postingan saya yang lewat dari komen beliau. Komennya selalu bernada canda dan sering saya balas dengan canda pula. Nggak jarang beliau pakai bahasa sunda

7

 

 

5

 

 

 

Kehangatannya dapat terlihat dari cara beliau memanggil saya dengan nama kecil saya, Cipi (Bunda selalu menulisnya dengan Cikpie). Buat saya panggilan istimewa ini membuat Bunda semakin lekat di hati saya, karena hanya keluarga saya dan sahabat terdekat yang memanggil saya dengan nama itu.
Bunda juga selalu menyebut saya “warga DU35” yang merujuk pada universitas tempat kami menuntut ilmu dulu.
Waktu mas Andri wisuda di DU35, saya ingin sekali datang untuk bertemu muka dengan Bunda. Tapi lagi-lagi terhalang sesuatu (saya lupa waktu itu apa yang bikin saya urung datang). Tapi dalam postingannya tentang acara wisuda itu, Bunda nggak lupa menyebut lagi nama saya sebagai warga DU35 selain juga Teh Efin dan Mas Tian.

 

Bunda juga orang yang sangat perhatian. Ketika saya bermasalah dengan si belekok yang menipu keluarga saya (teman-teman MP mungkin masih ada yang ingat cerita ini), Bunda berkali-kali menanyakan perkembangan kasusnya lewat PM.
Saya jadi banyak curhat panjang lebar dan Bunda selalu menanggapi dengan sabar.

4

 

 

Kisah-kisahnya selalu inspiratif. Melalui ceritanya saya jadi tahu tentang negara-negara di luar sana yang selama ini jadi mimpi saya. Termasuk Austria. Ceritanya begitu hidup sampai rasanya saya bisa membayangkan dengan jelas segala tempat yang beliau ceritakan
Salah satu cerita bersambungnya yang waktu itu saya anggap seru adalah mengenai hal-hal jadul. Mulai dari jajanan, buku-buku, lagu-lagu.
Dan saya sampai kagum karena Bunda punya ingatan sangat kuat dan detil tentang segala sesuatu.
Belum lagi cerpen-cerpen dan puisinya yang tertulis di blog beliau yang lain Jandra22. Banyak yang mengusulkan agar tulisan-tulisan itu dikirim ke penerbit, tapi Bunda selalu merendah dan bilang tulisannya bukan apa-apa. Padahal saya dulu selalu menunggu saat terbit sambungan cerita “Elizabeth Millar”, “Siti” dan sampai “Titik Balik” (novelet terakhir sebelum MP bubar jalan).
Favorit saya selamanya adalah serial “Si Bebek Jelek” yang berkisah tentang putranya Andri. Mata saya sampai basah karena meraba cinta yang sangat dalam tertuang lewat setiap kata dalam kisah itu. Saya langsung mengirim PM setelah membaca itu dan menyatakan kekaguman saya. Siapa nyana PM saya kata beliau malah mengingatkan kembali pada kepahitan hidup yang sedang berusaha beliau lupakan. Tapi Bunda nggak marah, malah menyemangati saya untuk membuat kisah tentang anak-anak saya yang katanya kelak akan jadi kado paling indah buat mereka
Tuh kan…. mengingat ini saya bikin air mata saya netes lagi….. *cari tisu

 

10

 

 

Multiply bubar jalan dan saya migrasi ke WP sementara Bunda malah pindah ke BS. Saya jadi jarang komen karena agak ribet harus ngisi-ngisi verifikasi segala macem. Tapi Bunda masih saja rajin komen di setiap postingan saya. Bahkan paling rajin komen kalau menurut catatan stats

 

8

 

 
 
Sekarang sosok luar biasa itu sudah tak ada lagi. Yang Empunya sudah memanggilnya pulang setelah masa sakit yang begitu panjang.
Salut lagi karena hingga saat terakhir ketika sudah berbaring tak berdaya di RS, cerita-ceritanya masih juga muncul secara rutin. Yang katanya dibantu mengetik oleh putra-putranya. Semangat berbagi sampai akhir…….
Yang saya tahu tulisannya sudah menginspirasi banyak orang. Menyemangati banyak jiwa. Mengingatkan bahwa selalu ada kebaikan di setiap musibah yang dialami. Selalu ada yang patut disyukuri dalam keadaan sejelek apapun

 

Bundaku sayang…… hidup mungkin terasa tak adil bagimu. Tapi percayalah, mata Tuhan selalu melihat. Nggak ada satupun yang sia-sia dari semua perjuanganmu. Lihat putra-putramu yang begitu luar biasa. Lihat sahabat-sahabat yang begitu sayang padamu. Dan kau memang layak untuk itu semua.
Beristirahatlah dengan damai sekarang. Di sana kuyakin tak ada lagi sakit dan derita.
Ijinkan saya mengenangmu sebagai sahabat yang paling istimewa…..

Teriring berjuta cinta
Cipi

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Comments on: "“Bundel” yang saya kenal….." (26)

  1. Oh ini toh, mbak Julie, daku baru ngeh setelah liat HS MP beliau disini, walau bukan kontak daku, tapi blog almarhumah di BS sangat luar biasa menceritakan sebuah perjuangan takdir dengan positip hingga saat terakhir. Salut.

  2. saya hanya sekali bertemu dengan Bunda Julie, dari situ bisa terasa aura yang menentramkan dari beliau.. ayem rasanya teh..

  3. ngarambai cimata deui euy…gara2 Bunda Julie suka komen pake Bhs Sunda juga saya jadi kudu belajar bhs sunda halus hahahha..gak enak kalau bhs sundanya gak genah 🙂

  4. bunda… 🙂

  5. blognya masih ada yaa Nov?

  6. selamat jalan mbakyuku.. rest in paradise..
    iya tehnovi.. ku udah berapa kali ya ketemu mbakjulie, aura keibuannya sangat kental.. mo panggil ibu dan bunda dimarahin.. llaaahhh.. 😦
    pelukpeluk tehnovi..

    • Aku panggil Bunda karena tadinya kukira usianya jauh di atasku. Ternyata nggak jauh-jauh banget ya sebetulnya.
      Tapi aku nggak diprotes tuh panggil beliau Bunda. Malah aku kadang merasa kayak anak bandel yang suka ngisengin Bundanya. Habis beliau kalo komen bercanda melulu….

  7. Ikut berduka cita. Aku belum pernah main ke blog beliau, sih teh. Btw, sakit apa ya beliau, Teh?

  8. Ternyata ada yang masih nyimpen semua komentar bunda. Senang sekali rasanya. Terima kasih banyak atas postingan ini. 😀

    • Saya juga berterimakasih karena mas Haryadi pernah memperkenalkan Bunda pada Multiply. Kalo nggak begitu mungkin saya dan teman-teman Mpers nggak akan pernah berkenalan dengan beliau.

  9. Turut berduka cita ya Mba Novi. Saya belum ada kesempatan mengenal beliau.

  10. Turut berduka cita ya mbak Novi,
    gw belum sempat juga ngenal beliau.. sungguh ramah sekali beliau sebagai seorang Blogger. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: