Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Bahasa Cinta Ala Sponge Bob

sbFilm kartun Sponge Bob adalah salah satu yang lulus dari sensor saya untuk tontonan anak-anak. Biarpun kadang agak konyol, tapi menurut saya film ini mengandung lumayan banyak pesan moral.

 

Hari Minggu sore kemarin, saya nemenin Daniel nonton kartun Sponge Bob yang diputar di salah satu stasiun TV.
Kali ini ceritanya tentang kontes binatang peliharaan di Bikini Bottom. Sponge Bob tentu saja tidak mau ketinggalan ikut kontes dengan Gary siput peliharaannya.

Menjelang saat kontes dia melihat binatang peliharaan lain yang didandani habis-habisan oleh para pemiliknya. Dan tiba-tiba saja Gary jadi kelihatan menyedihkan dengan cangkangnya yang polos, mulutnya yang bau dan alisnya yang nggak terawat (eh, emang siput punya alis apa ya?). Jadinya Sponge Bob menyesal dan merasa bersalah selama ini tidak merawat Gary dengan baik.
Mulai deh dia memandikan Gary, menyikat mulutnya, memberi pita di cangkangnya, pokoknya membuat Gary jadi secantik binatang peliharaan lainnya. Berulang-ulang dia bilang, “Ini semua demi kebaikanmu, Gary.”

 

Pendek cerita, pada saatnya lomba si Gary yang udah dipermak malah ngadat. Dia ngegigit jurinya trus ngelepasin semua printilan hiasan yang dipakaikan Sponge Bob. Habis itu si Gary ini malah berpidato di depan semua peserta lomba yang ujungnya membuat semua binatang peliharaan unjuk rasa sama majikannya masing-masing.

 

Gary3

si Gary lagi pidato

Rupanya para binatang itu selama ini bukannya bahagia malah jadi stress dengan semua perhatian majikannya yang berlebihan. Termasuk si Gary.
Mereka lebih suka dibiarkan bebas dan menjadi diri mereka apa adanya dari pada didandani dengan segala perhiasan mahal hanya demi gengsi pemiliknya.

Pada akhirnya tentu saja piala kontes itu jatuh ke tangan Sponge Bob……… tapi bukan untuk Gary melainkan untuk Patrick yang tiba-tiba saja sudah ada di situ dan menyamar sebagai anjing peliharaan Sponge Bob….
Uuuuugggghhhh…!!! Ending yang konyol kayak biasa..!!

 

 

Tapi nonton film ini membuat saya lalu berpikir….
Bukan tentang binatang peliharaan, karena saya nggak punya dan nggak pernah suka memelihara binatang.

Saya berpikir tentang artinya menyayangi dan membuat bahagia orang yang kita sayangi, khususnya anak-anak.
Soalnya orangtua itu selalu mengklaim bahwa segala sesuatu yang dilakukannya adalah semata-mata demi kebaikan dan kebahagiaan anak… (iyaaaa…. saya juga begitu laahhh….!!!). Tapi kalo mau jujur yang sejujur-jujurnya, emang bener demi kebaikan anak semata? Bukannya seringkali ikut terselip mimpi-mimpi orang tua, kebanggaan orang tua, gengsi atau ego orangtua…??? Atau malah yang belakangan itu porsinya lebih banyak, dan itu tanpa sadar membuat anak-anak jadi stress kayak si Gary.

 

Saya ingat pernah menonton audisi sebuah ajang pencarian bakat untuk anak-anak di TV. Ada seorang anak yang sudah didandani habis-habisan sama ibunya tapi waktu gilirannya ketemu juri dia malah nangis gerung-gerung. Boro-boro bisa unjuk kebolehan, akhirnya malah juri menyarankan dibawa pulang aja.
Yang terbayang di kepala saya, anak itu mungkin setengah dipaksa ibunya untuk ikutan audisi. Mungkin dengan iming-iming nantinya kalo menang bakal ngetop, nongol melulu di TV, dapat duit banyak. Dan pastinya dalam pikiran si ibu, semua itu adalah demi kebaikan anaknya……
Waktu anaknya menolak, bukan nggak mungkin ibunya pake acara marah dan mengancam, sampai akhirnya terjadilah adegan konyol yang akhirnya ditayangkan dan ditonton orang se-indonesia….
Kesian juga si Ibu, tadinya mau bangga malah jadi malu…

 

Saya merasakan sendiri, sebagai emak-emak keinginan untuk membanggakan anak di depan orang lain itu selalu ada. Waktu anak-anak masih kecil, baru bisa nyanyi satu lagu secara utuh aja rasanya udah pingin memperlihatkan pada seluruh dunia betapa pintarnya anak saya. Dan itu biasanya tanpa sadar membuat saya jadi lebih ambisius dari pada anak saya. Menyuruh mereka begini dan begitu, belajar ini dan itu, bersikap begitu dan begini yang semuanya saya bilang demi kebaikan mereka, karena saya sayang sama mereka

 

Nggak salah sih sebetulnya kalau orangtua punya mimpi untuk anak-anaknya. Yang salah adalah ketika mimpi itu dipaksakan tanpa melihat kemampuan dan kemauan anak.

Orangtua sering lupa bahwa anak-anak punya pikiran dan perasaannya sendiri. Mereka bukan boneka, juga bukan versi kecil dari orangtua.
Kadang-kadang definisi kebahagiaan bagi seorang anak itu jauh lebih sederhana dari pada yang dipikirkan orang tua kok.
Tapi untuk bisa mengetahuinya orangtua perlu meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, mengajar anak untuk bisa menyampaikan apa yang dia rasakan dan apa yang dia inginkan.

 

Jangan sampe deh anak-anak kita keburu berunjuk rasa kayak binatang-binatang peliharaan di Bikini Bottom, baru orangtuanya sadar.

 

Karena cinta yang sejati itu nggak bikin stress tapi memberi rasa nyaman.
Cinta itu nggak mengekang tapi membebaskan.
Cinta itu nggak menuntut tapi memberi.
Cinta membuat orang yang dicintai leluasa menjadi dirinya sendiri.

 

Hari ini saya bersyukur bisa belajar tentang cinta dari si spons kuning yang lucu tapi suara ketawanya sungguh menyebalkan itu….

index

 

 

 

 

Advertisements

Comments on: "Bahasa Cinta Ala Sponge Bob" (26)

  1. baca ini jadi inget honey boo boo..

  2. Ga tau deh anak anak juga suka banget pilem ini
    Kalo sore ribut minta nonton embob…

  3. dulu aku selalu nonton kartun ini sambil nunggu berangkat kerja, udah lama gak pernah nonton hehehe. filmnya emang bagus yaa

  4. Di rumah sayah anak SMP aja masih pd doyan spongebob lho.. Seno bilang malah gurunya suka ngomongin sifat2 spongebob dkk juga

  5. sponbob itu ngeselin tapi ngangenin.ha.ha.ha.

  6. gua gak pernah suka lho nonton spongebob. suka bingung kenapa anak2 pada suka. hahaha.

    • Dulu aku juga nggak suka. Tapi karena anak-anak suka, jadinya merasa perlu nonton biar bisa menilai layak nggaknya jadi tontonan di rumah. Eh, ternyata lumayan juga. Dari pada Doraemon mendingan spongebob

  7. Beneeer cinta itu nggak bikin stress. Karena cinta itu menerima apa adanya, kitanya yang dicintai juga nggak jadi stress, dan malah bisa mengeluarkan versi terbaik diri kita.
    Itu dalem banget isi film sponge bobnya ya hahaha aku malah belum pernah nonton

    • Iyaaa…. padahal asli filmnya konyol banget. Makanya anak-anak perlu didampingi nontonnya biar mereka bisa menangkap pesan moral dibalik kekonyolannya.

  8. ada yang saya kurang sika dengan spongebob dkk…. rada jorok 😀

  9. Para pekerja patut mencontoh Spongebob, loyalitasnya ke perusahaan dan ke CEO sungguh luar biasa. Bekerja dengan bahasa cinta, selalu berangkat lebih awal, tidak pernah mengeluh, bekerja dengan riang, dan menjadi mesin uang bagi perusahaannya. Bahkan saking cintanya ia pun rela bekerja 24 jam non-stop, di sela-sela waktunya kala pengunjung tidak datang karena memang dini hari, ia rela nge-pel atap. Atap lho bukan lantai.

    Benar-benar makhluk yang langka di tengah-tengah kapitalis industri, seperti Tuan Crab.

  10. Setuju banget mba, bukan cinta namanya kalo bikin kita stres, terkekang atau bahkan ga jadi diri kita sendiri, jadi ga menikmati hidup pastinya.

    aku juga suka nonton spongebob mba, daripada sinetron yang ga jelas 😛

  11. Itu kartun favorit saya, hehhee 😀
    salam kenal, saya ijin follow blognya ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: