Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Memberi dengan hati

Postingan kali ini berawal dari status seorang teman di FB yang mempertanyakan perlu tidaknya memberikan “sesuatu” pada guru saat pengambilan raport.
Komen-komen yang datang kebanyakan menyarankan untuk memberi sesuatu sebagai ucapan terima kasih, tapi beberapa juga mengatakan tidak perlu, tentunya masing-masing dengan berbagai alasan pula.

 

Dulu waktu saya masih SD, papa saya biasa memberikan bingkisan untuk wali kelas saya pada saat lebaran atau natal, tergantung gurunya saat itu merayakan hari besar yang mana. Nggak seberapa sih, paling sekaleng biskuit atau kue kering. Dan cipie kecil waktu itu senang-senang saja diajak berkunjung ke rumah ibu/bapak guru, soalnya pada saat ngobrol-ngobrol maka ibu/bapak guru akan mengeluarkan pujian tentang betapa pintarnya saya, betapa baiknya saya di sekolah de el el…. Dan saya nggak peduli apakah pujian itu keluar karena memang demikian adanya atau karena bingkisan yang dibawa papa…. (ehm! bakat narsis itu memang udah nampak dari kecil ternyata…. ).

Tapi kebiasaan itu berhenti ketika saya di SMP. Alasannya, cuma papa yang tahu. Saya nggak pernah bertanya.

Setelah saya jadi ibu dan Semsem mulai sekolah, saya sempat melihat teman-temannya membawa-bawa bingkisan juga pada saat pengambilan raport. Tapi berhubung saya sejak awal selalu konsisten sebagai emak pelit  hemat….. jadi saya cuma ngasih tangan aja alias salaman… hihihi…  

Kemudian ketika Semsem masuk SD, ternyata sebelum pembagian raport ada pengumuman dari sekolah yang isinya melarang orangtua murid memberikan bingkisan apapun pada guru-guru. Dan larangan ini masih terus berlanjut sampai sekarang.
Jujur saya sangat menghargai peraturan dari sekolah ini.
Bukannya apa-apa, yang namanya pemberian itu apalagi kalau ada harganya, pastilah menimbulkan rasa sungkan tersendiri terhadap orang yang memberi. Kalau sudah begitu, dikhawatirkan guru tidak bisa lagi menjalankan tugasnya mendidik secara obyektif.
Dari pihak yang memberi juga, biarpun katanya “sebagai ucapan terima kasih”, tapi jarang deh kayaknya yang bener-bener nggak punya pamrih. Pastilah ada keinginan supaya anaknya sedikit mendapat perhatian lebih dari guru. Iya kaaannn???

 

Trus gimana seandainya guru yang bersangkutan nantinya nggak ngajar anak kita lagi. Boleh dong ngasih sesuatu sebagai ungkapan terima kasih atau sebagai kenang-kenangan.
Boleh lah. Apalagi kalau gurunya baik dan anak kita suka sama guru tersebut.

 

Kemarin waktu Semsem lulus SMP, dia ngotot pingin ngasih sesuatu untuk kenang-kenangan buat wali kelasnya. Katanya Ibu guru ini bukan cuma seru ngajarnya tapi sangat perhatian pada tiap anak di kelasnya. Sekali waktu Semsem suaranya agak serak aja, si Ibu ini sampai beliin vitamin C segala. Katanya waktu itu biar cepet sehat soalnya udah mau ujian.
Dia tanya saya, sebaiknya ngasih apa buat Bu Guru.
Saya bilang, kalau mau ngasih mending jangan sendiri tapi barengan dengan seluruh kelas. Trus saya bilang sebaiknya ngasih sesuatu yang bisa jadi kenangan selamanya buat Bu Guru.

Saya usulkan untuk bikin semacam buku. Semua anak di kelas diminta bikin tulisan tentang kesan mereka selama diajar sama Bu Guru ini. Trus disertai biodata dan foto, biar Bu Guru bisa ingat terus sama mereka.
Waktu usul ini disampaikan sama teman-temannya, semua langsung antusias. Semsem yang jadi kordinator mengumpulkan semua hasil karya teman-temannya lalu menjilidnya jadi buku, maka saya juga bisa membaca satu-satu tulisan anak-anak itu.
Luar biasa deh… saya sendiri kaget melihat bagaimana anak-anak itu bisa menjadi sangat kreatif. Bukan cuma menulis di selembar kertas biasa, tapi kertasnya dihias-hias, digambarin, dikasih pita-pita, glitter dan segala macem. Trus tulisan mereka juga ada yang lucu, ada yang mengharukan, ada yang bikin puisi, pokoknya seru banget.
Dan sebagai pelengkap, Semsem bikin sketsa foto Bu Guru buat ditempel di halaman depan.

sketsa

 

Kado itu diserahkan bersama-sama saat acara perpisahan.
Dan besoknya, Semsem dapat sms dari Bu Guru yang mengatakan bahwa dia sangat terharu dan nggak nyangka kalau anak-anak bisa
bikin hasil karya yang begitu bagus. Dia bilang bahagia karena apa yang dia ajarkan selama ini sama anak-anak bisa diterima dengan baik, dan buku itu selamanya akan jadi kenang-kenangan yang berharga.
Misi berhasil….
Semsem dan teman-temannya puas, Bu Guru juga bahagia…

DSC00527

Semsem dan ibu guru saat acara perpisahan

 

 

Tuh kan, nggak selalu harus memberi sesuatu yang mahal, yang pake duit.
Memberi pake hati itu selalu jauh lebih terasa maknanya….

 

Jadi buat yang masih bingung perlu atau tidaknya memberi sesuatu buat guru… silakan tanya dulu pada hati nurani, apa alasannya memberi. Kalau memang tulus dan duitnya ada ya silakan saja.
Kalau ingin memberi tapi duitnya nggak cukup, dengan sedikit kreatifitas bisa juga tuh memberikan sesuatu yang lebih berharga.
Yang penting pake hati……………..

 

Advertisements

Comments on: "Memberi dengan hati" (15)

  1. Si ibu guru lesung pipit… geulis ya.. setuju sih untuk hal ginian

  2. gambarnya bagusss ^^
    aku sendiri bingung soal hadiah. kasih makanan aja deh. secara ibu gurunya doyan makan. xixixi. ga ngajar lagi ya gpp.

  3. ibu gurunya cantik..

  4. ibu gurunya cantik sekali.. senang bacanya, memang memberi dengan hati.. kemaren malah satu ponakan bikin kukis buat gurunya yang dia suka.. kukisnya dibikin semaleman tuh.. terus pagipagi dibungkus dan dikasih kartu bergambar dengan glitergliter gitu.. gurunya sampe nangis..

  5. Hadiah menarik tuh. Hebat si Mamh ngarahinnya.

  6. ibu guru perhatian bgt, pantas lah jadi favorit anak2.. ^ ^ ide bagus tuh bikin kreasi untuk kenang2an buat bu guru..

  7. cantik banget ibu guru nya 😀

  8. diah indri said:

    Bu gurunya cantiiikkk
    Perhatian bgt ya sma muridnya, that’s why muridae jg syg sm beliau 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: