Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Selalu ada jalan

Satpam di kompleks saya lagi kena musibah. Di payudara istrinya beberapa waktu yang lalu ditemukan ada benjolan. Tapi karena nggak ada biaya untuk berobat jadinya didiamkan saja selama berbulan-bulan. Sampai akhirnya kemarin ini benjolan itu pecah mengeluarkan darah dan nanah.
Si satpam dengan panik curhat sama babeh. Katanya istrinya sudah dibawa ke bidan, dan bidan menyarankan untuk di bawa ke rumah sakit saja. Atau bidan itu akan membantu mengenalkan dengan seorang dokter bedah tapi minta disiapkan uang minimal 750ribu.
Terang aja si satpam gak punya duit sebanyak itu. Gajinya bulan ini konon tinggal 200ribu karena dia udah kasbon beberapa kali.

Saya sebetulnya kurang bersimpati sama istri si satpam karena orangnya agak tinggi hati, boros dan malas. Tapi si satpam sendiri orangnya baik dan saya kasihan melihat mukanya yang seperti mau nangis waktu cerita.
Cuma sayangnya waktu itu saya dan babeh lagi nggak pegang uang banyak. Ada beberapa pekerjaan yang tertunda pembayarannya, jadi saya sendiri saat itu lagi kelimpungan memikirkan tagihan-tagihan rutin awal bulan.
Saya sempat nyeletuk, “Kok kejadiannya sekarang pas kita juga nggak bisa bantu. Coba kalo minggu-minggu lalu.”
Babeh bilang segala sesuatu itu udah ada yang ngatur termasuk kapan harus terjadinya. Kalau ini harus terjadi sekarang, berarti ada sesuatu yang mau diperlihatkan sama Tuhan buat si satpam dan istrinya.

Lalu saya jadi keingetan sama Bunda Julie. Dalam masa-masa sulit selalu ada pertolongan yang tidak disangka. Dan saya kemudian ceritakan sama babeh yang kemudian diteruskan babeh sama si satpam.
Mohon maaf, Bund… ceritanya saya comot tanpa ijin dulu. Tapi saya rasa yang dibutuhkan si satpam saat itu bukan cuma bantuan dalam bentuk uang tapi penguatan bahwa dalam keadaan apapun yang diijinkan Tuhan terjadi, selalu ada jalan keluar, selalu ada pertolongan. Sama seperti yang sudah dialami Bunda Julie.

Habis itu babeh berunding dengan kepala keamananan RT, lalu si satpam diajak sama kepala keamanan untuk minta bantuan beberapa warga yang dianggap bisa membantu. Bukan minta pinjaman tapi minta kerelaan. Soalnya kalau bentuknya pinjaman nanti akan memberatkan lagi buat si satpam. Babeh sendiri bilang kalau kami bersedia membantu tapi bukan dalam bentuk uang melainkan mengantar ke RS pake mobil. Awalnya si satpam ragu-ragu. Menurutnya pinjam uang aja belum tentu dikasih, apalagi ini minta. Tapi kalo nggak dicoba kan kita nggak akan pernah tahu. Akhirnya dibantu kepala keamanan, si satpam diantar ke rumah beberapa warga termasuk Pak RT. Gak disangka, ternyata dalam waktu sebentar saja, tanpa banyak kendala terkumpul uang 750 ribu. Malah ada satu orang yang rela ngasih 400ribu.

Tadi pagi babeh nganterin si satpam dan istrinya ke RS. Hasil pemeriksaan awal katanya itu bukan tumor tapi semacam bisul. Dikasih dulu antibiotik dan obat penahan sakit, trus kalo nggak membaik baru nanti akan diperiksa lebih lanjut. Dokternya malah curiga sama benjolan serupa di payudara sebelahnya.
Sepertinya jalan yang harus dilewati si satpam dan istrinya masih panjang. Tapi dari pengalamannya hari ini setidaknya dia bisa memetik pelajaran bahwa pertolongan itu selalu ada.
Babeh cuman mengingatkan bahwa uang pemberian warga yang tersisa bukan buat bersenang-senang tapi disimpan kalau-kalau nantinya dibutuhkan untuk pengobatan lebih lanjut. Kalau dihabiskan istrinya untuk belanja yang nggak perlu ya jangan menyesal saja. Keajaiban itu nggak pernah terjadi dua kali dalam bentuk yang sama. Jadi dia nggak bisa berharap warga RT akan kembali memberinya bantuan kalau dia butuh lagi.
Berharap sih benjolan itu memang cuma bisul. Berharap ini cuma sedikit sentilan dari Tuhan buat istri si satpam biar nggak terlalu belagu lagi.

Buat saya sendiri juga ini seperti mengingatkan bahwa masalah pembayaran pekerjaan yang tertunda itu cuma masalah kecil. Kalau untuk masalah yang lebih berat dan lebih besar saja Tuhan bisa bukakan jalan, apalagi untuk masalah kecil saya.

 

 

Advertisements

Comments on: "Selalu ada jalan" (18)

  1. Dengan senang hati Cipie saya pesilakan untuk menyebarkan cerita hidup saya sebagai motivator untuk penderita lain mengupayakan pertolongan. Itu antara lain tujuan saya membuka blog saya di sini maupun dulu di Mp. Saya cuma bisa kirim salam dan doa baik aja buat mereka ya Cik, disertai doa semoga Allah membalas kebaikan kokoh dan Cipie sekeluarga yang telah berbaik hati mencarikan jalan dan mendampingi mereka.

    Peluk hangat dari jauh! BTW tadi saya sudah dikemo lagi lho. Ah, siapa juga yang nanya ya cik?

    • eh mbak udah kemo aja.. tetep asikasik kaya kemaren mbak? ga ada efeknya gitu..

    • Makasih, Bund. Peupeuriheun saya nggak bisa bantu materi, jadi ya bantuin kasih semangat aja.
      Saya juga anjurkan istri si satpam minum air rebusan daun sirsak seperti yang Bunda tulis di blog. Kebetulan di sebelah pos satpam ada pohon sirsaknya. Biarpun belum jelas itu cancer atau bukan, tapi nggak ada salahnya juga kan?

      Katanya sampe sekarang lukanya itu masih nggak berhenti ngeluarin darah dan nanah. Minggu depan babeh mau nganterin mereka periksa lagi ke RS. Kayaknya perlu pemeriksaan lebih lanjut deh.

      • Besar kemungkinan itu Ca kayak saya lho. Dan minum rebusan daun sirsak itu udah pas banget. Bilangin dia, daunnya 11 ya, direbus dengan dua gelas air. Disisakan tinggal segelas aja. Kenapa mesti 11 helai? Itu angka ganjil disukai Allah. Semoga dia disembuhkan ya.

        • Udah dibilangin, Bund.
          Tadi siang si satpam bilang pingin periksa lagi, tapi babeh bilang tunggu habis antibiotik yang kemarin dikasih dokter. Siapa tahu membaik.

  2. Setelah berobat, berubah gak kelakuan istri si satpam?
    Trus benjolan di sebelahnya gak diperiksa sekalian?

    • Belum tau dia berubah atau nggak.
      Ini orangnya yang dulu pernah saya ceritain di MP, yang waktu punya anak dan saya kasih tempat tidur bayi bekas anak saya malah dia buang. Trus dikasih baju-baju bekas juga nggak pernah mau pake. Sukanya belanja-belanja. Bajunya selalu keren. Padahal suaminya mah sering pake kaos butut.

      Kalo ke RS lagi minggu depan baru mau periksa payudara sebelahnya. Kemarin fokus dulu sama benjolan yang pecah itu.

  3. semoga memang cuma benjolan ya.. dan duit sisanya ga diborosin, biar bisa periksa payudara sebelahnya lagi..

  4. ooh… sukurlah ngga terjadi apa2. ngga tega kalo liat oang sakit.

  5. Thank buat ingetin aku ci. Tulisan2 spt ini lg kubutuhkan.

  6. bener banget tuh… moga2 istrinya si satpam bisa menyimpan uangnya baik2 dan gak diboros2in ya buat jaga2…

    • Jujur aja saya nggak yakin istri si satpam bisa pegang uang. Kepala keamanan sampe nyuruh suami saya aja yang pegang uangnya, tapi kita nggak mau dong.. nanti jadi panjang urusannya.

  7. […] bantuan si satpam kompleks yang memang rada pinter juga urusan betul-betulin rumah, Ini satpam yang istrinya ada benjolan di payudara itu. Mungkin karena dia juga merasa kemarin habis ditolongin babeh, jadi dia ngerjain dengan semangat. […]

  8. semoga dengan begitu istri si satpam bisa merubah sifatnya yang gak baik….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: