Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Perjuangan panjang melawan asma
Sejak awal sudah terlihat bahwa Debi memiliki banyak masalah kesehatan.
Mula-mula dia bermasalah dengan BABnya. Bisa sampai 3 atau 4 hari dia nggak BAB. Dan kalau sudah begitu dia akan rewel, seperti sakit perut. Tapi waktu aku tanya Dsa-nya katanya nggak apa-apa karena ada juga bayi yang seperti itu. Karena dia masih minum ASI disarankan aku banyak minum, makan buah-buahan dan sayur.
Akhirnya kalau pingin dia BAB aku angkat kakinya sambil aku usap-usap dekat lubang duburnya buat merangsang. Kadang berhasil tapi sering juga gagal.
Makanya kalau dia sudah BAB aku rasanya legaa banget.
Itu berlangsung sampai umurnya beberapa bulan.

Habis itu umur kira-kira sebulan, pipinya tiba-tiba jadi merah dan bruntus-bruntus kasar. Entah alergi apa. Dan ini juga lumayan lama baru akhirnya hilang.
Debi kecil juga nggak tahan udara dingin. Kalau Semsem waktu bayi selalu tidur dengan baju pendek, celana pendek dan tanpa selimut, Debi justru sebaliknya. Malah bukan cuma selimut dan baju hangat, di bawah boks tempat tidurnya selalu siap dua lampu bohlam 100 watt yang dinyalakan kalau dia kelihatan kedinginan. Baru dengan begitu dia bisa tidur tenang dan nggak rewel.

Serangan asma pertamanya kalau nggak salah waktu dia berumur setahun. Kena batuk pilek dan terus nafasnya jadi sesak.
Keluarga papanya memang penderita asma. Ibu mertuaku, kakak ipar dan anak-anaknya bahkan sampe cucunya juga.
Suamiku sehat. Eh, malah Debi yang kebagian.
Kakak ipar yang paling besar sampai sekarang di usia 60-an masih sering kambuh. Salah satu ponakan suami bahkan sudah pernah berobat ke klinik khusus di Jakarta. Dicari dengan detil apa saja pemicu alerginya lalu selama beberapa tahun secara rutin diobati dengan cara disuntik. Habis biaya besar dan ternyata tetap saja nggak sembuh total.
Dari situ mereka bilang bahwa asma nggak bisa sembuh.

Kakak ipar bilang sediakan saja nebulizer di rumah jadi kalau asmanya Debi kambuh nggak usah repot bawa ke dokter.
Aku menolak. Bukannya apa-apa, aku juga punya sepupu penderita asma. Tiap kambuh harus dikasih obat yang disedot itu (entah apa namanya, lupa). Tapi aku lihat bukannya membaik kok malah tambah parah. Dosisnya makin lama harus makin besar baru bisa berasa.
Aku nggak mau anakku jadi ketergantungan seperti itu. Kemana-mana harus bawa obat karena takut sewaktu-waktu kambuh.
Suamiku juga mendukung. Dia punya keyakinan Debi bisa sembuh sebelum usianya mencapai 10 tahun asal mulai sekarang kita berupaya meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Pelan-pelan aku mulai mencatat apa saja yang bisa mengakibatkan asmanya kambuh. Ternyata udara dingin adalah yang utama. Begitu kedinginan dia akan pilek, batuk dan berujung sesak nafas.
Makanya bulan-bulan musim hujan adalah bulan-bulan yang paling menyiksa jadinya.

Memasuki usia sekolah, tantangan bertambah lagi.
Kalau di rumah sebisa mungkin kami menjaganya supaya nggak terkena pilek, di sekolah sering kali malah ketularan teman-temannya.
Frekuensi sakitnya meningkat. Hampir tiap 3 bulan pasti kena. KAlau sudah kambuh begitu bukan cuma sesak nafas, tapi juga muntah-muntah dan perutnya suka kejang.
Meskipun di luar aku selalu memasang wajah riang, berusaha menghiburnya dengan mengajak bercanda, tapi dalam hati aku selalu menangis tiap melihat dia terengah-engah atau meringis sakit perut. Kalau bisa mau rasanya bertukar tempat, jangan dia yang sakit.
Hatiku tersayat rasanya kalau sedang mengganti pakaiannya dan melihat badannya yang kurus banget sampai bertonjolan tulangnya.


Membawanya ke dokter tidak membantu. Obat-obatan atau antibiotik yang diberikan memang membantu penyembuhan saat itu, tapi kemudian batuk pileknya malah lebih sering datang.
Suamiku bilang, biarkan tubuhnya sendiri yang membangun benteng. Kalau berhasil dia akan jadi anak yang kuat nantinya.
Yang kami usahakan hanya memberinya gizi yang cukup, menjauhkan dari makanan-makanan yang merangsang batuk, melindungi badannya supaya selalu hangat dan mengusahakan pertukaran udara yang bagus di rumah.

Setiap mengadakan mezbah keluarga, kesehatan Debi selalu jadi pokok doa yang utama.
Dalam doa-doa pribadiku juga aku selalu berseru kepada Yang Memberi Hidup. Aku percaya semua ciptaannya sempurna, termasuk Debi. Ketidaksempurnaan yang kami lihat sekarang aku yakini sebagai sebuah pelatihan juga bagi kami orangtuanya untuk lebih mengandalkan Tuhan.
Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan pada akhirnya.

Umur 3 tahun masih berisi pipinya

Nggak bisa lepas dari mantel

Lagi sakit

Kurus banget

Advertisements

Comments on: "Me and my little princess (2)" (22)

  1. obat yang dihisap itu namanya inhaler kan?kalu kambuh sepupuku juga gitu.. rumahnya ga boleh berdebu.. dan dia rajin berenang loh, dingin dilabrak saja.. biar ga tergantung.. sekarang tinggal di islandia.. bayangin dinginnya? malah ga pernah asma selama disana..selalu sehat ya debi.. cantik deh gedenya, kaya model..

  2. tintin1868 said: obat yang dihisap itu namanya inhaler kan?kalu kambuh sepupuku juga gitu.. rumahnya ga boleh berdebu.. dan dia rajin berenang loh, dingin dilabrak saja.. biar ga tergantung.. sekarang tinggal di islandia.. bayangin dinginnya? malah ga pernah asma selama disana..selalu sehat ya debi.. cantik deh gedenya, kaya model..

    Mungkin pemicu asmanya bukan dingin tapi debu, mbak.Katanya sih tiap penderita asma punya pemicu alergi yang beda-beda. Ada yang karena debu, karena dingin, ada juga yang karena bulu binatang.Kalo Debi kebetulan udara dingin yang jadi musuhnya.

  3. kalo lagi kumat asmanya harus diobati segera, tak perlu antibiotik Nov :)) memang batuk pilek itu sering mencetuskan asma pada anak kecil.

  4. Katanya kalo asma cocoknya deket2 pantai, ntar kalo maen ke rumah bulik, kita maen ke pantai yah, Deb..

  5. drackpack said: Serangan asma pertamanya kalau nggak salah waktu dia berumur setahun. Kena batuk pilek dan terus nafasnya jadi sesak.Keluarga papanya memang penderita asma. Ibu mertuaku, kakak ipar dan anak-anaknya bahkan sampe cucunya juga.Suamiku sehat. Eh, malah Debi yang kebagian.Kakak ipar yang paling besar sampai sekarang di usia 60-an masih sering kambuh. Salah satu ponakan suami bahkan sudah pernah berobat ke klinik khusus di Jakarta. Dicari dengan detil apa saja pemicu alerginya lalu selama beberapa tahun secara rutin diobati dengan cara disuntik. Habis biaya besar dan ternyata tetap saja nggak sembuh total.Dari situ mereka bilang bahwa asma nggak bisa sembuh.

    Bener banget, asthma cuma bisa dikurangi interval masa serangannya. Itu klinik dr. Indrajana kan ya? Saya sih nggak ke sana.Anak saya dapat asthma pertama kali umur 4 tahun. Dia dapat warisan dari saya dan bapaknya. Saya dapat warisan dari nenek saya, bapaknya enggak tau dapat dari siapa. Yang jelas adik-adik ibu mertua saya ada yang asthmatis juga. Konon kata literatur, kalau anak itu kena asthmanya pertama kali waktu masih kecil, di masa dewasa akan mereda dengan sendirinya. Saya udah buktikan terhadap Andrie. Tapi kalau serangan pertamanya udah remaja atau malah dewasa, ya asthmanya ngikutin terus, sementara Andrie itu katanya sih kalau pun akan kena serangan lagi setelah tua. Sekarang alhamdulillah saya juga nyaris nggak pernah kambuh. Bahkan inhaler aja sekarang udah saya tinggal nggak pernah beli udah kira-kira dua tahunan. Itu pengalaman saya dan keluarga.

  6. Yang kurus itu malah kayak peragawati lho! Keren beneran!

  7. eddyjp said: kalo lagi kumat asmanya harus diobati segera, tak perlu antibiotik Nov :)) memang batuk pilek itu sering mencetuskan asma pada anak kecil.

    Salam kenal dulu ya dok.Betul itu, nggak usah konsentrasi pengobatan dengan antibiotik, cukup obat-obat steroidnya ditingkatkan dan beta agonist-2 pelega nafasnya cik. Daripada nanti ketelatan, kayak anak saya, nyaris gagal nafas karena serangannya sampai tengah malam nggak membaik, padahal udah pake inhaler. Kebetulan di rumah nggak ada lelaki dewasa yang bisa nganter ke UGD. Paginya angkot pas mogok beroperasi lagi. Untung ada orang yang baik, ngertiin, terus ditolong nganter ke RS. Langsung masuk karena udah “status asthmaticus.” Jangan kejadian gitu cikpie……… Serem dan rasanya berdosa sama dia.

  8. aku mantan pengidap asma, mba… ibuku bilang kalau aku kambuh, beliau sampai nangis2 kareena mengira aku mau mati hehehehe…akhirnya sejak masuk SD aku dilesin berenang, ngga peduli kena air dingin pokoknya berenang dua jam per hari. lama memang, butuh waktu dari kelas 1 SD sampe kelas 3 SMP dan akhirnya aku sehat.. sampai sekarang aku ngga pernah kumat lagi… hth ya…oya, pencetus asmaku udara dingin dan debu *kesiksa bener deh

  9. mayamulyadi said: aku mantan pengidap asma, mba… ibuku bilang kalau aku kambuh, beliau sampai nangis2 kareena mengira aku mau mati hehehehe…akhirnya sejak masuk SD aku dilesin berenang, ngga peduli kena air dingin pokoknya berenang dua jam per hari. lama memang, butuh waktu dari kelas 1 SD sampe kelas 3 SMP dan akhirnya aku sehat.. sampai sekarang aku ngga pernah kumat lagi… hth ya.

    Kak Maya, dalam kasus anak saya, dia nggak saya suruh berenang rutin, karena kasihan pas tinggal di Eropa kalau musim winter walau pakai air hangat di kolam saya nggak tega. Tapi alhamdulillah serangan terakhirnya di SMP kelas III, terus hilang sampai sekarang. Secara teoritis katanya ini namanya masa tenang. Mantan suami saya juga dulu sempat ngilang asthmanya beberapa tahun, kambuh lagi waktu kuliah, tapi terus ngilang lagi sampe sekarang. Nah dokter yang merawat bilangnya kalau anak asthmanya sejak balita, biasanya di masa dewasa ngilang kok. Alhamdulillah ya?!

  10. Kurus yg penting Debi skrng selalu sehat ya Nov.. Seno juga kurus koq, tp kayaknya bukan krn asma hehehe, nyeneng2in aja. Meskipun memang Seno juga asma, Seno itu makannya susah. Debi gimana makannya ?

  11. eddyjp said: kalo lagi kumat asmanya harus diobati segera, tak perlu antibiotik Nov :)) memang batuk pilek itu sering mencetuskan asma pada anak kecil.

    Aku beberapa kali bawa dia ke dsa waktu kumat, tapi selalu dikasih antibiotik. Katanya ada radang tenggorokan.

  12. rengganiez said: Katanya kalo asma cocoknya deket2 pantai, ntar kalo maen ke rumah bulik, kita maen ke pantai yah, Deb..

    Mau bangeeeeeettt….Debi baru tau pantai pangandaran aja Bulik.

  13. bundel said: Itu klinik dr. Indrajana kan ya? Saya sih nggak ke sana.

    Rasanya sih iya, Bund…

  14. bundel said: Konon kata literatur, kalau anak itu kena asthmanya pertama kali waktu masih kecil, di masa dewasa akan mereda dengan sendirinya. Saya udah buktikan terhadap Andrie. Tapi kalau serangan pertamanya udah remaja atau malah dewasa, ya asthmanya ngikutin terus, sementara Andrie itu katanya sih kalau pun akan kena serangan lagi setelah tua. Sekarang alhamdulillah saya juga nyaris nggak pernah kambuh. Bahkan inhaler aja sekarang udah saya tinggal nggak pernah beli udah kira-kira dua tahunan. Itu pengalaman saya dan keluarga.

    Makasih udah berbagi pengalaman, Bunda.Babehnya juga bilang begitu sih. Dia yakin banget Debi bisa sembuh sebelum umurnya 10 tahun.

  15. bundel said: Yang kurus itu malah kayak peragawati lho! Keren beneran!

    Makasiiiiihhh….

  16. bundel said: Betul itu, nggak usah konsentrasi pengobatan dengan antibiotik, cukup obat-obat steroidnya ditingkatkan dan beta agonist-2 pelega nafasnya cik. Daripada nanti ketelatan, kayak anak saya, nyaris gagal nafas karena serangannya sampai tengah malam nggak membaik, padahal udah pake inhaler. Kebetulan di rumah nggak ada lelaki dewasa yang bisa nganter ke UGD. Paginya angkot pas mogok beroperasi lagi. Untung ada orang yang baik, ngertiin, terus ditolong nganter ke RS. Langsung masuk karena udah “status asthmaticus.” Jangan kejadian gitu cikpie……… Serem dan rasanya berdosa sama dia.

    Wah, coba saya kenal sama Bunda dari dulu ya… bisa berbagi pengalaman deh.Untungnya Debi nggak pernah sampe parah banget tuh kalau sesak nafas. Biasanya malah muntah-muntahnya yang bikin saya cemas.

  17. mayamulyadi said: aku mantan pengidap asma, mba… ibuku bilang kalau aku kambuh, beliau sampai nangis2 kareena mengira aku mau mati hehehehe…akhirnya sejak masuk SD aku dilesin berenang, ngga peduli kena air dingin pokoknya berenang dua jam per hari. lama memang, butuh waktu dari kelas 1 SD sampe kelas 3 SMP dan akhirnya aku sehat.. sampai sekarang aku ngga pernah kumat lagi… hth ya…oya, pencetus asmaku udara dingin dan debu *kesiksa bener deh

    Iya sih banyak yang bilang harus berenang.Mudah-mudahan Fadhlan nggak kena asma juga ya, May. Gimana dia, sehat?

  18. ibuseno said: Kurus yg penting Debi skrng selalu sehat ya Nov.. Seno juga kurus koq, tp kayaknya bukan krn asma hehehe, nyeneng2in aja. Meskipun memang Seno juga asma, Seno itu makannya susah. Debi gimana makannya ?

    Kalo makan sih nggak ada masalah, Teh. Anak-anak nggak pernah pilih-pilih makanan.Debi kurus mungkin karena terlalu sering sakit itu.

  19. drackpack said: Rasanya sih iya, Bund…

    Iya yang di Tanah Abang tetanggaan dengan lembaga penelitian CSIS. Mahal ongkosnya tuh cik.

  20. betul mbak Novie.. tidak apa kurus yang penting sehat..Semoga selalu sehat yach mbak… aku bawa dalam doaku selalu….hugs from Sydney

  21. Cantique 😀

  22. supertiel said: Cantique 😀

    Kayak mamahnya dooong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: