Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Belajar Berbagi

Meskipun sudah kelas 8, di sekolah Samuel masih ada kebiasaan guru mengatur tempat duduk anak-anak, termasuk siapa teman sebangkunya.
Tiap beberapa minggu sekali pasangan duduk ini diganti. Tempat duduknya juga dipindah-pindah.

Beberapa waktu yang lalu Semsem cerita kalau dia dipasangkan dengan Michael yang di kelas selalu menduduki posisi paling bawah dalam nilai.
Katanya duduk dengan Michael ini sangat merepotkan. Kalau sedang mengerjakan soal latihan, banyak sekali dia bertanya-tanya karena apa yang dijelaskan oleh guru biasanya dia nggak mengerti.

“Memangnya kalau guru lagi menjelaskan dia suka main-main?” tanyaku
“Nggak sih. Anaknya nggak nakal kok. Cuma kayaknya gampang nyerah. Begitu nemu yang susah sedikit langsung nyerah, nggak mau mikir lagi. Kayaknya dia mah udah pasrah aja dengan cap anak paling bodoh.”
“Disemangetin dong.”
“Gimana caranya?”
“Jangan pelit. Sekali-kali kamu ajarin dia kalau mau ulangan. Kalau misalnya dia bisa dapat nilai lebih bagus dari biasa, pasti pedenya nambah. Mungkin juga Pak Feril nyuruh kamu duduk sama dia supaya kamu bisa sedikit nularin kepinteran kamu sama dia. Kasian dong kalau dia terus di paling bawah. Gimana kalau nggak naik kelas?”

Habis itu Semsem jarang ngeluh lagi masalah teman sebangkunya. Sampai beberapa hari yang lalu dia pulang sekolah dengan heboh.
“Ternyata bisa nolongin orang itu seneng ya, Mah..” katanya dengan muka penuh senyum.
Jadi ceritanya tadi itu ada ulangan bahasa Mandarin. Bukan ulangan mendadak sih. Tapi karena biasanya banyak anak-anak yang kesulitan dengan pelajaran ini, maka gurunya memberi tambahan waktu setengah jam untuk belajar di kelas sebelum ulangan dimulai.
Semsem tentu saja seperti biasa sudah siap tempur. Jadi dia cuma baca-baca saja. Terus waktu itu dia lihat Michael bukannya belajar malah menggambar di kertas. Waktu ditanya kenapa nggak belajar, Michael bilang percuma, dia nggak bisa mengingat huruf-huruf itu biarpun sudah belajar jungkir balik.

Rupanya perkataanku beberapa hari sebelumnya masuk juga ke pikiran Semsem. Jadilah dia saat itu mengajari Michael dengan cara yang biasa dia sendiri pakai kalau belajar.
Semsem punya cara yang unik kalau belajar. Hapalan-hapalan yang panjang biasanya dia lagukan atau kadang-kadang dideklamasikan supaya gampang ingat.
Untuk pelajaran Mandarin, dia belajar mengingat huruf-huruf yang susah itu dengan membayangkannya sebagai sebuah gambar yang bercerita. Misalnya Kou (mulut) yang dia bilang seperti mulut sedang celangap. Atau Ba (ayah) yang dia bilang seperti ayah lagi menggendong anaknya di pundak. Kadang-kadang lucu, tapi terbukti sangat membantu.

Dalam waktu setengah jam itu dia mengajari Michael dengan cara sama. Membayangkan huruf-huruf itu sebagai sebuah gambar.
Lalu setelah ulangan selesai, dinilai dan dibagikan, seisi kelas langsung heboh… karena ternyata Michael berhasil dapat nilai 100. Untuk pertama kalinya.
Gurunya saja sampai berteriak waktu mengumumkan saking surprise.
Michael katanya cuma melongo seperti nggak percaya.

Kata Semsem lagi, mudah-mudahan setelah ini Michael jadi sadar bahwa sebetulnya dia nggak bodoh. Dia bisa kalau memang mau berusaha.

Good job, Sem….! Pelihara terus hatimu yang lembut itu.
Mamah sungguh bangga punya anak seperti kamu…


Advertisements

Comments on: "Belajar Berbagi" (26)

  1. Nov, bacanya sampai merinding…..Bravo Samuel, memang ada kepuasan tersendiri kalau kita bisa berbagi dan menolong seseorang. Dan nggak sia-sia Nov nasihat yang kamu kasih ke Samuel.

  2. Mbak Helene,Pada dasarnya dia anak yg lembut sih. Gampang kasihan kalau ada yg kesusahan.

  3. drackpack said: Mbak Helene,Pada dasarnya dia anak yg lembut sih. Gampang kasihan kalau ada yg kesusahan.

    Dan aku kira, itu semua nggak lepas dari didikan kamu ama suami, khan, Nov?

  4. hebaaat Sem…tapi ini pasti juga ga lepas dari hasil didikan papa mama yg TOP. Andaikan aku disitu mau deh diajarin Sem huruf2 mandarin, dulu kuliah 2 semester ngambil mandarin akhirnya nyeraaah dgn sukses :))

  5. Anugerah, Mbak… dikasih anak-anak yg baik sama Tuhan. Sama kayak anak2 mba Helene kan?

  6. Helen,Aku juga udah lama nyerah. Dulu waktu dia baru mulai dapat pelajaran mandarin, niatnya aku mau ikut belajar. Tapi otak tuwirku udah nggak sanggup ngejar ternyata.

  7. Uwa juga bangga ah punya keponakan kang Samuel!Peluk sayang! Salam buat temen sebangkumu ya kang!

  8. *peluk Uwa Julie kenceng-kenceng Siap, Wa. Nanti disampein.

  9. aku nangis bangga Novi !!

  10. aku nangis bangga Novi !!

  11. Btw.bgn yg ayah itu kalo mak Semsem yg blajar mbyngin nya bapak Semsem gendong dirimu. . .umpeti sapu ijuk.

  12. jadi inget jaman smpsetiap minggu posisi duduk bergeser

  13. kereeeen…..angkat jempol buat Semsem !!

  14. Aihh kerennnnn… bener2 menginspirasi niy tulisanmudah2an aku bisa nasehatin nathan kayak maminya semsem 🙂

  15. raniuswah said: aku nangis bangga Novi !!

    Kalo liat anak-anak manis begini rasanya semua cape jadi ilang ya, Mak….

  16. raniuswah said: Btw.bgn yg ayah itu kalo mak Semsem yg blajar mbyngin nya bapak Semsem gendong dirimu. . .umpeti sapu ijuk.

    Emmmm….. Bapaknya nggak kuat gendong aku, Buk. Kalah gede badannya.*malu

  17. rawins said: jadi inget jaman smpsetiap minggu posisi duduk bergeser

    Kalo nggak digeser-geser, kang Rawin duduknya pasti sama cewek terus

  18. pingkanrizkiarto said: kereeeen…..angkat jempol buat Semsem !!

    Makasih, Buk. Manis sekali jempolnya…

  19. rirhikyu said: Aihh kerennnnn… bener2 menginspirasi niy tulisanmudah2an aku bisa nasehatin nathan kayak maminya semsem 🙂

    Aku cuma mendorong anak-anak buat belajar peduli sama orang-orang di sekitar mereka.

  20. Samsem hebaaaat! Tuhan memberkati dirimu ya, nak.Oiya klo mandarin anakku jg nerapin yg sama dgn kk Samsem, huruf2 itu dibayangin yg dekat2 ke artinya. Aku sendiri gak ngerti blass sama mandarin. :)))

  21. drackpack said: Aku cuma mendorong anak-anak buat belajar peduli sama orang-orang di sekitar mereka.

    yupe2 ^_^wajib

  22. sicantikdysca said: Oiya klo mandarin anakku jg nerapin yg sama dgn kk Samsem, huruf2 itu dibayangin yg dekat2 ke artinya. Aku sendiri gak ngerti blass sama mandarin. :)))

    Iya samaaaa…. aku juga nggak ngerti. Dulu baru belajar angka terus belajar anggota-anggota tubuh. Habis itu nyerahhh…

  23. rirhikyu said: yupe2 ^_^wajib

    Titip sun sayang buat Nathan yaa

  24. drackpack said: Titip sun sayang buat Nathan yaa

    okey ^_^

  25. siapa dulu mamanya mbak??? Selamat yach mbak.. tidak semua orang tua bisa memiliki anak sperti itu dan tidak semua orang tua berhasil dalam mendidik anaknya.

  26. lehistoire said: siapa dulu mamanya mbak??? Selamat yach mbak.. tidak semua orang tua bisa memiliki anak sperti itu dan tidak semua orang tua berhasil dalam mendidik anaknya.

    Waduh, aku kudu pegangan yang kuat nih biar nggak terbang baca pujian Vonny.Tapi buatku tetep semua itu karena anugerah kok, Von…. bukan karena aku bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: