Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Pilih kaya atau banyak uang

Tuhan bisa memberikan teguran pada kita lewat berbagai macam cara. Kadang-kadang bahkan lewat masalah yang sedang dialami orang lain. Seperti aku alami baru-baru ini.

Berminggu-minggu digencet masalah pekerjaan, sempat membuat aku mempertanyakan kenapa hidupku dari tahun ke tahun rasanya begini-begini saja. Padahal rasanya sudah mengerahkan segenap daya upaya untuk bisa mendapat sedikit keleluasaan dalam hal keuangan. Tapi yang ada seperti jalan di tempat. Lima belas tahun rasanya gak ada kemajuan yang berarti.

Biasanya aku bukan orang yang suka mengeluh. Biasanya aku selalu berpikir positif bahwa meskipun pas-pasan, tapi selama ini kami gak pernah juga sampai kekurangan.
Tapi hari-hari yang lumayan berat kemarin membuat berpikir positif pun jadi hal yang berat dan susaaah.
Baca-baca status facebook temen-temenku, malah bikin aku makin merasa meluncur ke bawah. Ada yang pamer lagi tour ke Holy Land, ada yang habis jalan-jalan ke Bangkok, ada lagi yang pamer mau pindah ke rumah baru…
Kenapa hidup kok sepertinya begitu mudah buat orang lain….
Dan aku tiba-tiba berubah jadi si tidak bersyukur yang punya banyak tuntutan pada Tuhan.

Tapi rupanya Tuhan gak berkenan mendengar keluh kesahku…..
Kemarin, tiba-tiba ada seorang teman telepon… tanpa basa-basi dia bilang kepingin curhat.
Temanku ini sudah aku kenal cukup lama dan aku tahu persis seperti apa kehidupannya. Dulu dia dan suaminya juga memulai usaha dari nol. Tinggal di sebuah rumah sederhana agak ke pinggir kota.
Lalu beberapa tahun belakangan tiba-tiba usaha mereka terus naik, bahkan meroket. Dalam waktu singkat mereka pindah ke sebuah rumah yang luar biasa besar di kompleks perumahan mewah di Bandung. Dari sebuah Panther tua, sekarang di garasinya gak kurang dari lima mobil mewah berjejer. Aku pernah menganggapnya sebagai orang yang sangat beruntung dan berbahagia….

Tapi waktu bicara di telepon kemarin, suaranya seperti habis menangis. Dia bilang belakangan dia gak bisa tidur tenang, gak bisa makan enak karena stress.
Penyebabnya sih klise…. suaminya berubah setelah jadi OKB.
Mungkin memang benar yang dibilang orang, bahwa kesetiaan seorang istri akan diuji pada saat-saat sulit, sedangkan kesetiaan seorang suami justru diuji pada saat senang dan sukses.
Suaminya yang dulu seorang kepala rumah tangga yang baik, ayah yang bertanggung jawab, tiba-tiba seperti dibutakan oleh kekayaan dan kesuksesan yang baru diraih.
Hidupnya sekarang melulu untuk uang. Waktu dan perhatian untuk keluarga nyaris tidak ada. Prinsip dasar hidupnya juga bergeser, kalau dulu dia mengutamakan kejujuran dalam berusaha, sekarang dia tidak keberatan menghalalkan segala cara demi meraih lebih dan lebih… Ini menjadi dilema tersendiri bagi temanku yang adalah seorang taat beribadah.
Kesedihan demi kesedihan dia simpan sendiri. Tapi kemudian semuanya menjadi tidak tertahankan setelah ketahuan suaminya menjalin hubungan dengan perempuan lain. Meskipun mereka tidak sampai bercerai, tapi sikap suaminya semakin dingin. Mereka jadi seperti dua orang asing yang cuma kebetulan tinggal satu atap. Itulah yang membuat temanku jadi stress.

Tapi yang membuatku merasa seperti ditonjok adalah kata-katanya setelah itu, “Dulu aku kepingin jadi orang sukses dan kaya, Ci… tapi sekarang kalau boleh nawar, aku mau Tuhan ambil lagi semua harta yang aku punya asal suamiku bisa balik lagi kayak dulu. Banyak uang ternyata gak bikin aku bahagia, Ci…”

Lama setelah percakapan di telepon itu berakhir, waktu aku lagi memandangi anak-anakku yang tidur tenang, kata-kata temanku itu terus berputar-putar di kepalaku.
Seandainya saat ini Tuhan memberiku pilihan, apakah aku ingin diberi uang banyak tapi kehilangan sukacita atau gak punya uang tapi hidup damai…. Mana yang akan aku pilih…
Sisi nakal hatiku bilang aku maunya banyak uang plus hidup damai….
Tapi dari yang kulihat selama ini, dua hal itu sangat jarang bisa dimiliki seseorang bersamaan. Tidak ada orang yang bisa puas dengan uang. Semakin dia punya banyak, malah semakin dia tidak bisa berhenti menginginkannya lebih…..

Padahal lagi orang bijak berkata bahwa orang kaya itu bukan orang yang memiliki banyak hal tapi orang yang bisa menikmati apa yang dia miliki biarpun sedikit….
Jadi seperti temanku itu, biarpun hartanya banyak… apa dia termasuk orang kaya?

Mungkin kalau bicara tentang kekayaan, aku malah lebih kaya dari dia. Dengan 3 anakku yang manis-manis, suami yang selalu sayang, kehangatan yang selalu ada dalam rumah bututku…. Belum lagi keajaiban pemeliharaan Tuhan yang selalu membuatku terkagum-kagum…

Jadi apa masih pantas kalau aku mengeluh dan minta lebih pada Tuhan? Bukankah selama ini Dia sudah memberiku kekayaan yang sangat sangat banyak…. biarpun bukan dalam bentuk uang bertumpuk-tumpuk…

Uang mungkin bisa membeli rumah yang bagus, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan rumah tangga….
Uang mungkin bisa membeli tempat tidur mewah, tapi tidak bisa membeli tidur nyenyak….
Uang mungkin bisa membeli obat-obatan dan vitamin paling mahal, tapi tidak bisa membeli kesehatan….
Uang bisa membawa kita ke bagian dunia manapun yang kita mau…. kecuali ke Surga…

Jadi mau pilih yang mana, kaya atau banyak uang????
Aku sudah tahu jawabannya sekarang…….

Advertisements

Comments on: "Pilih kaya atau banyak uang" (23)

  1. inspiring me, mbak Novi, kaya tidak harus berupa materi, kaya hati πŸ˜€ menghibur diri saya sendiritfs Mbak Novi

  2. yang paling penting kita masih bisa senyum yah mba…senyum bahagia tentu saja.

  3. makasih sdh diingatkan, spt ‘ditampar’ dg keras….#plakkGBU πŸ˜‰

  4. Huaaaa.. Kakakkk… Kemana saja, krucils sehat kaaannnn…Aku juga sekarang tahu jawabannya… Makasih udah berbagi ya… Sungguh, ujian untuk kita akan selalu ada. Aku doakan kakak sekeluarga selalu hidup berkecukupan…

  5. kaya asal berkah.

  6. pengen kaya hati dan banyak duit πŸ˜€

  7. Kaya asal bahagia lahir batin

  8. makasih utk berbagi ceritanya Mbak Novi…bagus banget buat renungan dan bener2 membuka mata ya πŸ™‚

  9. yg penting “cukup” ya mbak. :Dtfs.

  10. mmg manusia selalu dilanda perasaan tdk pernah puas,mbak…jd ukuran kesejahteraan selalu diukur dgn kacamata org lain, smoga hati kita selalu dipenuhi rasa syukur, krn ini yg akan menentramkan hati kita,….

  11. axhu said: tfs Mbak Novi

    Sama-sama mbak Marya…

  12. rengganiez said: yang paling penting kita masih bisa senyum yah mba…senyum bahagia tentu saja.

    Kasih senyum paling manis buat mbak Niez

  13. wintrisa said: makasih sdh diingatkan, spt ‘ditampar’ dg keras….#plakkGBU πŸ˜‰

    Sama… buat saya juga ini sebuah teguran keras…

  14. mayamulyadi said: Huaaaa.. Kakakkk… Kemana saja, krucils sehat kaaannnn…Aku juga sekarang tahu jawabannya… Makasih udah berbagi ya… Sungguh, ujian untuk kita akan selalu ada. Aku doakan kakak sekeluarga selalu hidup berkecukupan…

    Krucils sehat…. gimana Fadhlan?Aku belum sempat berkunjung ke lapak Maya… ini baru mulai jalan-jalan lagi…

  15. tiarrahman said: kaya asal berkah.

    Semoga dikabulkan sama Yang Maha Kuasa, Bang…

  16. rembulanku said: pengen kaya hati dan banyak duit πŸ˜€

    Hmmmm….. semua juga maunya begitu, Mbak…. hehehe…

  17. grasakgrusuk said: Kaya asal bahagia lahir batin

    Pilihan yang tepat sekali….*pake gaya pramusaji di pi**a h*t…..

  18. dphn04 said: makasih utk berbagi ceritanya Mbak Novi…bagus banget buat renungan dan bener2 membuka mata ya πŸ™‚

    Senang kalau apa yang aku bagi bisa bermanfaat.Kemana aja, kok udah lama gak nulis??

  19. sicantikdysca said: yg penting “cukup” ya mbak. :Dtfs.

    Iya…. asal “cukup” buat beli rumah, mobil, kapal pesiar…. hehehe….

  20. imeel said: mmg manusia selalu dilanda perasaan tdk pernah puas,mbak…jd ukuran kesejahteraan selalu diukur dgn kacamata org lain, smoga hati kita selalu dipenuhi rasa syukur, krn ini yg akan menentramkan hati kita,….

    Betul…. hati yang selalu dipenuhi rasa syukur bikin hidup tentram dan bahagia…

  21. Antara Kaya, Bahagia dan tahta…… Walalupun audience milih bahagia, tapi menurut pak Mario Kita harus milih Kaya.Kekayan bukan berupa materi tapi kaya akan sebuah kebahagian dll dll dll

  22. rosyagus said: Antara Kaya, Bahagia dan tahta…… Walalupun audience milih bahagia, tapi menurut pak Mario Kita harus milih Kaya.Kekayan bukan berupa materi tapi kaya akan sebuah kebahagian dll dll dll

    Mari jadi orang kaya……

  23. drackpack said: Senang kalau apa yang aku bagi bisa bermanfaat.Kemana aja, kok udah lama gak nulis??

    mood nulisnya masih kabur Mbak huhuhuhuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: