Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Pertolongan Yang Ajaib

Ini cerita dari seorang tetanggaku. Pelajaran tentang bagaimana manusia seringkali membatasi Tuhan dengan akalnya yang dangkal.

Awalnya beberapa waktu yang lalu, tukang lotek langgananku tutup berhari-hari tanpa tahu kenapa. Aku lumayan kehilangan, karena loteknya yang enak biasa jadi alternatif kalau aku malas masak.
Sekali waktu pas aku lewat, kebetulan suami si ibu lotek sedang nyapu di halaman rumahnya, jadi aku tanya kenapa si ibu kok gak jualan lagi.
Si bapak langsung sedih mukanya lalu bercerita kalau istrinya ternyata sakit. Ada batu di empedu yang lumayan besar dan menyumbat sehingga harus segera di operasi. Biaya operasi setelah ditanya-tanya mencapai 30 juta lebih. Tentunya tak terjangkau untuk mereka yang hanya mengandalkan jualan lotek untuk hidup.
Sudah diusahakan minta surat keterangan tak mampu, tapi ternyata butuh waktu panjang untuk mengurusnya. Sementara operasi harus dilakukan tanpa ditunda.

Aku ceritakan itu sama suamiku sepulangnya ke rumah. Rasanya kami gak bisa berbuat banyak selain ikut mendoakan supaya ada jalan buat mereka.
Tapi beberapa hari setelah itu suamiku ketemu si bapak di pos satpam depan rumahku yang kalau malam dijadikan ajang ngerumpi bapak-bapak kompleks.
Si bapak itu mungkin suntuk di rumah jadi ikut nimbrung di pos buat mengalihkan pikiran. Padahal biasanya dia gak pernah nongkrong di situ.
Suamiku mengajaknya ngobrol dan dia bercerita lagi tentang istrinya. Dia bilang sudah mencoba ke RS Hasan Sadikin yang biasanya memberi subsidi untuk kalangan tidak mampu. Tapi katanya cuma ada pemotongan biaya sekitar 3 juta saja. Beberapa RS lain yang dia datangi juga tak bisa memberi solusi.
Minta tolong pada keluarga yang dirasa mampu, tidak membawa hasil. Masing-masing punya alasan sendiri yang intinya tidak bisa membantu soal biaya.
Lebih parah lagi sejak sakit si ibu gak bisa jualan lotek yang otomatis membuat keuangan mereka semakin parah.
Suamiku cuma bisa menghibur dan bilang bahwa keluarga si bapak sedang diuji. Satu-satunya jalan kalau semua jalan kiri dan kanan sudah tertutup, ya carilah jalan ke atas. Cari pertolongan dari Tuhan.
Karena si bapak ini muslim, suamiku bilang pakailah cara yang diajarkan agama si bapak. Mungkin pertolongan itu bisa didapat kalau dia lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Lebih banyak berdoa salah satunya.
Lalu suamiku bertanya apakah si Bapak sudah coba mencoba ke RS B. Sebab tahun lalu waktu Samuel kena DB dan harus rawat inap, pelayanan di RS itu sangat-sangat memuaskan. Begitu juga waktu aku melahirkan Daniel. Biaya juga ternyata tidak semahal yang kami kira.
Tapi si Bapak itu seperti gak percaya dan bilang bahwa RS Hasan Sadikin saja cuma bisa memberi potongan sedikit, apalagi RS swasta yang dikenal mahal. Pokoknya si bapak bersikeras bilang bahwa itu mustahil.
Ya sudahlah.

Beberapa minggu kami gak mendengar lagi kabar si bapak. Warung loteknya tetap tutup. Rumahnya juga sepi seperti tidak dihuni lagi.
Tahu-tahu tadi pagi si bapak datang ke rumah, penuh senyum. Dia menjabat tangan suamiku erat-erat sambil mengucapkan terimakasih.
Lalu ceritanya pun mengalir.
Katanya sejak ngobrol dengan suamiku di pos satpam itu, dia seperti mendapat pencerahan. Malam itu juga dia mulai menjalankan sholat malam yang selama ini gak pernah dia lakukan. Tiap hari dia mengkaji kitab suci dan minta petunjuk Tuhan untuk masalahnya. Dia berhenti berharap untuk dapat pertolongan dari saudara-saudaranya dan hanya minta pertolongan dari Tuhan.
Dan benarlah bahwa Tuhan gak pernah mengecewakan ketika ada umatNya yang berseru sungguh-sungguh minta pertolongan.
Entah kenapa si Bapak kemudian seperti didorong untuk pergi ke RS B, yang menurutnya RS mahal dan hanya mengutamakan duit.
Tanpa diduga di RS itu dia bertemu salah satu kerabat jauhnya yang ternyata bekerja di lab RS. Mendengar cerita si bapak, kerabatnya itu langsung memperkenalkannya dengan seorang dokter di RS tersebut. Lalu dengan bantuan dokter tsb akhirnya si Bapak bisa bertemu dengan direktur RS dan mendapat keringanan biaya operasi. Total yang harus dibayar katanya tak sampai 10 juta. Dokter yang kemudian mengoperasi istrinya itu malah cuma dibayar separuh dari yang seharusnya. Ini benar-benar diluar dugaan si Bapak.
Belum cukup sampai di situ, ketika istrinya di RS, tiba-tiba salah satu keluarga istrinya datang dan langsung membayar separuh dari biaya RS yang harus dibayar si Bapak. Malah keluarga istrinya itu marah-marah karena gak dikasih tahu sebelumnya. Menurut si Bapak, dia memang gak berani minta tolong pada keluarga istrinya itu karena selama ini dikenal sangat pelit dan suka itung-itungan. Nyatanya malah si pelit itu yang kemudian menolong mereka.
Si bapak bilang, ternyata selama ini cara berpikirnya yang dangkal yang membuatnya gak bisa melihat pertolongan Tuhan. Tanpa sadar dia sudah membatasi kuasa Tuhan dengan akalnya sendiri.
Padahal ketika Tuhan sudah membuka jalan, apa yang menurut manusia mustahil ternyata malah tak mustahil jadinya. Bahkan orang yang pelit pun ketika hatinya sudah digerakkan Tuhan bisa jadi seorang penolong.

Bukankah memang kita sering juga demikian. Meminta pertolongan Tuhan tapi dengan sebuah skenario dalam kepala kita. Bahwa pertolongan itu nantinya akan datang dengan cara yang paling masuk akal buat kita.
Padahal siapa kita sehingga bisa mengetahui jalan pikiran Tuhan dan apa yang sebetulnya Dia rencanakan buat kita.

“Sekarang saya menyesal, Pak,” kata si Bapak itu, “Kenapa gak dari dulu-dulu saya menyerahkan semuanya sama Tuhan. Saya berharap si A dan si B bisa menolong saya. Saya menunggu-nunggu, tapi pertolongan itu gak datang-datang. Malah orang yang tidak terpikir oleh saya yang akhirnya datang mengulurkan tangan.”
“Soalnya kalau terjadi seperti yang Bapak pikirkan, Bapak gak akan merasa bahwa pertolongan itu dari Tuhan, tapi dari si A atau si B,” kata suamiku. “Seperti orang yang mau tenggelam, Pak. Orang lain baru bisa menolong kalau dia diam dan menyerahkan dirinya buat ditolong. Mungkin Tuhan juga selama ini nungguin Bapak menyerah dulu.”
“Iya, bener juga,” si Bapak mengangguk-angguk, “Dan begitu pertolonganNya datang, semua jalan seperti terbuka begitu saja. Sampai-sampai saya terheran-heran sendiri.”

Katanya si Ibu sekarang sudah pulang dari RS. Tinggal memulihkan kesehatannya. Mudah-mudahan gak lama lagi bisa kembali berjualan.

Semoga…………
Sudah lama juga gak makan lotek soalnya…….

Advertisements

Comments on: "Pertolongan Yang Ajaib" (40)

  1. Subhanallah! Tuhan memang selalu punya jalan untuk menolong orang yang kesulitan rupanya. Semoga dia tetap berada di jalan Allah dan si istri sehat seperti dulu. TFS ya cik.

  2. drackpack said: Bukankah memang kita sering juga demikian. Meminta pertolongan Tuhan tapi dengan sebuah skenario dalam kepala kita. Bahwa pertolongan itu nantinya akan datang dengan cara yang paling masuk akal buat kita.Padahal siapa kita sehingga bisa mengetahui jalan pikiran Tuhan dan apa yang sebetulnya Dia rencanakan buat kita.

    mba Nov…heeh banget nihhhhhsharingnya ngena banget mbakkkk…

  3. Hikss.. ya ampunn… Tuhan itu Besarthanx Godterharu berat, en tertohok

  4. bundel said: Subhanallah! Tuhan memang selalu punya jalan untuk menolong orang yang kesulitan rupanya. Semoga dia tetap berada di jalan Allah dan si istri sehat seperti dulu. TFS ya cik.

    Mata saya sampai berair waktu si Bapak cerita tadi, Bund.Tuhan itu kalau sudah menolong gak tanggung-tanggung ya….

  5. rengganiez said: mba Nov…heeh banget nihhhhhsharingnya ngena banget mbakkkk…

    Ehm….. sebetulnya sih saya juga ketembak tadi sama si Bapak, Mbak… Makanya saya bagiin di sini….

  6. rirhikyu said: terharu berat, en tertohok

    Samaaa, Feb…..

  7. drackpack said: Ehm….. sebetulnya sih saya juga ketembak tadi sama si Bapak, Mbak… Makanya saya bagiin di sini….

    selalu merasa jadi makhluk yang gak bersyukur banget diberi kelimpahan yang tak terkira 😦

  8. cara mintanya gimana tehbiar bisa cespleng kalo ada masalah…

  9. rengganiez said: selalu merasa jadi makhluk yang gak bersyukur banget diberi kelimpahan yang tak terkira 😦

    Iya, Mbak…. kalo udah liat orang lain yang lebih susah, baru deh sadar kalo kesusahan sendiri ini gak ada apa-apanya.

  10. luar biasatangan Tuhan memang tak terkira jangkauannyamari bersyukur dan mendekat pada-Nya πŸ™‚

  11. sharing-nya mengena banget Cie….doa dan pasrah itu kunci-nya ya..Tidak ada yang mustahil bagiNya…God almighty! πŸ™‚

  12. rawins said: cara mintanya gimana tehbiar bisa cespleng kalo ada masalah…

    Emang biasanya kalo minta sama Tuhan kayak gimana?

  13. itsmearni said: luar biasatangan Tuhan memang tak terkira jangkauannyamari bersyukur dan mendekat pada-Nya πŸ™‚

    Iya, Mbak. Gak ada yang mustahil kalau Dia sudah berkehendak.

  14. fendikristin said: sharing-nya mengena banget Cie….doa dan pasrah itu kunci-nya ya..Tidak ada yang mustahil bagiNya…God almighty! πŸ™‚

    Makasih.Tuhan memang penuh keajaiban……..

  15. Saya may menangis membacanya mbak… memang hanya DIA yang mampu merubah segala yang pahit, tidak mungkin menjadi manis dan mungkin.Du.. keluarga mbak sungguh baik. Tuhan memberkati kalian semua*hugs* from Sydney

  16. irvanairlangga said: inspiring πŸ™‚

    Makasih udah mampir….

  17. lehistoire said: Saya may menangis membacanya mbak… memang hanya DIA yang mampu merubah segala yang pahit, tidak mungkin menjadi manis dan mungkin.Du.. keluarga mbak sungguh baik. Tuhan memberkati kalian semua*hugs* from Sydney

    Jadi, jangan pernah berhenti berharap ya, Von………..

  18. amin, dikau aja yang jualan loteknya buat si ibu Nov..he.h.eh.e

  19. alhamdulillah… gak lama lagi novi bisa menikmati loteknya lagi. hehehe

  20. syukurlah, akhirnya ada solusi buat si bpk & kelnya yah…jalan keluar memang kdg2 tdk bisa diduga dan dicerna dgn akal sehat klo itu sdh melihatkan keperkasaan kuasaNya…

  21. wah, mbak Novi, ceritanya mengingatkan banget…. tfs dahbtw, memang kalo kita bener2 mau pasrah sama Tuhan, selalu ada saja jalan keluar untuk masalah kita dengan cara yg diluar dugaan kita…. Pujilah Tuhan dengan segala kuasanya….

  22. Subhanallaaaah… Terharu banget Nov…

  23. drackpack said: Iya, Mbak…. kalo udah liat orang lain yang lebih susah, baru deh sadar kalo kesusahan sendiri ini gak ada apa-apanya.

    Kakak saya yang serumah itu, akhir-akhir ini juga sering banget merasa kesenggol sama omongan saya haduh, maaf dah!

  24. harus yakin ama sayangnya Allah ya. . .nangis.

  25. Tuhan memang selalu punya cara ajaib dan selalu menolong umatNya, udah berapa kali juga ngalamin, hanya meminta kepada Dia dan jalan terbuka. Makasih sharingnya Mbak :), menyentuh sekali critanya..*jadi pengen lotek…*

  26. TFS yah … “JalanKu bukan JalanMu, RancanganKu bukan RancanganMu” … tapi emang kita sering mendikte Tuhan yah… soalnya kadang kita gak bisa nangkep gambaran besarnya. Jadi inget forward email soal “Zoom” .. he.he…Nice share mba…

  27. eddyjp said: amin, dikau aja yang jualan loteknya buat si ibu Nov..he.h.eh.e

    Walah, nanti pelanggannya malah pada kabur semua, Pak…..

  28. abonenak said: alhamdulillah… gak lama lagi novi bisa menikmati loteknya lagi. hehehe

    Mau, Teh??Rujak bancinya enak bener deh…… (promosi)

  29. imeel said: syukurlah, akhirnya ada solusi buat si bpk & kelnya yah…jalan keluar memang kdg2 tdk bisa diduga dan dicerna dgn akal sehat klo itu sdh melihatkan keperkasaan kuasaNya…

    Mudah-mudahan pengalaman ini membuat mereka lebih kuat dan percaya kekuasaan Tuhan

  30. rembulanku said: memang kalo kita bener2 mau pasrah sama Tuhan, selalu ada saja jalan keluar untuk masalah kita dengan cara yg diluar dugaan kita….

    Betul banget……Jalan ke atas gak pernah tertutup sebetulnya. Cuma seringnya kita yang lupa nengok ke atas….

  31. pingkanrizkiarto said: Subhanallaaaah… Terharu banget Nov…

    Ho’oh, Buk….. Allah itu baik….

  32. bundel said: Kakak saya yang serumah itu, akhir-akhir ini juga sering banget merasa kesenggol sama omongan saya haduh, maaf dah!

    Nah, kenapa tuh si Bude sampe kesenggol-senggol begitu???

  33. raniuswah said: harus yakin ama sayangnya Allah ya. . .nangis.

    Iya, Buk….. biasanya kalau sudah ngalamin begini baru sadar kalau kita sebetulnya disayang banget sama Allah.Mau tissu, Buk?

  34. dphn04 said: udah berapa kali juga ngalamin, hanya meminta kepada Dia dan jalan terbuka

    Ceritain dong……

  35. itawidiastanti said: “JalanKu bukan JalanMu, RancanganKu bukan RancanganMu” … tapi emang kita sering mendikte Tuhan yah… soalnya kadang kita gak bisa nangkep gambaran besarnya.

    Yesss!!!!Makasih sudah mampir yaa… salam kenal!

  36. saya suka ceritanya mbak. inspiratif, menyemangati untuk terus mendekati-Nya, bukan yang lain.

  37. inacw said: saya suka ceritanya mbak. inspiratif, menyemangati untuk terus mendekati-Nya, bukan yang lain.

    Makasih, Mba Inna……..

  38. very inspiring..pertolongan Tuhan memang ga pernah mengecewakan dan selalu tepat..benar2 carilah maka kamu akan mendapatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: