Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Kisah si kura-kura

Percaya tidak kalau mainan ini umurnya sudah lebih dari 30 tahun?

Ya harus percaya! Karena ini adalah hadiah yang aku terima dari almarhum Omaku pada hari natal tahun 1979……!!

Aku menemukannya lagi beberapa minggu yang lalu waktu sedang membereskan lemari Samuel. Dan sungguh tidak disangka, kondisinya masih sangat bagus. Batoknya yang terbuat dari plastik masih mulus tanpa goresan. Begitu pula tali yang menghubungkan kura-kura besar dan kecil, masih bagus. Tali itu kalau ditarik akan membuat si kura-kura berjalan pelan sambil memainkan musik yang merdu sekali. Bahkan gambar tempel berbentuk bunga yang kutempel dulu di atas batoknya masih ada. Satu-satunya yang berubah mungkin cuma kepalanya dan anak kura-kura yang terbuat dari bahan semacam karet, warnanya jadi kusam karena terlalu sering dipegang-pegang.


Dulu waktu kecil, aku suka menyimpan kura-kura itu di dekat bantalku dan membiarkan musiknya mengalun menemani aku tidur.

Di antara banyak mainanku, rasanya aku paling suka dengan kura-kura ini. Salah satunya karena gak ada teman-teman lain yang memiliki mainan seperti ini.
Aku masih ingat, tahun 1982 waktu gunung Galunggung meletus dan Tasik dilanda hujan abu, Mama menyuruh aku dan adikku mengemasi pakaian dan kami menginap di rumah Oma supaya kalau sewaktu-waktu harus mengungsi kami bisa pergi bersama-sama. Diam-diam aku menyelundupkan si kura-kura dalam tas bajuku. Saking sayangnya, rasanya waktu itu tidak sampai hati meninggalkannya di rumah.

Waktu adik-adik sepupuku kecil mereka suka meminjam kura-kura ini. Aku tidak pernah melepaskan mereka bermain sendiri, karena takut mereka menarik terlalu keras hingga talinya putus, atau ceroboh dan menyebabkan si kura-kura jatuh dan pecah. Lama-lama mereka kesal juga mungkin karena aku terlalu cerewet, dan akhirnya gak pernah memainkannya lagi.

Bertahun-tahun si kura-kura tersimpan di lemariku di Tasik. Sampai kemudian aku memberikannya pada Samuel kecil.
Samuel anak yang sangat apik menjaga semua barang miliknya. Sebagian besar mainannya masih dalam kondisi bagus sampai sekarang, termasuk si kura-kura.
Berbeda dengan adik-adiknya. Apalagi Daniel. Setiap diberi mainan baru, tidak berapa lama pasti rusak kalau gak berantakan sama sekali.
Makanya waktu Samuel mau memberikan kura-kura ini pada Daniel aku melarangnya. Rasanya sayang kalau mainan yang umurnya sudah tua ini harus rusak di tangan Daniel.
Mendingan dia jadi penghuni lemari saja. Entah sampai kapan….
Paling tidak setiap melihatnya aku masih bisa tersenyum-senyum mengingat kenangan masa kecilku.

Advertisements

Comments on: "Kisah si kura-kura" (32)

  1. Awet ya mbak…mainanku sewaktu kecil juga masih ada dirumah bpk,disimpan dlm lemari pajang. Buat kenang2an

  2. iras80 said: Awet ya mbak…mainanku sewaktu kecil juga masih ada dirumah bpk,disimpan dlm lemari pajang. Buat kenang2an

    Kenang-kenangan bahwa kita pernah kecil juga.. hehehe…Gimana mudiknya, Mbak?

  3. rengganiez said: Ak mauuu…

    Mau ikut main?Ayo sini, nanti aku pinjemin…

  4. hebaatt! aku juga punya ini Cie jaman masih kecil dulu..sekarang entah kemana *emang nga apik nyimpen barang* hihihihi

  5. Mau dibawa pulang, taruh samping bantal..

  6. fendikristin said: hebaatt! aku juga punya ini Cie jaman masih kecil dulu..sekarang entah kemana *emang nga apik nyimpen barang* hihihihi

    Padahal kalau masih ada bisa diwariskan sama Anna ya???

  7. rengganiez said: Mau dibawa pulang, taruh samping bantal..

    Gak boleh!!!!!!*umpetin di kolong kasur

  8. hebat sekali mbak.. bisa terawat dengan baik? :DTapi memang aku kok lebih suka melihat mainan anak – anak masa dulu yach dibandingkan yang sekarang? Kayaknya lebih… menarik., tidak keras dan si anak lebih kreatif jadinya.

  9. lehistoire said: hebat sekali mbak.. bisa terawat dengan baik? :DTapi memang aku kok lebih suka melihat mainan anak – anak masa dulu yach dibandingkan yang sekarang? Kayaknya lebih… menarik., tidak keras dan si anak lebih kreatif jadinya.

    Iya, masih bagus sekali lho…Biarpun sudah ditarik-tarik ratusan atau mungkin ribuan kali, talinya masih lentur…Sekrup-sekrupnya aja gak ada yang karatan.

  10. tinggal pilih artistik atau fungsional πŸ˜€

  11. apik banget, bisa utuh begitu sampai 30 tahun…

  12. tiarrahman said: tinggal pilih artistik atau fungsional πŸ˜€

    Kayaknya lebih berat ke yang pertama, Bang…. hehehe…Nilai historisnya lebih besar soalnya….

  13. abonenak said: apik banget, bisa utuh begitu sampai 30 tahun…

    Saking sayangnya, Mbak…..

  14. Barang zaman dulu emg sll lbh awet ya, Mbak πŸ™‚ tahan banting. So sweet!

  15. dinantonia said: Barang zaman dulu emg sll lbh awet ya, Mbak πŸ™‚ tahan banting. So sweet!

    Padahal ada tulisannya “Made in China” lho…..Bandingin deh dengan produk China sekarang. Belum dibanting aja udah rusak duluan.

  16. wah keren teh…aku punya apa ya yang sudah masuk kategori antik gitu..?

  17. Mainannya awet ya, gak kayak mainan jaman sekarang cepet rusak..

  18. nanti bisa diberikan ke cucunya mbak? πŸ˜€

  19. apa nggak mending dibuatkan kotak kaca buat simpaninnya ?

  20. rawins said: aku punya apa ya yang sudah masuk kategori antik gitu..?

    Ayo cari buat diwariskan ke Citra….

  21. grasakgrusuk said: Mainannya awet ya, gak kayak mainan jaman sekarang cepet rusak..

    Sama kayak orang-orang tua jaman dulu juga… lebih awet dibanding orang jaman sekarang….

  22. lehistoire said: nanti bisa diberikan ke cucunya mbak? πŸ˜€

    masih lamaaaaaaaaa….. Mbak….!!

  23. eddyjp said: apa nggak mending dibuatkan kotak kaca buat simpaninnya ?

    Ide bagus, Pak. Mau bikinin kotaknya?

  24. waaaah…masih mulus banget…aku setuju tuh kalo Pak Ed diminta bikinin kotak kacanya hehehehe

  25. wow awet bener..masih mulus pula

  26. Mbak Arni, Kalo mainan sekarang gak mungkin ya awet sampe sekian puluh tahun….

  27. Subhanallah…Mainan disimpan selama itu. Keren, ah Mbak!

  28. Hayoo, tuaan mana kura-kura saya sama Anaz?

  29. drackpack said: Hayoo, tuaan mana kura-kura saya sama Anaz?

    Tuaan kura2nya 3 tahun heheheEh, bener gak yah? Itu kura2 79?

  30. Eh, iya 79, soalnya umurku 9 taun waktu itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: