Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Main masak-masakan

Permainan favorit ketiga anakku ketika masih kecil adalah masak-masakan. Baik yang perempuan maupun laki-laki sama saja.
Awalnya memang aku hanya menyiasati antara keharusan menemani mereka main dan kerja di dapur. Jadilah setiap kali aku masak, kuajak mereka sekalian bermain di dekatku. Kuberi potongan-potongan sayuran, piring, sendok dan peralatan dapur lain. Mereka pun akan bermain dengan anteng sampai semua pekerjaanku selesai.

Pernah ada temanku yang berkomentar, anak laki-laki kok diajak masak-masakan kayak perempuan.
Aku bilang apa salahnya? Aku gak pernah membatasi anak-anakku untuk bermain sesuai gendernya. Anak perempuan harus main boneka atau masak-masakan dan anak laki-laki main mobil-mobilan atau perang-perangan.
Dunia anak-anak adalah dunia imajinasi. Jadi kubiarkan saja anak-anak mengikuti imajinasi mereka dalam bermain.
Debi bermain pistol-pistolan, jadi polisi yang mengejar-ngejar Daniel. Atau sebaliknya Daniel jadi koki, memasak dan menyuguhkan pada kakak-kakaknya. Semua sah-sah saja bagiku.
Gak takut anak perempuannya jadi tomboy atau anak laki-lakinya jadi keperempuan-perempuanan?
Enggak tuh…. Menurutku mereka cuma bermain dan memerankan apa yang mereka lihat dalam dunia orang dewasa. Bukankah pada kenyataannya sekarang ini nyaris gak ada lagi pembatasan gender pada berbagai bidang pekerjaan? Jadi kenapa harus membatasi dunia imajinasi seorang anak?

Dengan berbagai macam permainan mereka malah bisa belajar banyak hal.
Waktu main masak-masakan itu aku bisa sekalian mengajari mereka nama-nama sayuran dan manfaatnya bagi tubuh, dari mana asalnya nasi yang mereka makan tiap hari, bagaimana prosesnya biji bisa tumbuh jadi pohon yang kemudian bisa mereka nikmati buahnya, atau sekalian menjelaskan bagaimana makanan yang masuk ke mulut mereka diolah oleh tubuh. Hitung-hitung belajar IPA…..

Tapi tiga anak itu juga punya cara bermain yang masing-masing berbeda. Samuel senangnya menata potongan-potongan sayur di atas piring. Atau memeriksa setiap potongan dengan teliti seperti ingin tahu apa saja yang terkandung di dalamnya…. (tipe ilmuwan)
Debi lain lagi. Dia suka berpura-pura memasak sesuatu lalu berperan jadi mama dan menyuapi boneka-bonekanya…(tipe ibu rumah tangga)
Sedangkan si bengal Daniel senangnya mengacak-acak sayuran, mencampurnya dengan mainan balok atau menyumpalkan di mobil-mobilannya sampai mamanya kerepotan tiap kali harus membereskan bekas mainannya….(tipe pengacau).

Sekarang Semsem sudah mulai bisa memasak betulan biarpun baru sampai tahap bikin mie instan. Beberapa waktu lalu waktu ikut acara kemping di sekolahnya, kelompoknya adalah satu-satunya kelompok anak laki-laki yang berhasil masak nasi liwet. Dan dengan bangga dia bercerita bahwa dia sendirian yang masak karena teman-temannya gak ada yang bisa. Tentu saja sebelumnya dia memang sudah kursus kilat dulu di rumah.

Bagiku yang terpenting adalah anak-anak bisa menikmati dunia bermain mereka dengan bebas. Mengembangkan imajinasi mereka seluas-luasnya.
Itu lebih baik ketimbang melihat seorang anak duduk berjam-jam di depan komputer bermain game online. Atau melotot sepanjang hari di depan televisi menyaksikan acara yang bukan diperuntukkan bagi mereka.
Dan ketika aku bisa ikut masuk dalam dunia imajinasi itu, ikut bermain, tertawa-tawa, berguling-guling bersama… itulah kebahagiaanku yang terbesar……….


Advertisements

Comments on: "Main masak-masakan" (23)

  1. betulll mbakk…sepakat..kakak laki2ku malah jago masak dan enak2 kalo masak. Pas Ngumpul bareng mereka biasanya masak..

  2. aaah benul sekaleee ceuu..anak cowo juga kudu bisa masak yaa..biar tar klo mamahnya pas gak di rumah dese gak beli di luar mulueh ntu di poto ceu Novi ikutan narsis yaa.. 😀

  3. Mbak Niez, jujur aja dulu awal2 menikah aku juga masak diajari suami karena dia lebih pinter.

  4. Nita, Boleh dong sekali-kali ikut narsis dikiiiit…

  5. kesukaanku melipat bersama…asyik2

  6. lagian chef kan mayoritas laki-laki…

  7. haha aku jadi pengen maluwaktu kecil suka ikut masak-masakan sama temen cewek…

  8. Sama nih, Nov, si Yves ama Hugo jadi suka masak, saking seringnya ngeliat maknya berkutat di dapur. Walaupun masakan favoritnya Yves adalah bikin omelet, sedangkan Hugo adalah bikin saus bolognese. Dan mereka adl assiten terbaikku.

  9. Fotonya asik banget dah… *pasang jempol*

  10. Betul sekali. Biarkan anak kecil bermain imajinasi sepuas puasnya. Tak perlu ada pembatasan gender dan pembatasan ini itu karena dengan berimajinasi, kreatifitasnya dan keingin tahuannya terasah.

  11. whuaaa baru ngliat foto narsis cik novi!!

  12. betul sekali. kedua anak cewekku malah hobby bantuin papnya bersihkan motor/mobil,…. yg bungsu malah betah bgt seharian nemanin bapak mertua bertukang 😀

  13. mujitrisno said: kesukaanku melipat bersama…asyik2

    Iya, itu salah satu aktifitas yang asyik dilakukan dengan anak-anak

  14. abonenak said: lagian chef kan mayoritas laki-laki…

    Dan mereka gak jadi kayak perempuan kan?Itulah makanya aku membebaskan saja anak-anak mengacak-acak dapurku. Siapa tahu aja salah satu dari mereka kelak jadi Chef….

  15. rawins said: haha aku jadi pengen maluwaktu kecil suka ikut masak-masakan sama temen cewek…

    Halahhhh!!!!!Kirain waktu kecil mainannya sama ayam dan kambing kayak Citra….

  16. nonragil said: Sama nih, Nov, si Yves ama Hugo jadi suka masak, saking seringnya ngeliat maknya berkutat di dapur. Walaupun masakan favoritnya Yves adalah bikin omelet, sedangkan Hugo adalah bikin saus bolognese. Dan mereka adl assiten terbaikku.

    Asyik ya, Mbak…. jadi punya kegiatan yang bisa dilakukan bersama di rumah

  17. pingkanrizkiarto said: Fotonya asik banget dah… *pasang jempol*

    Aih, jadi maluuu*nyungsep di bantal

  18. enkoos said: Betul sekali. Biarkan anak kecil bermain imajinasi sepuas puasnya. Tak perlu ada pembatasan gender dan pembatasan ini itu karena dengan berimajinasi, kreatifitasnya dan keingin tahuannya terasah.

    Siiippp…. Jadi inget jaman kecil dulu, main masak-masakannya pake tanah, pake bunga dan daun-daunan. Mainnya juga rame-rame sama anak-anak kampung jadi seru….

  19. aghnellia said: whuaaa baru ngliat foto narsis cik novi!!

    Huaaaaa…… ini lagi satu..!!Kok pada heran banget ya liat aku narsis……*nyungsep lagi ke bantal*tambahin tutup pake sarung

  20. sicantikdysca said: betul sekali. kedua anak cewekku malah hobby bantuin papnya bersihkan motor/mobil,…. yg bungsu malah betah bgt seharian nemanin bapak mertua bertukang 😀

    Terus mamanya main sama sapa???

  21. drackpack said: Itu lebih baik ketimbang melihat seorang anak duduk berjam-jam di depan komputer bermain game online

    Saya setuju banget mbak Novie.. di sini sendiri sedang diadakan program yang tujuannya mendorong anak untuk aktif secara fisik. As tidak sedikit anak yang jarang bergerak, sibuk main computer atau game sehingga menyebabkan obes.

  22. Programnya macam apa tuh, Mbak?

  23. drackpack said: Programnya macam apa tuh, Mbak?

    Waduh.. untuk persisnya ndak tahu mbak. as daku tidak punya anak dan tidak akan pernah punya ha..haCuman.. suka nonton di TV, bagaimana pemerintah betul2 menganjurkan para ortu untuk mendorong anaknya untuk aktif dalam kegiatan olahraga 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: