Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Sudah lama juga gak nulis jurnal. Waktu yang sempit di sela-sela pekerjaan yang menumpuk gak memungkinkan untuk menulis. Buka MP paling sekedar jalan-jalan ke sana kemari. Komen pun kadang malas karena kurang leluasa ngetik lewat hape.

Sejak 2 bulan lalu aku memang kembali lagi ke pekerjaan lamaku yang kutinggalkan sejak melahirkan Daniel.
Kebutuhan hidup yang terus melonjak yang akhirnya memaksaku mengorbankan waktu luang untuk mendapat tambahan penghasilan. Apalagi dalam dua atau tiga bulan ke depan kami harus mendaftarkan Daniel masuk TK (untuk masa sekolah tahun depan).

Aku yakin bukan sebuah kebetulan ketika aku tengah berpikir tentang mencari uang tambahan, tiba-tiba seorang customer lama menelepon dan memintaku mengerjakan sesuatu untuk pengembangan usahanya.
Setelah berpikir bolak-balik menimbang untung dan ruginya, akhirnya aku memutuskan mengambil kesempatan ini. Paling tidak aku bisa menarik nafas dulu karena untuk biaya masuk sekolah Daniel dananya pasti tercukupi dari hasil kerja ini.

Kalau dipikir-pikir lagi, begitulah yang terjadi selama ini dalam hidupku. Hidup pas-pasan, pas butuh pas ada, itu memang selalu kualami.
Meskipun tidak berlebih, meskipun tiap awal bulan masih harus selalu mengerutkan kening mengatur uang yang ada untuk berbagai keperluan, tapi toh semua selalu tercukupi. Terkadang berkat itu bahkan datang dengan cara yang tidak pernah terpikir sebelumnya.

Makanya selalu kukatakan bahwa hidupku adalah hidup karena iman, bukan karena melihat. Maksudnya, meski kadang-kadang seperti mustahil atau tak terlihat ada jalan, tapi iman pada Pemberi dan Pemelihara Hidupku selalu berhasil menyelamatkan pada masa-masa paling sulit sekalipun.
Terlalu banyak kalau harus kuceritakan satu per satu di sini. Tapi salah satunya kualami waktu Samuel kena DB dan harus masuk RS (Sudah cukup lama terjadinya). Waktu itu aku sedang tak punya uang sama sekali karena siangnya seluruh tabungan baru terpakai untuk biaya Debi masuk SD.
Aku telepon adikku ternyata dia juga cuma punya sisa uang 1 juta. Akhirnya kupinjam dulu untuk uang muka ke RS. Dalam keadaan bingung dan kepepet aku masih punya pengharapan bahwa Dia yang selama ini selalu menolongku, kali ini pun pasti akan mencukupkan apa yang kuperlukan.
Tahu-tahu di hari ke dua Semsem di opname, ada seorang kenalan suami datang ke rumah lalu memberi sejumlah uang dalam amplop. Katanya dia digerakkan Tuhan untuk memberikan uang itu pada kami.
Percaya atau tidak, uang itu pas sekali untuk membayar semua biaya RS yang dibutuhkan. Praise the Lord….. Allahku sungguh hidup dan selalu tahu apa yang dibutuhkan anak-anakNya.
Begitupun ketika kemarin di awal tahun ajaran harus menyediakan dana ekstra untuk buku-buku pelajaran, seragam baru dan segala uang ini dan itu yang lumayan memusingkan, entah dari mana datangnya pada akhirnya semua itu bisa tercukupi.

Hal yang aneh adalah, berkat itu bagi kami sampai saat ini selalu cukup, tak pernah berlebih.
Awal tahun ini Samuel mendapat beasiswa dari sekolah berupa pembebasan SPP karena semester pertamanya di SMP berhasil meraih ranking 1.
Aku bilang pada suamiku, uang yang biasa buat bayar SPP kita tabung saja. Bisa buat tambah-tambah biaya dia masuk SMA nanti.
Nyatanya sampai sekarang gak pernah ada yang bisa ditabung. Tiap tanggal 10 uang yang ada ya cuma cukup buat bayar SPP Debi. Padahal biasanya kalau harus bayar SPP 2 orang selalu cukup juga.
Kadang aku berpikir, berkat yang diberikan untukku seperti sebuah kran yang dibuka ketika ada gelas kosong ditaruh di bawahnya lalu berhenti dengan sendirinya setelah gelas itu terisi penuh. Tak pernah sampai meluber ke luar.

Tapi dari semua hal itu aku belajar untuk tidak kuatir tentang hidupku di masa depan. Aku percaya Tuhanku sudah menyediakan semuanya buatku bahkan sebelum aku memintanya.
Bukan berarti kerja keras tidak diperlukan. Tetap do the best, and God will do the rest………

Advertisements

Comments on: "Live by faith not by sight" (27)

  1. Betul mbak, semua perjalanan hidup ini membuat kita belajar bahwa semua sudah ada ukurannya, sudah ada takarannya…yang terbaik ikhlas menerima dan tawakal setiap kesulitan datang menyambangi kita

  2. Thanx banget buat ingetin Cifaith in HimSemua terjadi tepat pada saatnya.Itu juga yang terjadi dlm hidupkuGBU, JBU

  3. postingan kereeeen….:)makasih banget sharinganya Nov, dalem banget…

  4. wahh mbak Nov..bener bangetz mbak…kadang sampai lupa bersyukur, padahal hidup kita sudah dipelihara oleh-Nya dengan berkat yang membuat kita bisa bertahan sampai saat ini.

  5. seringkali matematikanya hidup berbeda dengan matematikanya pelajaran di sekolah dulu ya? selalu ada kejutan…

  6. Suka banget sama jurnal ini……Tfs ya cie novi

  7. nice posting.Makasih bu novi. Gbu

  8. iras80 said: Betul mbak, semua perjalanan hidup ini membuat kita belajar bahwa semua sudah ada ukurannya, sudah ada takarannya…yang terbaik ikhlas menerima dan tawakal setiap kesulitan datang menyambangi kita

    Iya, Mbak. Tuhan yang paling tahu takaran yang pas buat kita.

  9. rirhikyu said: Semua terjadi tepat pada saatnya.

    Kadang seperti lambat tapi gak pernah sampai terlambat. Karena waktu pun diperhitungkan agar kita mendapatkan berkat itu pada saat yang terbaik. Tul gak?

  10. pingkanrizkiarto said: postingan kereeeen….:)makasih banget sharinganya Nov, dalem banget…

    Berapa meter dalemnya, Buk? Hehehe…Makasih…. ini cuma mengingatkan diri sendiri supaya selalu bersyukur…

  11. rengganiez said: wahh mbak Nov..bener bangetz mbak…kadang sampai lupa bersyukur, padahal hidup kita sudah dipelihara oleh-Nya dengan berkat yang membuat kita bisa bertahan sampai saat ini.

    Manusiawi, mbak…. berkat yang banyak kadang bikin manusia lupa sama yang memberi berkat. Pas giliran berkatnya mampet baru deh rajin cari Tuhan…

  12. abonenak said: seringkali matematikanya hidup berbeda dengan matematikanya pelajaran di sekolah dulu ya? selalu ada kejutan…

    Dan dari situlah kita melihat indahnya pemeliharaan Tuhan….

  13. dgreena said: Suka banget sama jurnal ini……Tfs ya cie novi

    Makasih mbak Dina….*peluuukkkk….

  14. sicantikdysca said: nice posting.Makasih bu novi. Gbu

    Makasih mbak Vrisca

  15. Cie Novi pantesan nga pernah keliatan hihihihibener bangeettt God is good all the time…God bless you always Cie & fam 🙂

  16. fendikristin said: Cie Novi pantesan nga pernah keliatan hihihihibener bangeettt God is good all the time…God bless you always Cie & fam 🙂

    Sekarang udah keliatan lagi kan??? Mudah-mudahan gak ngilang lagi….

  17. We have a good n amazing God 🙂

  18. dinantonia said: We have a good n amazing God 🙂

    Yesss!!!!!

  19. drackpack said: Bukan berarti kerja keras tidak diperlukan. Tetap do the best, and God will do the rest………

    Saya setuju bener dengan kalimat-kalimat yang ini. Sepanjang kita percaya kepada Allah yang pengasih, jalan akan dibukakan melalui kerja kita apa pun bentuk pekerjaannya. Kadang dengan sedikit meringankan beban kerja orang, kita juga beroleh upah yang lumayan sebagai penyambung hidup.Selamat melanjutkan karier ya cikpie, tetap semangat!

  20. Iya, Bund… sepanjang kita masih mau usaha pastinya berkat bakal disediakan.

  21. Terimakasih untuk renungannya mbak… yang telah mengingatkan dan mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dan bersyukur dalam segala perkara.

  22. lehistoire said: Terimakasih untuk renungannya mbak… yang telah mengingatkan dan mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dan bersyukur dalam segala perkara.

    Ini Mbak Vonny??? MPnya baru?

  23. drackpack said: Ini Mbak Vonny??? MPnya baru?

    Iya mbak.. apa kabar? Ini MP baru dan juga yang terakhir setelah akhirnya sudah bisa “bernafas denga lega” di MP dan dunia mya ha..ha

  24. Syukur deh… mudah2an habis ini gak kabur lagi.Kingkongnya udah gak nguber lagi, Mbak?

  25. drackpack said: Syukur deh… mudah2an habis ini gak kabur lagi.Kingkongnya udah gak nguber lagi, Mbak?

    wah.. itu mah tiap hari mbak..ha…ha.. tapi tidak apa.. bersyukur masih dikejar kingkong mbak.. berarti masih diberikan kepercayaan.Semoga tidak keberatan jika saya baca2 blognya mbak Novie walaupun belum jadi contact. As saya belum terpikir untuk menerima contact dulu mbak. masih takut nyandu ama MP wkkk…wkk

  26. Gapapa. Ini kan saya set for everyone. Siapa pun boleh baca.Saya masih anggap mbak Von sbg kontak saya lho, biarpun bajunya sekarang beda…

  27. drackpack said: Gapapa. Ini kan saya set for everyone. Siapa pun boleh baca.Saya masih anggap mbak Von sbg kontak saya lho, biarpun bajunya sekarang beda…

    Suatu saat nanti saya akan bercerita mengapa saya selalu datang dan pergi dari dunia MP.. walaupun ini berarti saya harus membuka kenangan buruk bagi diri saya, kenangan dan aib masa lalu tetapi biarlah.. agar apa yang saya alami tidak dialami oleh siapapun.. nanti mbak Novie akan saya PM (hanya saja jangan pingsan yach mbak kalau sudah membacanya).Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: