Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Sedikit terbelalak membaca berita di koran PR pagi tadi :

Sebanyak 67,1 persen siswa SMP mengaku telah melakukan hubungan seks (bersetubuh) berdasarkan survei yang dilakukan pada 4500 siswa yang ada di 12 kota besar di Indonesia.
Kondisi tersebut juga didukung dengan data bahwa 97,2% dari mereka pernah membuka situs web porno.
Data selanjutnya menambahkan bahwa 91% dari mereka sudah pernah melakukan kissing, petting atau oral seks. Bahkan data tersebut juga menyebutkan 22% siswi SMU pernah melakukan aborsi.

Membaca data-data yang menyedihkan dan membuat miris itu aku cuma bisa berteriak dalam hati : DIMANA PARA ORANG TUA??

Begitu sibukkah orang tua jaman sekarang hingga tak ada lagi waktu untuk memberi bimbingan moral atau agama pada anak-anak?
Apakah sudah merasa cukup membayar puluhan juta untuk pendidikan di sekolah “terbaik” lalu menyerahkan tugas itu pada pihak sekolah?

Payahnya lagi, ketika ada masalah yang berhubungan dengan moralitas seperti ini, orang tua malah ramai-ramai menunjuk media sebagai penyebab tragedi.
Gempuran pornografi lewat internet memang semakin menjadi sekarang ini. Tapi bukankah tugas orang tua untuk menjadi filter buat anak-anaknya? Bukankah tugas orang tua memberikan bimbingan tentang yang baik dan buruk, benar dan salah.

Berharap dengan sepenuh hati para orangtua sadar sebelum survei membuktikan hal yang lebih buruk lagi……

WASPADALAH ! WASPADALAH !

Advertisements

Comments on: "Survei Membuktikan……………" (39)

  1. Hiiiiii serem amat! Di sini soalnya adalah hilangnya PKK dari kelas-kelas formal di sekolah. Jadi mereka tidak tahu adab sopan santun dalam pergaulan kayaknya sih.

  2. pentingnya pendidikan seks sejak dini…

  3. jandra22 said: Hiiiiii serem amat! Di sini soalnya adalah hilangnya PKK dari kelas-kelas formal di sekolah. Jadi mereka tidak tahu adab sopan santun dalam pergaulan kayaknya sih.

    Iya, Bund… anak sekarang biar lebih pinter-pinter tapi banyak yang kurang ngerti tatakrama.Jaman aku SD masih ada tuh pelajaran PKK….. (hihihi…. ketauan deh SDnya taun berapa…)

  4. abonenak said: pentingnya pendidikan seks sejak dini…

    Masih banyak orang tua yang menganggap tabu, Mba.Anak sulungku sekarang mulai suka bertanya-tanya masalah seperti itu. Sebisa mungkin aku jelaskan. Dari pada nanti dia cari tahu dari luar, aku gak bisa mengontrol…

  5. drackpack said: Iya, Bund… anak sekarang biar lebih pinter-pinter tapi banyak yang kurang ngerti tatakrama.Jaman aku SD masih ada tuh pelajaran PKK….. (hihihi…. ketauan deh SDnya taun berapa…)

    Lha tua’an aku, wong aku sampe SMA aja masih ada, yaitu pelajaran “Home Economics” yang gurunya adalah Ibu Jaatje seorang bangsawan Sunda yang haluuuus. 😀

  6. drackpack said: Masih banyak orang tua yang menganggap tabu, Mba.Anak sulungku sekarang mulai suka bertanya-tanya masalah seperti itu. Sebisa mungkin aku jelaskan. Dari pada nanti dia cari tahu dari luar, aku gak bisa mengontrol…

    Di Belgia masuk kurikulum SD lho, makanya saya nggak ragu-ragu bicara soal seks dengan anak-anak dan cucu saya. Memang mending kita yang kasih tahu cik. Setuju banget saya.

  7. Orangtua wajib menjadi filter atas gempuran2 itu…

  8. orang tuanya ga kemana manacuma masih risih memposisikan diri sebagai teman…

  9. Astagfirullaaaaaaaahhh, anak smp jaman skrnggggggtp emang ada kejadian nih, terungkap baru2 ini n aku gak nyalahin anak itu klo emang dia skrng rusak

  10. Salah ibunya yg mentelantrakan dia!Ibu itu enak saja ninggalin anaknya disini n dia malah enak2n di megeri org sonooohhh, jadi pengantin baru tp gak mw repot ngurusin anak semata wayangnya itu! WHAT A GREAT MOTHER, RIGHHHTTTT?

  11. Haduhhhh ngeri sekali. Peranan orang tua memang penting, tetapi media juga perlu dijewer.

  12. Dampak negatif dari keran informasi yang terbuka lebar..

  13. Ah, korannya asbun deh..he.he.he..

  14. Anak sekarang terlalu dikekang malah berani…

  15. mellyheaven said: Salah ibunya yg mentelantrakan dia!Ibu itu enak saja ninggalin anaknya disini n dia malah enak2n di megeri org sonooohhh, jadi pengantin baru tp gak mw repot ngurusin anak semata wayangnya itu! WHAT A GREAT MOTHER, RIGHHHTTTT?

    dendam masih membara Mel ? qiqiqiq….

  16. wah gimana ngejelasinnya ya kalau anak menanyakan seputar seks?

  17. mayamulyadi said: Orangtua wajib menjadi filter atas gempuran2 itu…

    Setuju.

  18. rawins said: orang tuanya ga kemana manacuma masih risih memposisikan diri sebagai teman…

    Karna orang tua gak mau jadi teman, makanya anak cari teman-teman lain di luar. Begitu salah berteman, terjerumus deh….

  19. mellyheaven said: Astagfirullaaaaaaaahhh, anak smp jaman skrnggggggtp emang ada kejadian nih, terungkap baru2 ini n aku gak nyalahin anak itu klo emang dia skrng rusak

    Cerita yang “Itu” ya???Aku gak mau komentar kalao masalah “Itu”, soalnya aku gak terlibat secara langsung.Tapi bagiku kalau seorang anak berkelakuan negatif, mestinya orang tua yang salah. Kenapa dia gak ngajarin yang baik buat anaknya.Suatu saat kelak dihadapan Tuhan yang akan diminta pertanggung jawaban atas anak itu pastilah ortunya, bukan pengasuhnya, temannya atau gurunya.*Ih, aku kok jadi kalap…..

  20. enkoos said: Haduhhhh ngeri sekali. Peranan orang tua memang penting, tetapi media juga perlu dijewer.

    Media itu kan ibarat pisau. Bisa bermanfaat, tapi bisa juga merusak. Tergantung yang memakai.Makanya aku bilang penting fungsi kontrol dari orang tua.Urusan menjewer media udah ada yang berwenang, jatahku ya menjewer anak-anakku sendiri… hehehe…

  21. nitafebri said: Dampak negatif dari keran informasi yang terbuka lebar..

    Makanya jadi ortu sekarang gak boleh gaptek ya, Nit….

  22. eddyjp said: Ah, korannya asbun deh..he.he.he..

    Soal angka yang disebut media aku gak tahu tepat atau tidak. Tapi masalah free sex di kalangan anak abege ini memang membuat prihatin.Kebetulan aku terlibat di sebuah pelayanan khusus wanita. Dari mulai anak abege sampai ibu-ibu. Suatu kali dalam sebuah pembinaan untuk anak remaja putri, ditanya berapa banyak peserta yang sudah tidak virgin. Mengagetkan sekali karena dari sekitar 100 orang peserta hampir separuhnya mengaku sudah tidak virgin lagi…

  23. nanabiroe said: Anak sekarang terlalu dikekang malah berani…

    Memang sebaiknya jangan dikekang. Aku lebih setuju mereka diberi bekal yang cukup tentang moral dan agama, plus pengawasan dari orangtua.

  24. pingkanrizkiarto said: dendam masih membara Mel ? qiqiqiq….

    Iya nih, Melly…. inget yang “Itu” terus….

  25. nia12vein said: wah gimana ngejelasinnya ya kalau anak menanyakan seputar seks?

    Kalau aku menjelaskan dengan cara santai aja, Mba… Sampai batas-batas tertentu pastinya.Kalau terlalu ditakut-takutin bahwa itu hal yang terlarang, nanti anak malah penasaran dan pingin nyoba.

  26. pingkanrizkiarto said: dendam masih membara Mel ? qiqiqiq….

    Dendam sich enggak, mba Pingg…Gondok ajaaahhh, hehehe…

  27. drackpack said: Cerita yang “Itu” ya???Aku gak mau komentar kalao masalah “Itu”, soalnya aku gak terlibat secara langsung.Tapi bagiku kalau seorang anak berkelakuan negatif, mestinya orang tua yang salah. Kenapa dia gak ngajarin yang baik buat anaknya.Suatu saat kelak dihadapan Tuhan yang akan diminta pertanggung jawaban atas anak itu pastilah ortunya, bukan pengasuhnya, temannya atau gurunya.*Ih, aku kok jadi kalap…..

    Setujuuuhhh… that’s why i said, “What a great motherrrr!”

  28. drackpack said: Iya nih, Melly…. inget yang “Itu” terus….

    Langsung pusing gitu kalo inget “itu”. -_________-

  29. ini dia Cie..apalagi anak-ku anak perempuan, bener2 harus dijaga ekstra, tapi kata orang ibarat pasir di genggaman kalau di genggam rapat-rapat pasir akan keluar melalui jari-jari, kalau di buka lebar telapak tangan pasir tetap akan jatuh…. sekarang ini sih yang aku lakukan tanamkan takut akan Tuhan sedini mungkin…mudah2an bisa membentengi gempuran2 dari luar yang uda uedaan ini 😦

  30. fendikristin said: ini dia Cie..apalagi anak-ku anak perempuan, bener2 harus dijaga ekstra, tapi kata orang ibarat pasir di genggaman kalau di genggam rapat-rapat pasir akan keluar melalui jari-jari, kalau di buka lebar telapak tangan pasir tetap akan jatuh…. sekarang ini sih yang aku lakukan tanamkan takut akan Tuhan sedini mungkin…mudah2an bisa membentengi gempuran2 dari luar yang uda uedaan ini 😦

    Like thiiiissss

  31. mellyheaven said: Langsung pusing gitu kalo inget “itu”. -_________-

    Jangan mikirin itu lagi… pikirin rencana merit aja…… (malah tambah pusing…. hahaha…)

  32. fendikristin said: ini dia Cie..apalagi anak-ku anak perempuan, bener2 harus dijaga ekstra, tapi kata orang ibarat pasir di genggaman kalau di genggam rapat-rapat pasir akan keluar melalui jari-jari, kalau di buka lebar telapak tangan pasir tetap akan jatuh…. sekarang ini sih yang aku lakukan tanamkan takut akan Tuhan sedini mungkin…mudah2an bisa membentengi gempuran2 dari luar yang uda uedaan ini 😦

    Sangat-sangat setuju….!Mendidik anak jaman sekarang gak bisa mengandalkan kekuatan sendiri, mesti banyak-banyak minta hikmat sama Tuhan.

  33. mellyheaven said: Like thiiiissss

    Hayooo, calon Ibu…. catet baik-baik yaa….!

  34. drackpack said: Soal angka yang disebut media aku gak tahu tepat atau tidak. Tapi masalah free sex di kalangan anak abege ini memang membuat prihatin.

    Angka perkeboan mahasiswa adalah sekitar 20 %, trend ini tidak berubah sejak 20 tahun lalu.Jika anak smp 67 % menurut daku bisa jadi saja, tergantung darimana doi ambil sampelnya, kalo dari anak dugem, mungkin ada benernya, tp kalo total populasi daku meragukannya.

  35. drackpack said: Suatu kali dalam sebuah pembinaan untuk anak remaja putri, ditanya berapa banyak peserta yang sudah tidak virgin. Mengagetkan sekali karena dari sekitar 100 orang peserta hampir separuhnya mengaku sudah tidak virgin lagi…

    Apakah bisa jadi yang ikut pembinaan kerna merasa diri nggak pirgin lagi, sehingga merasa diri harus dibina ? :)) makanya angkanya jadi tinggi ? kalo gitu gereja bukanlah tempat yang pas untuk mencari anak perawan ? wakakakakak

  36. drackpack said: Jangan mikirin itu lagi… pikirin rencana merit aja…… (malah tambah pusing…. hahaha…)

    Betul ituh, hehehehehe… *sigh…

  37. eddyjp said: Angka perkeboan mahasiswa adalah sekitar 20 %, trend ini tidak berubah sejak 20 tahun lalu.Jika anak smp 67 % menurut daku bisa jadi saja, tergantung darimana doi ambil sampelnya, kalo dari anak dugem, mungkin ada benernya, tp kalo total populasi daku meragukannya.

    Masalah angka bisa saja meragukan. Tapi kenyataannya free sex sekarang ini sudah jauh lebih memprihatinkan dibanding sepuluh atau dua puluh tahun ke belakang.Bahkan kalau angka persentase itu didapat dari sampel 4500 anak-anak dugem, tetap saja miris rasanya mengingat umur yang masih sebelia itu.Angka-angka itu buatku cuma jadi pengingat, sebagai orang tua yang punya anak remaja dan menjelang remaja, perlu meningkatkan kewaspadaan. Paling nggak menjaga supaya anak-anakku tidak masuk dalam bilangan angka itu….

  38. mellyheaven said: Betul ituh, hehehehehe… *sigh…

    Wisata kuliner lagi aja kalo gitu yukkk…!!!!

  39. rawins said: orang tuanya ga kemana manacuma masih risih memposisikan diri sebagai teman…

    setuBuheh,,,seTuJuhaje dah:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: