Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Ketika saat teduh tadi pagi, aku berdoa minta agar Tuhan memberiku hati yang selalu melimpah dengan ucapan syukur. Bukan berarti aku tak pernah bersyukur selama ini, tapi aku ingin supaya dalam keadaan yang paling buruk sekalipun ucapan syukur itu tetap ada. Karena aku yakin apapun yang terjadi dalam hidupku adalah bagian dari rencanaNya. Dan di atas segalanya aku percaya rencanaNya itulah yang terbaik untuk hidupku.

Rupanya kali ini permintaanku langsung diuji lewat situasi heboh yang terjadi sejak pagi tadi.
Diawali dengan kecemasan yang tiba-tiba datang karena panas badan Debi terus naik sampai hampir mencapai 40 di termometer.
Sebetulnya sudah dari minggu kemarin dia batuk dan sempat kumat juga asmanya. Tapi sampai kemarin keadaannya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Hari sebelumnya dia malah bersikeras sekolah karena ada ulangan. Ternyata pulang sekolah badannya malah panas. Katanya tadi muntah segala di sekolah. Aku beri obat penurun panas plus kompres, tapi ternyata panasnya gak mau turun. Semalaman dia gelisah gak bisa tidur.
Akhirnya pagi-pagi tadi Papanya memutuskan membawa ke dokter.

Di jalan iseng-iseng aku membuka buku kecil catatan kesehatannya. Ternyata terakhir Debi ke Dsa adalah bulan Maret 2008. Sudah lama juga. Biasanya aku memang gak membawa anak-anak ke dokter kalau nggak terlalu berat sakitnya.
Aku ingat buku yang sama milik Daniel juga sampai sekarang cuma berisi catatan imunisasinya, gak ada riwayat sakit.
Di tengah kecemasan melihat kondisi Debi, aku menemukan point pertama untuk disyukuri : Anak-anak yang sehat.

Hari itu Dsa yang biasa menangani anak-anakku praktek di RS Borromeus. Lumayan juga jauhnya.
Dasar memang sedang diuji, begitu keluar tol Pasteur si Utun, mobil tua kami, tiba-tiba berulah. Mesinnya mati tiba-tiba.
Untungnya jalan tidak sedang macet dan kami sedang berada di jalur kiri jadi bisa langsung menepi (Bersyukur lagi…)
Suamiku coba kotak-katik. Colok sana sini, periksa ini itu. Sempat hidup sebentar tapi lantas mati lagi. Sampai dua kali begitu.
Aku mulai cemas lagi. Takutnya dokter keburu pulang karena biasanya di RS pasiennya gak banyak. Tambah lagi melihat Debi yang duduk lemas dengan suhu tubuh membara.
Sambil menekan kekhawatiran aku bercanda bilang, “Duh, Utun… kalau mau ikutan sakit jangan sekarang dong. Please, anterin dulu ini pasien ke RS…”
Lalu seperti beneran mengerti ucapanku, waktu suamiku coba hidupkan lagi si Utun langsung cek gur….. hidup! Trus selanjutnya jalan lagi mulus seperti gak ada apa-apa.
Suamiku sampai ketawa-ketawa senang. Memang si Utun ini mobil yang penuh pengertian…..
Tambah lagi satu point untuk bersyukur : Biarpun sudah tua, butut dan suka ngadat, bersyukur masih punya kendaraan sendiri. Bayangkan kalau harus menempuh perjalanan sejauh itu naik angkot. Dalam kondisi anak sakit pula…..

Sampai di Rumah Sakit, untunglah dokternya masih ada walaupun pasiennya sudah habis. Malah jadi enak karena gak usah menunggu lama (Bersyukur lagi….)
Dan bertambah lagi alasan untuk bersyukur karena ternyata Debi gak kena penyakit serius. Radang tenggorokan saja. Dikasih antibiotik plus larangan makan gorengan kesukaannya.

Hari ini bagiku cukup melelahkan secara fisik maupun emosi. Tapi intinya adalah dalam keadaan seperti apapun, jika kita mau, selalu ada yang patut disyukuri.
Mengeluh dan bersungut-sungut tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik mengubah sudut pandangan kita, mencari berkat yang tersembunyi di balik setiap gunung persoalan.
Hidup selamanya tidak akan pernah bebas dari masalah. Yang terpenting aku tahu bahwa Dia memelihara hidupku dengan sempurna. Itulah alasan utamaku untuk bersyukur.

Memandangi Debi yang tidur nyenyak setelah diberi obat, aku bersyukur lagi karena segalanya berakhir baik hari ini….

Advertisements

Comments on: "Selalu Ada Alasan Untuk Bersyukur" (12)

  1. Sukur lah udah turun demam nya.Punya anak kecil memang banyak tantangan nya.

  2. semuga Debi cepet sembuh yahh…Iya mbak, belajar utk bersyukur dalam segala perkara..

  3. faiziki said: Sukur lah udah turun demam nya.Punya anak kecil memang banyak tantangan nya.

    Iya, Mba… Paling cemas kalau anak demam. Aku udah mikir macem-macem tadi… takut DBD…Untungnya nggak….

  4. rengganiez said: semuga Debi cepet sembuh yahh…Iya mbak, belajar utk bersyukur dalam segala perkara..

    Makasih tante Niez……….

  5. huff… syukurlah berakhir dengan baik… oya, debie cepat sehat ya nak. 🙂

  6. Ikut bersyukur juga ya cik. Semoga semuanya baik-baik aja.Selamat istirahat Debie, cepat sembuh ya?!

  7. jandra22 said: Ikut bersyukur juga ya cik. Semoga semuanya baik-baik aja.Selamat istirahat Debie, cepat sembuh ya?!

    engga manggil cipie lagi tan..

  8. badan sakit memang ga enak teh…apalagi kalo anak yang sakit..

  9. abonenak said: huff… syukurlah berakhir dengan baik… oya, debie cepat sehat ya nak. 🙂

    Amin….. makasih doanya Mba…

  10. jandra22 said: Ikut bersyukur juga ya cik. Semoga semuanya baik-baik aja.Selamat istirahat Debie, cepat sembuh ya?!

    Udah bisa berantem lagi sama adiknya sekarang, Bunda.Kayaknya kemarin cuma kangen aja sama dokternya…. hehehe…

  11. tiarrahman said: engga manggil cipie lagi tan..

    Hehehe………

  12. rawins said: badan sakit memang ga enak teh…apalagi kalo anak yang sakit..

    Gak kebayang lagi kalo anaknya jauh kayak kang Rawin ini…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: