Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Mesin Jahit Ibuku

Ada yang mengusik kenanganku ketika pulang kampung ke Tasik minggu kemarin.
Mesin jahit tua yang teronggok di paviliun samping.

Rasanya ada berjuta-juta cerita tersimpan dalam mesin Singer tua itu.
Dia sudah menemani Mamaku selama berpuluh-puluh tahun. Mungkin lebih lama dari yang bisa kuingat.

Waktu kecil dulu aku selalu terkagum-kagum melihat lembaran-lembaran kain berubah menjadi baju-baju yang indah lewat tangan terampil Mama dibantu mesin jahit tua itu.
Mulai baju-baju masa kecilku yang biasanya dibuat kembaran dengan adikku, baju seragam sekolah, baju tidur, sampai gaun-gaun ulang tahun yang cantik.

Yang aku ingat lagi, Mama pernah menyuruhku belajar menjahit. Mungkin karena melihat aku selalu betah duduk disebelahnya, melihatnya menyelesaikan jahitan sambil bercerita-cerita. Tapi sebentar saja sudah ketahuan kalau aku sama sekali tidak ada bakat dalam pekerjaan yang membutuhkan kerapian. Baju hasil karyaku gak ada yang bisa dipakai. Bahkan aku sendiri ogah memakainya karena sama sekali gak enak. Mencong sana-sini….

Waktu Papaku meninggal, mesin jahit itu jadi tumpuan Mama untuk menghidupi anak-anaknya plus membayar biaya kuliahku. Masa-masa yang berat itu bunyi mesin jahit seperti tak pernah berhenti terdengar di rumah. Siang dan malam.

Sampai aku lulus dan bekerja, aku minta Mama untuk pensiun menerima jahitan. Aku ingin dia beristirahat saja menikmati masa tua.

Tapi Mama dan mesin jahitnya sudah tak bisa dipisahkan. Biarpun tidak menerima jahitan dari orang lain, mesin jahit itu masih terus saja bekerja. Menjahit baju-baju seragam kerjaku lalu kemudian baju-baju hamilku, popok, kain bedong dan pakaian-pakaian bayi, sampai kemudian pakaian anak-anakku yang lagi-lagi sering dibuatnya kembaran.

seperti ini

Bahkan sekarang setelah mata Mama mulai kurang awas dan punggungnya sakit kalau terlalu lama membungkuk, mesin jahit itu masih belum juga pensiun. Di saat-saat ketika Mama kangen padanya, terciptalah baju-baju mungil untuk boneka barbie milik Debi.

Mungkin sampai kapanpun Mama memang tidak bisa berpisah dengan mesin jahit kesayangannya.


Advertisements

Comments on: "Mesin Jahit Ibuku" (24)

  1. Salam tuk tante :)*jadi kangen menjahit lg 🙂

  2. Hiks… Aku udah lama ngga jahit…Jadi inget mesin jahit mama di rumah…

  3. @Febbie : bìsa jahit juga toh?*setengah tak percaya

  4. @Maya : Ayoo, jahit baju buat Fadhlan…!

  5. Gak bisa jahit, puyeng bikin polanya! 😦

  6. Namanya udah Hobi, susah kalai ya kalau mau berhenti 🙂

  7. Mama yang hebat. Salam!

  8. sama tuh ma mesin jahit ibuku, Singer hitam…..*jadi kangen Ibuk*

  9. Cik, jadi inget mesin ipar saya (saudaranya mantan suami) yang penjahit. Dulu sekali pakai yang model begini, ini mesin jahit “goyang kaki” bukan ya?Saya kalau ngasih tahu anak-anaknya, mereka selayaknya bersujud di hadapan ibunda mereka, karena hasil “goyang kaki” ibunda menjadikan mereka para cerdik cendekiawan. Coba, kalau cuma mengandalkan gaji PNS bapaknya, belum tentu deh!TFS, bikin saya kepengin mampir ke rumah beliau siang ini.

  10. Ibuku punya juga tapi merk Butterfly…aku juga sering makai, Sampai sekarang mesin jahit itu masih ada dan masih dipakai, plus gunting hitam yang berat dan super tajam.Saya dulu rajin jahit mbak, dari mulai blus, tas, rok, jilbab, semua bikin sendiri…tapi sekarang?..saya pernah beli mesin jahit (saking pinginnya) elektrik yang bisa bordir juga…tapi dari beli sampai kemudian saya hibahkan ke kakak, saya belum pernah makai…padahal belinya waktu itu ngoyo banget saking pinginnya..

  11. iras80 said: gunting hitam yang berat dan super tajam.

    Anti karat pula. Mereknya Solingen. Saya pernah ke showroomnya di Jerman.

  12. @Mba Amel : toooss…! @Mba Rosy : bukan hobi lagi, Mba, tapi sudah menyatu dengan hidup beliau. Jadi ya gak bakal bisa berhenti @Bu Ping : salam deh buat Ibunya…

  13. @Bang Tiar : semua Ibu pastilah hebat di mata anaknya….

  14. bundel said: Anti karat pula. Mereknya Solingen. Saya pernah ke showroomnya di Jerman.

    iya bener Bunda..sampai sekarang masih awet dan tajam.

  15. @Bunda : aslinya sih goyang kaki, tapi lantas dipasang dinamo jadi gak terlalu capek…Suara mesin jahit itu seperti irama musik yang mengantar pertumbuhan saya. Seandainya Mama gak punya keahlian menjahit, entah jadi apa kami waktu Papa meninggal…

  16. drackpack said: @Bunda : aslinya sih goyang kaki, tapi lantas dipasang dinamo jadi gak terlalu capek…Suara mesin jahit itu seperti irama musik yang mengantar pertumbuhan saya. Seandainya Mama gak punya keahlian menjahit, entah jadi apa kami waktu Papa meninggal…

    Iya betul sekali, sampe ada teman saya yang waktu ada kelas bahasa Inggeris untuk ibu-ibu disuruh cerita, maksudnya dia mau cerita ketemu penjahit, bilangnya malah “there was a singer……….” tapi tangannya sambil ngontel “setir”nya mesin jahit itu lho bukan nggambarin orang pegang mike hahaahahaha………….Untung ada teman anu ngartieun, jadi aja seru!

  17. @Mba Erwin : Mama pernah beli Singer yg lebih modern, bisa lobang kancing, neci, dan banyak lagi. Tapi katanya tidak senyaman Singer tuanya. Jadi akhirnya dijual lagi. Mba Erwin kan sekarang sibuk, jadi mana sempat jahit-jahitan. Tapi keterampilan itu suatu saat kelak pasti berguna juga

  18. @Bunda : kalo gak salah gunting Mama juga merknya itu. Memang tajam sekali.

  19. Jadi inget kisah mesin jahit dirumah yang penuh kenangan juga..Mesin jahit itu punya si mbah (dari bapak) yang udah lama meninggal, dibiarkan teronggok gitu aja di ruang keluarga..Anehnya, jika ada yang mau pake, mesin jahit itu macet cet, gak mau jalan sama sekali. Tapi ketika mbah putri dari Ibuku meninggal, dan kita butuh buat jahit kain kafannya, mesin jahit itu bisa berfungsi lagi, alias bisa dipake..aneh kan? setelah selesai, trus macet lagi dan gak berfungsi lagi meski udah diperbaiki kayak apa juga..Terakhir, pas Bapak meninggal dan butuh jahit kain kafan lagi, eh..si mesin jahit itu kok ndilalah bisa dipake lagi, gak macet kayak biasanya. Akhirnya Ibu gak mau kepikiran. Mesin jahit itu akhirnya dikasih ke orang..Mesin jahit yang aneh dan lucu 🙂

  20. Wah, serem juga kalau maunya cuma jahit kain kafan…..

  21. drackpack said: Wah, serem juga kalau maunya cuma jahit kain kafan…..

    hehe..misteri mesin jahit kain kafan..seru tuh buat judul pilem horor..

  22. singer, aku juga punya…. suka beli kain buat sprei, bantal, yg mudah2lah…. soalnya klo yg baju dll udah nggak sempet. kangen jahit lagee.

  23. wah…aku pingin banget belajar menjahit 😀

  24. Ambil kursus, Mba…Kalo aku sih udah nyerah dari dulu… Hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: