Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Daniel belajar berdoa

Sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami melakukan doa bersama setiap sore sebelum makan malam. Bukan hanya aku dan suami tapi anak-anak juga dilibatkan bahkan sejak mereka masih kecil dan baru belajar bicara. Kami menyebutnya Mezbah Keluarga.

Waktu Semsem masih kecil dulu aku mengajarinya doa pendek. Dan doa itu yang selalu dia ucapkan dalam doa bersama, sampai kemudian dia cukup besar dan bisa mengucapkan doanya sendiri.
Debi juga begitu. Waktu kecil selalu mengucapkan doa sesuai dengan yang kuajarkan.
Tapi Daniel rupanya tidak bisa mengikuti
kedua kakaknya. Bungsuku ini memang jauh lebih aktif dan lebih cerewet dibanding kakak-kakaknya.

Ketika diajak berdoa, sulit sekali menyuruhnya duduk diam. Bahkan ketika kududukkan di pangkuanku, si bujur aseupan itu terus saja bergerak-gerak. Miring kanan, miring kiri. Menarik-narik rambutku atau memainkan bajuku.
Tapi waktu Papanya giliran menyuruhnya berdoa, tiba-tiba dia akan mengambil posisi duduk tegak, melipat tangan, memejamkan mata, lalu berdoa dengan caranya sendiri.
Dia mengutarakan apa saja yang ada di kepalanya saat itu.
Kadang dia bilang, “Tu’an Aning belom mamam…. Aning lapel…”
atau, “Tu’an Ecus, Aning mau nonton tipi ajah. Lobot Aning lucak…”
atau, “Tu’an kokoh cama Cici ganggu Aning telus…”
Sekali dia pernah berdoa, “Tu’an ujannya gede, Aning takut guluduk…”
Dan macam-macam lagi celotehannya waktu berdoa yang seringkali bikin aku maupun Papanya dan kakak-kakaknya setengah mati menahan tawa.

Ngaco? Mungkin.
Tapi dari kepolosannya itu aku belajar sesuatu. Itulah doa yang sesungguhnya. Berbicara kepada Tuhan. Menyampaikan apa yang ada dalam hatinya, sama seperti yang ia lakukan ketika berbicara padaku atau orang-orang di sekitarnya. Jujur. Tanpa Topeng.
Dia tidak sibuk meminta ini dan itu seperti
biasa dilakukan orang dewasa ketika berdoa (termasuk aku tentunya…), tapi menjalin sebuah hubungan yang intim dengan Dia.

Lalu setelah mengatakan “Amin” dia akan kembali pada kesibukannya, gual-geol, memainkan apa saja yang ada di dekatnya… sampai kami semua selesai berdoa


Advertisements

Comments on: "Daniel belajar berdoa" (25)

  1. Tu’an, kasih cucuku yang kasep ini kebahagiaan di hari natal dan seterusnya. Amin.Selamat hari natal ya nak. Salam sayang, dan salam hormat buat Mama, Papa juga salam cinta buat cici dan koko. Baju barunya udah disetrika belum?

  2. Doa kami dari kejauhan selalu menyertaimu sekeluarga. Semoga sehat selalu.

  3. bundel said: Tu’an, kasih cucuku yang kasep ini kebahagiaan di hari natal dan seterusnya. Amin.Selamat hari natal ya nak. Salam sayang, dan salam hormat buat Mama, Papa juga salam cinta buat cici dan koko. Baju barunya udah disetrika belum?

    Makacih Eyang……Baju balunya yang dipake di poto itu, Eyang…

  4. rudal2008 said: Doa kami dari kejauhan selalu menyertaimu sekeluarga. Semoga sehat selalu.

    Makasih banyak, Om Rudal….Gimana salju di sana ?

  5. drackpack said: Makasih banyak, Om Rudal….Gimana salju di sana ?

    Hari ini tidak turun salju, namun sisa saljunya masih melakat dijalan dan pepohonan, besok akan turun lagi salju yg banyak. Salam sejahtera buat sekeluarga semoga sehat selalu.

  6. Umur berapa mbak? His so cute….

  7. drackpack said: Makacih Eyang……Baju balunya yang dipake di poto itu, Eyang…

    Bajunya keren amat tuh!

  8. @Mba Rosy : bulan April tahun depan 3 taun…

  9. @Bunda : bajunya atau Danielnya yang keren? Hehehe…

  10. lucunya.. daniel..tapi bagus kaan udah bsia mengutarakan pendapatnya.. :)Titip peluk buat daniel..

  11. Emang paling cerewet dia. Peluk balik buat Tante Nita…

  12. Danielll..lucuuu…boleh towel2 gak mb? HeheheMet Natal yah..Damai selalu

  13. Kita sering lupa untuk jujur, bahkan dihadapan-Nya masih juga menyembunyikan sesuatu…Salam sayang utk keluarga ya… ๐Ÿ™‚

  14. Boleh Tante Niez…. Daniel anaknya ramah kok.*towel towel balik

  15. Padahal Dia bisa melongok hati kita paling dalam ya, May…

  16. drackpack said: @Bunda : bajunya atau Danielnya yang keren? Hehehe…

    Jiah ini anak! *leng-geleng-geleng-geleng*Memangnya Daniel mau ditaksir nenek-nenek? : D

  17. Ih, Daniel mah beneran genit, Bunda…Kalo habis saya mandiin pagi2 suka terus nyamperin pegawai Papanya dan tanya, ‘Mang Ujang, Aning udah mandi. Cakep gak?’ Padahal Mamanya gak genit lho….suer!

  18. Daniel..Moga doanya didengar tuhan…

  19. Amiiin, Tante Nana…

  20. Hehehe…kayaknya nyontoh mamanya :pSelamat menikmati long weekend bersama keluarga ya mbak, semoga semuanya selalu dalam keadaan sehat meskipun cuaca lagi gak bagus..Selamat menyambut tahun baru jugaa…Pasti dirumah sudah banyak kue ya sekarang? Serbuuu…

  21. xixixixixixi anak2 ๐Ÿ™‚

  22. So sweet ๐Ÿ™‚

  23. sutrapelangi said: Pasti dirumah sudah banyak kue ya sekarang? Serbuuu…

    Aku belajar untuk nggak merayakan natal berlebihan, Mbak.Karena bagiku Natal itu intinya justru pengosongan diri, kesederhanaan dan berbagi kasih.Kue sih ada sekedarnya, jaga-jaga kalo ada tamu berkunjung….Terutama tamu dari Surabaya….. hehehe…Ayo libur di Bandung….!

  24. rirhikyu said: xixixixixixi anak2 ๐Ÿ™‚

    Gak kayak Emaknya yaa….????

  25. dinantonia said: So sweet ๐Ÿ™‚

    Hmmmmmmm………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: