Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Kucing-kucing Tetangga

Hidup bertetangga bisa menyenangkan tapi bisa jadi sangat menyebalkan. Tergantung tetangga seperti apa yang ada di sekeliling kita.

Aku sendiri saat ini sedang merasa sangat-sangat kesal pada salah seorang tetangga di blok seberang. Tetangga itu seorang Ibu agak tua yang tertutup dan tidak banyak bergaul. Rumahnya lebih banyak terkunci dan orang-orang di rumah itupun jarang kelihatan.
Aku gak mempermasalahkan itu. Juga gak mempermasalahkan tamu-tamunya yang selalu datang dengan mobil mewah, kadang berplat luar kota, dan seringkali parkir seenaknya sehingga menghalangi jalan.

Yang bikin aku nepsong akhir-akhir ini adalah kucing-kucingnya yang banyak sekali.
Bagaimana gak nepsong kalau kucing-kucing itu menjadikan halaman rumput di depan rumahku sebagai WC umum mereka.
Tiap pagi selalu kudapati hasil karya kucing-kucing sialan itu di rumput.
Sudah dibersihkan, besoknya ada lagi. Dibersihkan lagi, nongol lagi. Mana baunya setengah mati. Dan anak-anak jadi tidak bisa bermain di rumput karena takut menginjak e-ek kucing.

Mau menegur langsung pada yang punya, suamiku agak sungkan. Selain karena sifat suamiku yang memang tidak suka ribut, Ibu itu juga bukan orang yang ramah dan gampang diajak bicara.

Tapi rupanya bukan cuma kami saja yang jadi korban kucing-kucing itu. Kemarin suamiku kebetulan ngobrol dengan tetangga sebelah, dan tetangga itu bilang gara-gara kucing itu sekarang halaman rumahnya dipasang paving blok. Soalnya kalau ditanami rumput selalu dijadikan WC kucing.
Dia sudah menegur si Ibu pemilik kucing beberapa kali, tapi tidak dipedulikan. Bahkan sudah lapor ke RT juga. Tapi Pak RT juga cuma bisa memberi teguran saja, dan gak bisa berbuat banyak ketika si Ibu tidak menghiraukan.
Akhirnya si Bapak tetangga sebelah itu bertindak sendiri. Tiap kali dia lihat kucing si Ibu masuk halaman rumahnya, langsung dia tangkap, dimasukkan dalam karung dan dibuang di daerah yang cukup jauh.
Katanya lagi sudah 5 kucing yang dia buang.
Bahkan ada lagi tetangga lain yang melepas anjingnya setiap kali mendapati kucing si Ibu masuk area rumahnya. Dan hasilnya, sudah dua kucing mati digigit anjing.

Yang parah, ini masih kata si Bapak sebelah, kucing si Ibu seperti gak pernah habis. Selalu saja dia punya kucing baru yang entah didapat dari mana. Dan kucing-kucing baru ini melanjutkan tradisi para pendahulunya, bikin WC di rumah para tetangga.

Sebetulnya aku bukan gak suka kucing. Di rumahku di Tasik ada seekor kucing yang dipelihara Oomku. Tapi kucing di rumahku itu tahu sopan santun. Percaya atau tidak, kucing itu selalu lari ke lobang WC kalau mau buang kotoran. Karena memang dari mereka kecil sudah diajari begitu. Pelatihnya ya si Oomku…..

Jadi binatang itu sebetulnya kan bisa juga ditertibkan. Ini sih si Ibu aja yang keterlaluan………

Tadi pagi, suamiku kebetulan habis menggebuk dua ekor tikus yang kepergok sedang ngacak-ngacak dapurku. Waktu mau membuang bangkai tikus itu ke kali dekat rumah, kebetulan si Bapak sebelah lagi ada di luar.
Meunang beurit, Pa Indra?” dia tanya
Suamiku mengiakan.
Beurit geus beunang, tinggal ucing urang paehan kabeh….. Pikasebeleun pisan…!” katanya lagi.
Kebetulan waktu dia ngomong begitu, si Ibu yang punya kucing lewat. Aku yakin si Ibu mendengar apa yang dikatakan Bapak sebelah rumah. Tapi dengan cueknya dia berjalan terus, bahkan tidak merasa perlu untuk tersenyum sedikit atau bilang punten….

Sungguh aku ingin sekali menggetok kepalanya pakai sapu yang sedang kupegang….. !!!

Advertisements

Comments on: "Kucing-kucing Tetangga" (26)

  1. Moga-moga we atuh kadengeeun nya ci, da piraku boga kucing diumbar sadaek-daek kitu sih?

  2. Aku yakin dia dengar kok, Bunda… Da si Bapa sebelah teh nyariosna ge tarik…Tapi kalau orang gak punya hati mah susah atuda….Digetok wae ku sapu kitu nya????

  3. emang sih kucing itu harusnya bisa diajarin..^_^ banyak kok temenku yang punya kucing yang diajarin untuk pup di toilet…..^_^oke deh mbak sabar aja….

  4. drackpack said: Aku yakin dia dengar kok, Bunda… Da si Bapa sebelah teh nyariosna ge tarik…Tapi kalau orang gak punya hati mah susah atuda….Digetok wae ku sapu kitu nya????

    Baledog we atuh sakantenan!

  5. Sama, aku juga punya tetangga nenek, hidup sendiri. Mungkin karena kesepian, dia suka banget ngasih makan kucing liar, burung liar, yang ada tuh kucing-kucing suka buang hajat di halaman rumah, saking keselnya, pernah tuh kucing aku semprot pakai air dingin. Trus kotoran burung-burung merpati yang akhirnya mengotori halaman, kursi taman. Duh…sebel bener!!

  6. Kucing tetangga gue siy gak sampek pup, tp gue sebel ama kucing. Akhirnya tangkep lempar.Tp skrg syukurlah dah gak ada lg kucing.Gak tau pd kemana.*sebelnya pernah ada yg mati di halamanku lagi. Hadohhh

  7. Heu.. Eta nini2.. Meuni nyebelin…

  8. @armadillo : memang cuma bisa mengelus dada….Makasih dah mampir. Kita belum kenalan yah?

  9. @Bunda : hehehe…… upami teu emut eta sepuh mah tos pada ngabaledogan panginten ti kamari. Da seueur geuning nu keuheuleun teh….

  10. @Mba Helene : sayang gak ada aturan yg menjatuhkan sanksi utk pemilik kucing yg membiarkan peliharaannya berkeliaran mengganggu tetangga….

  11. @Bupeb : kucingnya pada kabur takut sama Febbie…. Hihihi…

  12. @Maya : Iya nih… nini2 teu urus…

  13. aku juga benci kucing…sama ceritanya buang kotoran di taman, di jalan, halaman….pokoknya kenyang deh bersihinnya…sampai tanaman juga patah-patah ditubrukin…biasanya saya ngomel keras2, yang punya kucing tetangga sebelah rumah persis. Padahal setiap ada kucing jg sy gebukin, herannya nggak kapok mrk kerumah sy.

  14. drackpack said: @Bunda : hehehe…… upami teu emut eta sepuh mah tos pada ngabaledogan panginten ti kamari. Da seueur geuning nu keuheuleun teh….

    Sok atuh ulah diemutan sepuh sanesna, nu penting mah pasihan palajaran eta si nini ucing. Qeqeqeqe……..

  15. Yang salah pemiliknya ya, Mbak…Karena gak ngajarin etika buang hajat sama kucingnya (halah, bahasa apa ini….!)

  16. bikinin wc aja sekalian di salah satu pojok, terus tarik uang sewanya, lumyan kan? wkwkwkwk. hehehe becanda….

  17. Beneran deh, Cik… Itu salah pemiliknya yg ga ngajarin sopn santun. Dulu aku punya 11 kucing tapi baik2 semua tuh ke tetangga, malah sering diajak main ama tetangga…

  18. mungkin si nini kesepian mbak, jadi maunya ditemenin kucing hehe..

  19. abonenak said: bikinin wc aja sekalian di salah satu pojok, terus tarik uang sewanya, lumyan kan? wkwkwkwk. hehehe becanda….

    Tapi aku butuh satu orang buat jagain wc umumnya. Mbak Efin mau bantu?Hehehe… becanda juga

  20. mayamulyadi said: Dulu aku punya 11 kucing

    Wow… pecinta kucing juga rupanya Emak Fadhlan….

  21. qaulandiarra said: mungkin si nini kesepian mbak, jadi maunya ditemenin kucing hehe..

    Dia gak sebatang kara kok, Mbak Relin… di rumah itu ada anak gadisnya.Trus tiap hari selalu banyak tamu berdatangan, entah urusan apa. Hampir semua bermobil bagus….Punya kucing banyak juga gak masalah sih, asal dia bisa menjaga peliharaannya supaya gak mengganggu kenyamanan orang lain.

  22. drackpack said: Tapi aku butuh satu orang buat jagain wc umumnya. Mbak Efin mau bantu?Hehehe… becanda juga

    oh itu tergantung bayarannya. wakakakakak….

  23. abonenak said: oh itu tergantung bayarannya.

    Gak jadi deh……… takut gak kuat bayar…. hehehe…

  24. itu kucing nenek sihir kali..

  25. Nenek sihir mah kucingnya item ya, Mas….

  26. di komplekku banyak kucing juga, g tau kucing2 siapa,hampir 20 lebih nangkringnya di rumah kosong….aku juga py 2 kucing tapi eenya di rumah/kebun belakang…hee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: