Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Beauty OR The Beast?

Kali ini aku ingin bercerita tentang tetanggaku. Bukan dengan maksud menggosip, tapi siapa tahu ada pelajaran yang bisa diambil dari sini.

Tetangga yang kumaksud punya dua orang anak perempuan yang mulai beranjak dewasa. Dua-duanya cantik, berkulit putih dan postur tubuhnya sangat ideal untuk menjadi model. Tapi biar begitu aku nggak sedikitpun kepingin punya anak seperti mereka. Kenapa? Karena meskipun berwajah cantik tapi perilaku keduanya sungguh jauh dari cantik.

Seperti yang kulihat pagi tadi ketika lewat di depan rumahnya sepulang belanja. Mobil Avanza mereka sudah ada di jalan dengan cewek yang bungsu di belakang setir, sementara kakaknya sedang terburu-buru keluar dari pagar dan Ibunya masih kelihatan memberikan instruksi pada PRTnya.

Gancangan atuh…!” Kudengar si bungsu berteriak dari jendela mobil pada kakaknya.

Keheula sakeudeung, gob**g! Tuh si Mamah ge can beres.” Kakaknya balas berteriak lalu berpaling pada Ibunya dan berteriak lagi, “Gancangan atuh ari rek milu! Titadi didagoan lila pisan. Ngahesekeun wae…”

Ibunya lalu tergopoh-gopoh menyusul masuk mobil, masih diiringi gerutuan kedua anak gadisnya.

OMG! Aku sampai mengelus dada. Rasanya kok tidak pantas kata-kata kasar seperti itu keluar dari mulut seorang anak gadis, apalagi ditujukan pada orang yang lebih tua. Gak kebayang aku bicara seperti itu pada Mamaku…. langsung digampar kali…

Dan kejadian seperti itu bukan baru pertama kalinya kulihat. Sering sekali ketika lewat di depan rumah mereka aku mendengar teriakan atau makian dalam bahasa Sunda kasar yang entah ditujukan pada siapa. Bahkan jika itu ditujukan untuk PRTnya rasanya sangat tidak pantas. Seperti bukan anak-anak sekolahan yang pernah diajari sopan santun saja. Selain itu keduanya tak pernah menunjukkan wajah ramah pada para tetangga. Boro-boro menyapa, kalau berpapasan pun lebih sering mereka membuang muka atau pura-pura tidak melihat. Padahal kedua orangtuanya termasuk orang yang cukup terkenal di blok kami. Akibatnya keluarga ini sering jadi bahan gunjingan para tetangga.

Gossip terakhir yang beredar di lingkungan kami saat ini, anak perempuan yang sulung sudah hidup bersama dengan seorang laki-laki tanpa ikatan. Dan orangtuanya sudah menyerah tak bisa berbuat apa-apa.

Sayang sekali bukan, wajah cantik bila tidak disertai perilaku yang cantik. Bukan pujian yang dituai tapi malah cemoohan.

Kecantikan seorang wanita yang sesungguhnya bukan terletak pada wajahnya, kulitnya, rambutnya, mata atau hidungnya. Wanita akan terlihat cantik ketika ia bisa menjaga tutur katanya, santun sikapnya, sopan penampilannya, bersahaja, menyenangkan, membawa sukacita dimanapun dia berada.

Dan dari mana semua itu bisa ia dapat? Ketika ia menyadari bahwa dirinya adalah ciptaan yang berharga. Dan ketika hatinya dipenuhi rasa syukur dan cinta kepada Sang Pencipta.

Segala yang tampak di luar meluap dari dalam hati. Jadi percuma saja memoles tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki jika hatinya dibiarkan kumal, penuh komedo dan berkeriput. Sebaliknya hati yang bersih akan memancarkan aura yang membuat seseorang tampak cantik dan menyenangkan. Kecantikan yang memiliki kekuatan dan memberkati semua orang yang melihatnya.

Ingin cantik? Jagalah hatimu……

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan

Karena dari situlah terpancar kehidupan

(Amsal 4 : 23)

Advertisements

Comments on: "Beauty OR The Beast?" (16)

  1. Astaghfirullahaladzim!!! Ngelus dada, nyebut nama Tuhan plus mohon kebaikan sifat untuk kedua anak-anak saya plus putra-putri cik Novie deh.

  2. grasakgrusuk said: :))

    :))

  3. bundel said: Astaghfirullahaladzim!!! Ngelus dada, nyebut nama Tuhan plus mohon kebaikan sifat untuk kedua anak-anak saya plus putra-putri cik Novie deh.

    Iya, Bunda… Saya prihatin sekali dengan perilaku kedua anak gadis tetangga ini. Mudah-mudahan anak-anak saya kelak memiliki sifat baik yang bisa membanggakan orang tuanya….Mesti banyak belajar dari Bunda nih, bagaimana caranya mendidik anak…

  4. cantiknya kan dari gen ibunya juga yaa…haduh kok gitu sama ibunya..

  5. drackpack said: Mesti banyak belajar dari Bunda nih, bagaimana caranya mendidik anak…

    Ah saya juga gak pinter didik anak kok cik, cuma kasih teladan aja bisanya.

  6. Itu arti-nya apa Cie *nga ngerti bahasa Sunda* percuma cantik fisik biasa cuma kekaguman sesaat tapi kalau cantik hati-nya lama-kelamaan pasti keliatan cantik sekali dan tidak membosankan πŸ™‚

  7. nitafebri said: cantiknya kan dari gen ibunya juga yaa…haduh kok gitu sama ibunya..

    Itulah yang bikin saya gak habis pikir, Nit… Seperti anak gak pernah sekolah saja.

  8. @Bunda : Yang paling susah itu kan justru memberi teladan, Bunda. Saya sih berharap kelak anak-anak saya bisa seperti anak-anaknya Bunda yang segitu sayang sama Ibunya….

  9. fendikristin said: Itu arti-nya apa Cie *nga ngerti bahasa Sunda*

    Maksudnya si anak itu nyuruh Ibunya cepet-cepet kalau mau ikut. Katanya Ibunya menyusahkan saja. Cuma diucapkan dalam bahasa Sunda kasar yang gak pantas ditujukan buat orang yang lebih tua.Betul, Mbak… cantik yang keluar dari hati itu akan bertahan lama, bahkan makin lama makin kelihatan cantik.

  10. Wedeww mbak..itu mah Ibu-Bapaknya kali yang salah didiknya.. Yang namanya anak, kalo kita didik dengan baik, kita perhatikan betul tindak-tanduknya, aku kira kok pasti insyaAllah jadi anak yang baik dan santun ya.. Terbukti kan dari cerita mbak Novi, kalo Ibunya digituin anak2nya kok diem n cuek aja…Rumahnya baru di-cat ya? Tapi bagus lho..saya suka..saya suka πŸ™‚

  11. drackpack said: Kecantikan seorang wanita yang sesungguhnya bukan terletak pada wajahnya, kulitnya, rambutnya, mata atau hidungnya.

    Tapi sayangnya, kebanyakan orang (terutama para pria), masih menjunjung tinggi soal kecantikan fisik ini..Beberapa teman pria pernah menyesal telah menikahi perempuan yang amat cantik dan molek, tapi ternyata tingkah lakunya kasar dan kejam..

  12. sutrapelangi said: Wedeww mbak..itu mah Ibu-Bapaknya kali yang salah didiknya.. Yang namanya anak, kalo kita didik dengan baik, kita perhatikan betul tindak-tanduknya, aku kira kok pasti insyaAllah jadi anak yang baik dan santun ya.. Terbukti kan dari cerita mbak Novi, kalo Ibunya digituin anak2nya kok diem n cuek aja…

    Saya punya dugaan anak-anak itu dari kecil memang tidak pernah ditegur atau dimarahi oleh orangtuanya. Makanya sudah besar jadi ngelunjak…Menyayangi dengan cara yang salah… jadi begitulah akhirnya.

  13. sutrapelangi said: Rumahnya baru di-cat ya? Tapi bagus lho..saya suka..saya suka πŸ™‚

    Hehehe…. udah bosen sama yang lama… Biar agak meriah.

  14. Waduuhh…. Kalo aku ngomong begitu ama mama, alamat digampar hehehe… Anakku kaya begitu? Hmmmm jangan sampe kepikiran nyoba2 ngomong kasar deh…Banyak emang pria yg nyesel nikah ama cewe cantik, jdnya si istri ribet ngurus kecantikannya n bangga ama diri sendiri, lalu selingkuhlah suami ama wanita yg biasa aja, tp kalo dpt istri biasa aja juga jd tergiur selingkuh ama wanita lain yg ‘cantik’

  15. dgreena said: nikah ama cewe cantik, jdnya si istri ribet ngurus kecantikannya n bangga ama diri sendiri, lalu selingkuhlah suami ama wanita yg biasa aja, tp kalo dpt istri biasa aja juga jd tergiur selingkuh ama wanita lain yg ‘cantik’

    susahnya jadi perempuan………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: