Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Puntung Rokok

Dari dulu aku paling benci sama rokok, bau rokok ataupun orang yang merokok. Mencium bau rokok, apalagi kalau kena asapnya, sangat-sangat bikin bete.

Makanya aku sering protes pada suamiku agar melarang karyawannya merokok di area rumah. Biarpun bengkel kerja suamiku tempatnya di samping rumah, tetap saja kalau ada yang merokok baunya suka tercium ke dalam.

Dulu-dulu sih tidak ada masalah. Semua pekerja tahu bahwa si Ibu alergi rokok. Tapi belakangan kami dapat seorang karyawan yang bandel dan nyebelin. Sudah dibilang jangan merokok, dia beralasan kerjanya tidak konsentrasi kalau tidak sambil merokok.

Yang lebih membuatku uring-uringan, dia itu selalu seenaknya membuang puntung rokok di lantai atau di bawah meja kerjanya. Biarpun lantai bengkel memang cuma dari semen, tapi kebersihan kan tetap harus dijaga.

Sudah diingatkan bahkan ditegur berkali-kali, tetap saja setiap kali ada puntung tergeletak di kolong. Aku memang tidak menyediakan asbak, karena nanti malah seperti diijinkan merokok. Tapi tempat sampah kan ada. Apa susahnya sih buang puntung di tempat sampah.

Kemarin pagi waktu aku masuk untuk cari obeng, lagi-lagi aku lihat ada beberapa batang puntung di bawah meja. Satu malah bertengger dengan manis di rak tempat menyimpan peralatan.

Si Karyawan bandel itu kebetulan lagi keluar makan siang. Tadinya aku mau minta suamiku untuk menegur lagi dengan lebih keras. Tapi tiba-tiba aku melihat sepatu boot milik si bandel itu di bawah meja. Dia memang dulunya bekas satpam kompleks sebelum direkrut untuk bantu-bantu suamiku. Mungkin saking bangganya pernah jadi satpam, sampai sekarang kalau masuk kerja selalu pakai sepatu boot satpamnya. Tapi kalau sudah di bengkel sepatunya di lepas dan diganti sendal jepit.

Pikiran jahilku muncul waktu melihat sepatu itu. Tanpa banyak kata kupungut satu-satu puntung rokok itu dan kumasukkan ke dalam sepatunya……

Sore hari, waktu dia mau pulang. Aku mengintip dari jendela. Kulihat dia mulai memasukkan kaki ke dalam sepatu bootnya. Beberapa saat kemudian, sepertinya dia merasa ada sesuatu yang aneh. Sepatunya dilepas dan tangannya merogoh ke dalam lalu mengeluarkan satu persatu puntung rokok dengan wajah keheranan.

Aku langsung ngibrit ke kamar dan ngakak sejadi-jadinya….

Rasain kamu………..!!!

** Gambar diambil dari hasil googling

Advertisements

Comments on: "Puntung Rokok" (20)

  1. Hwahahahahaha…. Mantaafff… ^_^

  2. wakakaka…rasain luh……emang harus dikasih pelajaran, btw mbak Novi jahil juga yah…

  3. @Melly : Aku masih geli terus kalo ngebayangin muka bingungnya waktu ngeluarin puntung-puntung itu…

  4. @Mbak Erwin : Kadang-kadang, Mbak… kalo lagi kumat…

  5. Mba noviiii… Jahil iiihhhhh… :))

  6. Hyakakakak… klo masih ngeyel, kerjain lg aja mbak

  7. aku daptar jadi karyawan buleh ga? aku kan ga ngerokok…

  8. huwaaaaa, jaillll….. sammmaaa aku juga gak tahan asap rokok…

  9. lain kali bilang aja kalau rokok bisa bikin buta. kalau dia ga percaya, sundutin deh tuh rokok ke matanya

  10. drackpack said: @Melly : Aku masih geli terus kalo ngebayangin muka bingungnya waktu ngeluarin puntung-puntung itu…

    Heheehehehe… Lain kali sekalian aja, Mba! Rokok yg masih nyala. Biar makin mantaafff! *sesama benci rokok πŸ˜€

  11. huahaha…iseng banget nih si wakil bos ;)dulu suamiku sempat menjadi social smooker, merokok karena nemenin temennya merokok, tapi itu sudah membuatku BT berat.sering kukirimkan gambar2 paru2 yang udah busuk, ataupun foto2 para penderita kanker paru, ke emailnya (maksudnya biar kebaca pas dia di kantor, gitu..), tapi ternyata gak ngaruh blas..Dia baru kapok dan jera ketika tetanggaku yang dokter, meninggal di umur 34 karena kanker paru (meski dokter, dia juga perokok, soalnya). Mahasiswaku juga ada yang kena kanker paru diumur 21 karena juga perokok berat..

  12. mayamulyadi said: Mba noviiii… Jahil iiihhhhh… :))

    Hihihi…. baru tau ya, Mbak….

  13. lugusekali said: Hyakakakak… klo masih ngeyel, kerjain lg aja mbak

    Mudah-mudahan dia kapok. Soalnya hari ini aku gak liat dia ngerokok…. hehehe…

  14. rawins said: aku daptar jadi karyawan buleh ga? aku kan ga ngerokok…

    Walaahhh… gak kuat aku bayarnya, Mas….

  15. abonenak said: sammmaaa aku juga gak tahan asap rokok…

    Tos dulu dong…!

  16. kuroyatagarasu said: lain kali bilang aja kalau rokok bisa bikin buta. kalau dia ga percaya, sundutin deh tuh rokok ke matanya

    Kejem, ah!

  17. mellyheaven said: Lain kali sekalian aja, Mba! Rokok yg masih nyala. Biar makin mantaafff! *sesama benci rokok πŸ˜€

    Siiip…! btw pacarmu gak merokok, Mel?

  18. sutrapelangi said: Dia baru kapok dan jera ketika tetanggaku yang dokter, meninggal di umur 34 karena kanker paru (meski dokter, dia juga perokok, soalnya).

    Suamiku untungnya gak merokok… malah agak anti juga sama bau asap rokok….

  19. drackpack said: Kejem, ah!

    begitulah. sedikit mencerminkan kebencian saya dengan rokok

  20. ide cemerlang.. hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: