Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Upacara peringatan hari kemerdekaan. Dan dia adalah sang inspektur upacara.

Paskribaka sedang menaikkan sang Saka Merah Putih ke atas tiang. Tangannya pun sedang menempel di dahi memberi hormat.

Tapi di langit biru, yang dia lihat bukan kibaran sang Merah Putih, melainkan kibaran rok Tami, istri mudanya yang bahenol.

Lalu sementara pikiran kotornya mengembara, tiba-tiba gambar Tami di langit memburam. Sebagai gantinya muncul gambar wajah-wajah lain yang pernah dia lihat dalam buku pelajaran sejarah. Ada Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Tuanku Imam Bonjol, Panglima besar Sudirman, Sukarno, Hatta, dan banyak lagi. Mereka memandang ke arahnya dengan tatapan marah.

Ia mengerjapkan mata. Mungkin ini halusinasi akibat terlalu lama berada di bawah terik matahari.

Gambar itu tak mau hilang. Sekarang malah bersuara.

Jenderal Sudirman menunjuk ke arahnya, “Kau orang kotor. Tak layak memberi hormat pada Merah Putih yang suci.“

Lalu Cut Nyak Dien, “Kau pengkhianat!“

Diponegoro, “Koruptor! Pemakan uang rakyat!“

Sukarno tak kalah garang, “Politikus kotor! Kau menyia-nyiakan darah dan air mata para pendiri negeri ini.“

Tuanku Imam Bonjol, “Kau menyalah gunakan jabatan untuk kepentinganmu sendiri!”

Kakinya mulai terasa goyang. Seluruh tubuhnya gemetar.

Kemudian mereka semua serentak mengacungkan tangan seperti hendak mencekiknya. “Enyahlah koruptor! Enyah politikus busuk! Enyah maling! Enyah! Enyah!”

“Aaaaaaaaaaaghh….,” teriakan histerisnya membahana mengalahkan suara drumband yang mengumandangkan Indonesia Raya. Lalu tubuh tambunnya tumbang berdebam.

Yang kemudian terjadi adalah upacara bubar. Sang Inspektur upacara yang diangkut ambulans ke UGD tak henti-hentinya meracau minta ampun.

Di lapangan upacara, dengan berlatar belakang langit biru, Merah Putih masih berkibar dengan gagahnya.

Yang ini juga buat lomba di : http://intan0812.multiply.com/journal/item/185/Hadiah_Lebaran_dari_berkah_membuat_FF

Advertisements

Comments on: "[Flash Fiction] Pada Sebuah Upacara" (24)

  1. wakakakakaka.. kerennn ^_^

  2. plok-plok-plok…apik tenan

  3. Hihihi…. dalam rangka gak mau kalah sama Bu Feb…

  4. timurcahaya said: plok-plok-plok…apik tenan

    Tengkiu…. n Merdeka!

  5. drackpack said: Hihihi…. dalam rangka gak mau kalah sama Bu Feb…

    jiahhh aku baru satu >_< .

  6. permisiiii ikutan baca ya.. 🙂

  7. rirhikyu said: jiahhh aku baru satu >_< .

    satu tapi manteb…..

  8. henidebudi said: permisiiii ikutan baca ya.. 🙂

    silaken…. maaf gak ada suguhannya…

  9. Kereeen…Yang kayak inspektur tambun itu buanyak je mbak, mbulet, dan ruwet..

  10. @Mba Relin : Menyedihkan ya, Mba….

  11. wah cik FF nya keren euy!

  12. makasih partisipasinya, aku locked ya

  13. permisiiiiiii… numpang baca ya!!!

  14. Wah …… ini ide cerita…bagusnya dijadikan clip iklan anti Korupsi…..Visualisasinya akan sangat menarik. Gugahannya pada semangat cinta negri dan penghormatan pada para pahlawan……Siapa ya yang punya link untuk mewujudkannya….? Hayo…hayu…rame-rame berbuat untuk anti kebejatan “pengurus negara”……

  15. @Kang Ikin : Sebelum clipnya diwujudkan, doain aja dulu FF ini menang…. hehehe…Trims apresiasinya….

  16. Paskibraka? Wah, Irupnya pasti RI-1 karena benderanya juga yang pusaka. Makanya jadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Lain kalau di daerah, cuma Paskibra aja. Ah, saya mau angkat topi kalau para pemimpin di pusat kekuasaan sana mau pada sadar diri.

  17. drackpack said: doain aja dulu FF ini menang…. hehehe…

    Wah kalau untuk menang-menangan saya menjagokan tulisan ibu tentang anak yang ingin selalu melihat Bapaknya tersenyum…..(walaupun nanti saya akan kasih tahu Bapaknya bahwa dia seorang pengamen….he..he… )Tapi imajinasi yang membidani tulisan itu “patut” mendapat ‘ponten’ terkeren………

  18. berharap para koruptor “kita” seperti itu…^^b good

  19. mampir lagi mba..numpang baca2

  20. bundel said: Paskibraka? Wah, Irupnya pasti RI-1 karena benderanya juga yang pusaka. Makanya jadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Lain kalau di daerah, cuma Paskibra aja.

    Aih, Bunda emang jeli…. bener, bener, harusnya Paskibra…. hehehe… makacih ya Bundaa….. **peluk Bunda

  21. rasikiniin said: Tapi imajinasi yang membidani tulisan itu “patut” mendapat ‘ponten’ terkeren………

    **blushing

  22. destipurnamasari said: berharap para koruptor “kita” seperti itu…

    Semoga….

  23. bunda2f said: mampir lagi mba..numpang baca2

    Mangga, Bunda Maya….

  24. drackpack said: Aih, Bunda emang jeli…. bener, bener, harusnya Paskibra…. hehehe… makacih ya Bundaa….. **peluk Bunda

    Oh kirain memang disengaja. Justru kalau pemimpin nasionalnya yang seperti ini, itu baru hebring pisan euy ceu! ~ peluk balik~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: