Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Seorang pengusaha showroom mobil di Bandung bunuh diri dengan cara meloncat dari lantai 7 gedung parkir King’s Shopping Centre. Diduga kuat dia mengalami depresi gara-gara dililit hutang.

Berita itu aku baca 2 hari yang lalu. Dan seperti biasa setiap membaca berita tentang bunuh diri di koran, aku jadi bertanya-tanya dalam hati. Memangnya apa sih hak manusia mengambil alih wewenang Tuhan dan menentukan batas umurnya sendiri?

Apalagi belakangan bunuh diri sepertinya jadi sebuah trend, sebagai cara paling cepat untuk menyelesaikan masalah.

Banyak hutang, bunuh diri. Suami selingkuh, bunuh diri. Ditinggal pacar kawin, bunuh diri. Sampai-sampai anak SD gak naik kelas saja ikut-ikutan bunuh diri.

Jangan mengatakan itu karena bisikan setan. Tuh, setannya lagi menangis tersedu-sedu karena merasa difitnah. Katanya, “Belum dibisikin dia sudah terjun duluan kok… hiks..hiks…“

Aku pernah dengar satu pepatah bilang, orang yang pemberani itu bukanlah orang yang berani mati tetapi orang yang berani hidup.

Iya dong… kalau banyak hutang, ya bayarlah. Biarpun dengan mencicil dan harus menghabiskan waktu seumur hidup.

Nggak naik kelas, ya belajar lebih rajin biar tahun depan naik kelas.

Ditinggal pacar kawin, cari lagi yang lain. Katanya dunia tak selebar kolor.

Suami selingkuh, selingkuh saja lagi…. (Lho?????)

Pendeknya hadapi saja semua masalah dalam hidup ini dengan dada membusung. Bukankah tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya? Biarpun semua pintu sepertinya tertutup, pasti ada satu celah kecil untuk kita bisa lewat. Bahkan kalau gak bisa lewat juga karena badan terlalu gendut, coba tengok ke atas. Jalan ke sana tidak pernah tertutup karena Yang Maha Melihat selalu ada di sana, siap mengulurkan tangan pengasihanNya.

Lagi pula memangnya dengan bunuh diri masalah jadi selesai? Bukannya malah menambah masalah baru? Bagaimana dengan anak istri yang ditinggalkan? Tiba-tiba harus menanggung warisan hutang segunung. Belum lagi rasa sedih dan kehilangan yang tentunya tidak mudah dilerai.

Buat dia sendiripun masalahnya belum selesai. Karena aku yakin tidak ada agama yang menghalalkan bunuh diri. Jadi, bersiap-siap saja menghadapi penghakiman di “sana” yang pasti jauh lebih tidak enak dibanding menghadapi para penagih hutang.

Jadi, dilihat dari sudut manapun akan jauh lebih berharga kalau kita berani menghadapi masalah.

Masalah membuat kita menjadi lebih dewasa dalam menyikapi hidup, lebih sadar diri untuk tidak membuat masalah.

Masalah juga memberi kita kesempatan untuk melihat kekuasaan sekaligus kasih sayang Dia Sang Maha Penolong.

Ngapain bunuh diri? Hidup ini indah kok…..

Advertisements

Comments on: "Bunuh diri, benarkah sebuah solusi?" (9)

  1. ^__^Dia selalu punya cara untuk membuat kita senantiasa ada dalam rencanaya.. salah satunya mungkin lewat tiap masalah yang harus kita hadapi.. ^_^

  2. Yes, setujuh… btw, di PMK Unpad ya, Mbak? Aku juga dulu….

  3. Kalau dalam agama saya, bunuh diri itu dilarang. Ada di kitab suci kami. Jad, orang yang bunuh diri itu adalah orang yang bener-bener kena bujuk rayu setan karena Allah memang menyebarkan setan di mana-mana. Dan menurut kami, hanya orang beriman sajalah yang nggak mudah dibujuk setan. Memprihatinkan ya, tiap hari dengar orang kesulitan ekonomi terus bunuh diri dan membunuh anggota keluarganya sekalian. Semoga kita terhindar dari hal yang beginian.

  4. bundel said: tiap hari dengar orang kesulitan ekonomi terus bunuh diri dan membunuh anggota keluarganya sekalian.

    Nah itu lagi… bunuh diri bawa-bawa teman. Kemarin di TV saya lihat ada Ibu mau bunuh diri dengan minum racun bareng ama balitanya… ck..ck..ck..

  5. lupa dia, kalo kita punya tanggung jawab dunia akhirat…btw, udah ada kan kasus siswa yg bunuh diri gegara ngga lulus UAN…

  6. drackpack said: Diduga kuat dia mengalami depresi gara-gara dililit hutang.

    Ya…..apapun itu depresi mental adalah tahapan proses yang pasti dilalui oleh para pelaku bunuh diri…..Berikut saya nukilkan tulisan saya terkait depresi…Strees …..Kelebihan Beban atau Kekurangan Daya ? ….. Berfikir adalah kerja otak yang sistematis dan teratur. Pada ketika arus kerja otak menjadi sangat padat/sibuk, sistematika dan keteraturannya menjadi tidak stabil dan cendrung ‘error’. Pada beberapa orang terjadi ‘error permanen’ atau menjadi hilang akal/hilang ingatan/gila. Pada kebanyakan orang hanya terjadi ‘error sesaat’. “error sesaat” ini sering diungkapkan sebagai “strees”.Kekacauan kerja pada system otak dapat dihindari dengan mengurangi beban kerjanya atau menambah daya kerjanya. Mengurangi beban kerja otak dengan cara mengabaikan banyak hal. Jangan fikirkan ini…jangan fikirkan itu… dan lain sebagainya. Acuhkan saja…lupakan saja…anggap tak ada…dan sebagainya. Hindari diri dari situasi yang akan mewajibkan kita untuk memikirkan sesuatu apapun. Tetapi ini adalah cara yang mengerdilkan kwalitas kehidupan anda. Menambah daya kerja otak dengan cara meningkatkan kwalitas fisik otak. Misalnya dengan banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang memberi asupan gizi ideal bagi otak. Lalu meningkatkan kwalitas system kerja otak dengan melibatkan jutaan “polantas sejuk” dari “kerajaan hati”. Korelasi antara hati dan otak tidak pernah dapat diputuskan. Hubungan yang terjadi hanya dua sifat, Positip atau negative. Hubungan yang terjadi bagaikan ruangan dan pendingin udara atau ruangan dan lampu penerang atau cahaya dan kegelapan. Pada situasi hati yang sejuk dan terang maka kwalitas sistim kerja otak akan lebih tinggi dibandingkan pada situasi hati yang tidak sejuk dan tidak terang. Menambah daya kerja otak dengan peningkatan kwalitas fisik otak dan peningkatan kwalitas sistim kerja otak akan meninggikan kwalitas kehidupan anda.Bagaimana jika “strees” terlanjur terjadi ?. Banyak orang mengatasinya dengan cara-cara yang beragam. Sebagian membuang beban kerja otak yang terlanjur ada dengan melepasnya lewat ledakan tawa atau teriakan lepas atau tarian liar, dan lain sebagainya. Sebagian lainnya mengupayakan “mengatrol” daya kerja otak dengan menambah hembusan udara hati yang sejuk dan sorotan cahaya hati yang menerangi lewat zikir atau melantunkan kalimat-kalimat suci atau ritual spiritual lainnya. Tak sedikit juga yang menggabungkan dua cara tersebut.Jadi…..cara ‘aman’ adalah dengan menghindari terjadinya strees. Penghindaran atas terjadinya strees adalah dengan selalu memperhatikan dan mempedulikan kwalitas fisik dan system kerja otak. Maka….…..makan dan minum-lah yang memberi asupan gizi ideal bagi otak…..dan dekatkanlah selalu hati ini ke dalam pelukkan-NYA…lalu berharaplah…………………………………..(Dari Rasikin untuk sahabat semua…..Cibinong, 23 – Maret – 2010)t depresi mental…semoga bisa menjadi renungan dalam berfikir…

  7. mayamulyadi said: btw, udah ada kan kasus siswa yg bunuh diri gegara ngga lulus UAN…

    Yang terakhir saya lihat di TV, anak SD gantung diri gara-gara gak bisa nerusin sekolah ke SMP.Yang salah sebenarnya siapa kalo sudah begini?

  8. @Mas Ikin…. thanks utk sharingnya… biarpun otak saya harus kerja keras untuk bisa mengartikan… maklum processornya masih Pentium 3….

  9. Saya nih stock yang pentium 4…he.he..sama-sama terima-kasih ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: