Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Like Mother Like Son

Tahu kasur Palembang? Itu lo kasur tipis seperti matras tapi permukaannya dibuat jendul-jendul seperti kasur kapuk. (Entah kenapa kok namanya kasur Palembang. Apa asal mulanya dari sana ya?)

Aku memakainya untuk tilam kalau anak-anak bermain di lantai dan cuaca kebetulan sedang dingin. Tapi si kecilku Daniel rupanya punya pendapat sendiri. Baginya kasur itu adalah mainan. Karena ringan dan tipis jadi bisa digulung, dilipat-lipat atau diseret kemana dia suka.

Sebetulnya nggak jadi masalah sih. Yang menyebalkan adalah tiap kali bermain dengan kasur itu antengnya cuma beberapa menit saja. Habis itu dia akan merengek minta kasurnya “Diginihin…” sambil memberi contoh dengan merentangkan dua tangannya lalu telapak tangannya diputar-putar. Aku nggak pernah berhasil mengerti apa yang dia mau. Apalagi karena bicaranya memang belum jelas. Dilipat bukan, digulung salah, diputar juga bukan. Pokoknya sudah berbagai cara tetap saja jawabannya “Ukan tu…”. Lalu berakhir dengan menangis.

Karena kesal, sempat kusembunyikan saja kasur itu di kamar belakang supaya nggak dipakai lagi dia main. Tapi beberapa waktu yang lalu saat aku beres-beres, Daniel menemukan lagi mainannya itu.

Berulang lagi deh…. Minta “Diginihin” dan berujung dengan menangis karena aku masih tetap juga nggak mengerti apa maunya.

Mamaku yang waktu itu kebetulan menginap di rumah, malah terkekeh-kekeh geli sambil berulang-ulang bilang, “Kok bisa sih…?”. Aku tanya kenapa. Beliau bilang, “Ya itu, si Daniel… Kok persis banget kamu.”

Katanya waktu aku seumuran Daniel, Mamaku juga paling sebal kalau aku minta mainan tikar. Habis main sebentar pasti minta “Diginihin..” sambil merentang tangan dan memutar-mutar telapak tangan, persis kayak gaya Daniel tadi. Lalu ujungnya pasti menangis juga karena Mamaku juga nggak pernah mengerti mauku sebenarnya apa.

Haaaa????

>>Garuk-garuk kepala tak gatal…<<

Advertisements

Comments on: "Like Mother Like Son" (10)

  1. Hayo, coba diinget-inget lagi, “diginihin” itu kayak apa kudunya?Ngasih Pe-Er aja sama Mamahnya πŸ˜›

  2. Wakakakaka… Ngga berlaku tuh slogan “like father like son” :p

  3. Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya :)yang amazing, koq tingkahnya bisa persis begitu ya

  4. drackpack said: “Ya itu, si Daniel… Kok persis banget kamu.”

    Kemiripan prilaku anak dengan orang tua tidak diturunkan secara genetis, tapi pada “kontak – Sosial”. Kontak sosial anak dengan orang tua akan memberi pola pada pola fikir dan sikap mental anak.Maka pada orang tua yang mengalami “revolusi pendewasaan” dalam pernikahannya akan ‘terbit’ generasi yang tidak sama dengan orang tua ketika orang tua kecil dulu.Jadi……….

  5. bundel said: Hayo, coba diinget-inget lagi, “diginihin” itu kayak apa kudunya?Ngasih Pe-Er aja sama Mamahnya πŸ˜›

    Walah, Bun… aku malah gak inget sama sekali punya kelakuan kayak begitu dulu… hehehe…

  6. mayamulyadi said: Wakakakaka… Ngga berlaku tuh slogan “like father like son” :p

    Harusnya juga like mother like daughter ya? Tapi anak perempuanku malah lebih mirip Bapaknya dalam segala hal…

  7. mimpidanasa said: Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya :)yang amazing, koq tingkahnya bisa persis begitu ya

    Aneh tapi nyata, Mas…

  8. rasikiniin said: Maka pada orang tua yang mengalami “revolusi pendewasaan” dalam pernikahannya akan ‘terbit’ generasi yang tidak sama dengan orang tua ketika orang tua kecil dulu.Jadi……….

    Jadi… kok bisa dia punya kebiasaan sama seperti Mamanya? Apa itu berarti aku belum mengalami “revolusi pendewasaan”? Waduhhh…

  9. drackpack said: Apa itu berarti aku belum mengalami “revolusi pendewasaan”? Waduhhh…

    Ya…dalamhal itu. Tapi tidaksemua harus “berrevolusi”, apa lagi dalam hal yang masih dalam batas-batas kebaikkan dan membaikkan.Jadi sangat luas ruang relativitasnya.Jangan salah paham ya….maaf ya kalau menyinggung….

  10. rasikiniin said: Jangan salah paham ya….maaf ya kalau menyinggung….

    Gak tersinggung kok, Mas Ikin… malah jadi koreksi bagi diri sendiri… Hatur nuhun pisan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: