Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Melanjutkan celotehku tentang ibu-ibu yang suka pamer buah dada di mana-mana, ada satu lagi yang bikin aku alergi saat ini. Celana hipster…

Bukan tanpa alasan kesebalanku pada model pakaian yang satu ini. Kemarin pagi seperti biasa aku belanja di pasar mini yang letaknya di jalan utama komplek. Bukan pasar dalam arti sebenarnya, cuma sekumpulan tukang jualan yang mangkal tiap pagi.

Begitu tiba, yang langsung menarik perhatianku adalah seorang ibu yang sedang berjongkok memilih-milih udang. Gak ada yang salah dengan udangnya, juga penjualnya. Yang salah ya ibu itu. Sudah potongannya gendut, pake celana hipster dan kaos ngatung sehingga…. maaf, belahan bokongnya kelihatan jelas…. OMG….!!!! Tahu apa yang sangat ingin kulakukan saat itu? Mengambil sebutir es batu dan memasukkannya ke celananya….

Duh, langsung rusak deh selera belanjaku melihat pemandangan “error” itu… Ditambah lagi waktu kutilik-tilik, ibu itu juga umurnya nggak muda. Mungkin pertengahan 40-an. Apa dia nggak nyadar dengan postur tubuh dan umurnya sampai merasa sah saja bokongnya jadi tontonan abang-abang tukang sayur?

Lagi-lagi aku heran. Kenapa perempuan kok tidak bisa menjaga harga diri dan martabatnya. Buat apa sih memamerkan bagian-bagian tubuh yang tidak sepantasnya?

Mungkin ada yang beralasan supaya terlihat cantik, seksi dan dikagumi para pria. Tapi tunggu… memangnya ukuran cantik itu apa sih? Kulit putih, pinggang ramping, buah dada montok, kaki jenjang ? So semua itu wajib dipertontonkan supaya kelihatan cantiknya ? Terus nanti kalau ternyata yang diterima bukan cuma pujian atau lirik kekaguman tapi plus bonus suit-suit nakal, colak-colek berbau pelecehan, atau yang paling parah “dikerjai” ? Siapa yang salah?

Aku bukan seorang Muslim. Tapi jujur saja, aku selalu merasa kagum pada saudari-saudari Muslimku yang berjilbab dan menutup rapat auratnya. Mereka tidak kehilangan kecantikan karena itu kok… Malah lebih cantik menurutku.

Ada juga yang bilang berpakaian minim untuk mengikuti trend. Okelah… aku juga suka mode. Tapi mbok lihat-lihat dulu dong cocok nggak dengan sikon. Sudah tahu mau naik angkutan kota, masih pakai rok pendek dan ketat. Naiknya saja susah. Terus waktu duduk sibuk menarik-narik roknya biar nggak “nyingsat” atau menutupinya dengan tas. Ribet amat… pakai celana panjang saja kan lebih enak. Sudah tahu juga badannya bertonjolan lemak di sana-sini, masih nekat pakai kaos ketat sampai di perutnya seperti ada lilitan ular naga. Nggak banget deh..!

Tapi kalau menurutku, alasan yang paling pas dan cocok adalah… karena mereka terlalu miskin. Nggak perduli mereka naik mobil mercy, pakai BB paling baru… bagiku tetap saja mereka masuk golongan M-i-s-k-i-n… Saking miskinnya, beli bahan saja harus dihemat. Bagian atas harus diturunin serendah-rendahnya, dan bagian bawah diangkat setinggi-tingginya. Alhasil… irit bahan alias ngatung..! Atau beli pakaian dengan ukuran tiga nomor lebih kecil, biar lebih murah. Makanya ketat banget sampai mau nafas saja sesak.

Itu cuma analisa isengku. Tapi intinya adalah, cantik yang sesungguhnya itu ada di dalam. Ketika seorang wanita bisa menjaga hatinya, pikirannya, segala ucapan dan tindak-tanduknya, maka apapun yang dia pakai tidak akan melunturkan kecantikannya. Kulit putih bisa gosong karena matahari, badan langsing bisa melar setelah punya anak, wajah cantik bisa berubah keriput, tapi kecantikan batin tidak akan pernah pudar, bahkan akan makin bersinar ditempa berbagai masalah kehidupan.

So, sahabat wanitaku….. Jangan mau jadi ORANG MISKIN…..!!!!

Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi

dengan perhiasan yang tidak binasa

yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tentram

yang sangat berharga di mata Allah

(1 Petrus 3 : 14)

Advertisements

Comments on: "Awas Orang Miskin….!!!" (10)

  1. hehehehe… Entahlah, mungkin karena akhir – akhir ini suhu naik sehingga cuaca panas makanya pake baju juga seminim mungkin.Atau ada pergeseran gaya hidup; dulu pakaian berfungsi untuk menutup aurat, sekarang berfungsi untuk memperjelas aurat..

  2. betul,betul, betul… (ala Ipin n Upin)

  3. Setuju banget, mereka tergolong miskin, harusnya pakaian2 ketat itu buat gadis balitanya hehe…

  4. hehehe… q juga liat yang seperti ini cuma bisa mengerutkan kening dan bertanya2 apa mereka gak risih yach dengan pakainnya?? bukannya kelihatan bagus ato cantik malah kelihatan aneh….

  5. mungkin sengaja beli yang kecil kali biar bisa gantian pake sama anaknya heee….

  6. Judulnya “ngirit”… gitu ya??

  7. Kalau udah ngeliat yang begitu….paling2 bisa ngelus dada doank :)Tfs mbak 🙂

  8. drackpack said: Lagi-lagi aku heran. Kenapa perempuan kok tidak bisa menjaga harga diri dan martabatnya. Buat apa sih memamerkan bagian-bagian tubuh yang tidak sepantasnya?

    Setuju……………1000%…….

  9. rasikiniin said: Setuju……………1000%…….

    Nah, ada juga pria yang setuju. Mudah2an jadi masukan buat wanita-wanita yang masih suka “Pameran”…

  10. Iya, kalau sekarang sih banyak yang pelit..jadi bahannya dikurangi. Lucunya, makin irit bahan makin mahal lho. Hahahahaha..Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: