Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Ritual Pagi

Lagu “Doraemon” dari alarm HP-ku menjadi tanda dimulainya hari. Seperti biasa tugas pertamaku adalah membangunkan Samuel dan Debora yang harus sekolah. Daniel ikut terbangun dan langsung ke belakang mencari roti. Untung masih ada sepotong roti coklat yang langsung disantapnya sambil menonton kakak-kakaknya bersiap ke sekolah.

Tugas selanjutnya menyiapkan sarapan. Hari ini nasi goreng ikan asin plus telur dadar dan irisan timun. Menurut anak-anak nasi goreng Mama selalu top markotop. Bukan karena aku pintar sekali masak, tapi lebih karena kami jarang sekali makan di luar, jadi mereka tak punya pembanding.

Tidak lupa juga menyiapkan tiga gelas susu yang berbeda untuk masing-masing anak. Bendera untuk Samuel, Pediasure untuk Debora dan Sustagen Junior jatahnya Daniel.

Habis itu acara yang paling kusenangi. Menguncir rambut Debora. Inilah enaknya punya anak perempuan… mengingatkanku pada masa kecil ketika mendandani boneka kesayangan. Rupanya Debora lagi centil. Bosan dengan ekor kuda, dia minta dikepang dua lalu dipakaikan ikat rambut berbentuk strawberry.

Baru sebelah rambut kukepang, diluar ada keributan. Rupanya Daniel kecil sudah bosan dengan rotinya dan mencaplok timun di piring Samuel lalu secepat kilat memasukkannya ke ember tempat si Kubi dan si Kupa, dua kura-kura Brazil peliharaan kami. “Kuya mamam…,” katanya dengan mimik wajah puas.

“Kura-kura nggak makan timun, sayang,” aku berusaha menjelaskan sambil menariknya kembali ke meja. “Ayo habiskan dulu rotinya.”

Daniel duduk, giliran Debora teriak-teriak dari kamar. “Mamaaaa…. ada pe-er yang kelupaan. Gimana dong?”

“Pe-er apa?”

“Nulis Mandarin.”

“Ya, sudah. Nanti kerjakan habis sarapan. Ayo cepet, Mama selesaikan dulu kepangannya.”

Jam dinding sudah menunjukkan pukul enam kurang lima menit. Debora kelihatan terburu-buru menghabiskan isi piringnya. Sesekali berteriak kalau Daniel iseng mengganggunya. Aku melanjutkan dengan menyiapkan bekal sekolah. Roti bakar isi selai strawberry. Setelah itu memeriksa tas mereka, menanda-tangani buku tugas dan hasil-hasil ulangan.

Daniel kembali berulah, mengambil koran pagi lalu membangunkan Papanya menyuruhnya baca koran.

“Papanya jangan dibangunin dulu, Niel,” aku menuntunnya keluar.

Suamiku semalam habis lembur, menyelesaikan pekerjaannya sampai jam dua pagi. Makanya pagi ini masih anteng di tempat tidur, tak terpengaruh hiruk pikuk anak-anak.

Pukul 6.30 jemputan sekolah datang. Debora baru selesai pe-ernya dan belum memakai sepatu. Terpaksa kubantu biar cepat.

Akhirnya mereka berangkat. Aku menggendong Daniel mengantar sampai pintu pagar. Rumahpun tenang untuk sementara.

Ini cuma satu dari ribuan pagi yang telah kujalani. Masing-masing punya cerita tersendiri. Ada yang lucu, ada yang heboh, yang menyenangkan, yang mengesalkan. Tapi aku menikmati rutinitas ini sebagai konsekuensi dari karir yang kupilih. Menjadi istri dan menjadi seorang Ibu.

Advertisements

Comments on: "Ritual Pagi" (4)

  1. Sama mbak….banyak juga kutulis di blogku…judulnya kekacauan di pagi hari, ada cinta ayah dalam roti ini untukmu Nak….adalah cerita pagiku dengan anak-anak. Kebetulan kita sama mbak, anak 3. Tapi saya punya asisten 2…jadi sekarang anteng karena sudah ada yang membantu…kalau gak punya asisten, gedebukan deh saya…

  2. kalo saya udah 5 tahun memutuskan untuk bebas dari “jajahan pembantu” (pinjem istilah Mba’ Erwin). Tapi resikonya saya nggak bisa lagi ikut cari tambahan penghasilan dengan kerja di luar. Semua pilihan mengandung resiko masing-masing ya, Mbak. Yang penting kita menjalaninya dengan happy aja…

  3. iya bener mbak….setuju banget…

  4. ayo semanga t pagi2 MP duluu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: