Mari berbagi, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin…. malah akan membuat kita makin kaya

Problem

Pagi ini aku keluar rumah di bawah naungan awan gelap. Bukan… bukan langit yang mendung, karena langit pagi ini justru begitu biru dan bersih. Awan gelapnya ada di dalam pikiranku dan dalam hatiku, karena masalah besar yang sedang kuhadapi, yang telah begitu banyak menguras tenaga dan pikiran tapi belum juga terpecahkan.

Sebuah target yang harus kukejar jadi seperti sebuah batu berat yang terus membesar jadi bukit dan jadi gunung yang sangat besar, menindihku hingga dadaku sesak, seluruh tubuhku pegal linu dan mataku gelap.

Pagi ini aku tak bisa lagi menikmati sapaan bunga-bunga indah di pinggir jalan. Telingaku tak tertarik lagi mendengar celoteh burung-burung di dahan pinus. Semua yang kupikirkan, semua yang kuingat hanya masalah, masalah dan masalah….

Dalam keletihan hati yang sudah hampir mencapai puncaknya aku berteriak, “Tuhan… Kau dimana? Kau bilang aku tak akan pernah dicobai melebihi kekuatanku. Tapi kenapa beban kali ini rasanya sudah diluar kemampuanku untuk bertahan? Kau bilang apapun yang kuminta dengan iman akan Kau berikan. Tapi aku sudah begitu lama meminta, dan imanku jadi semakin tipis seiring waktu berjalan. Tuhan…. Aku cape sekali… Kau dimana?”

Lalu aku mendengar suaraNya. Lembut. Sangat lembut. Seperti kesiur angin yang menyejukkan. Dia berkata, “Aku di sini, nak. Aku selalu di sini. Aku tahu semuanya. Aku lihat semua tetesan air matamu. Jangan takut, anakKu… aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Berikan padaKu semua beban itu. Biar Aku yang memikulnya untukmu.”

“Tapi Tuhan, masalahku kali ini terlalu besar. Dan aku sama sekali tidak melihat jalan keluar.”

“Nak, apa kau lupa bahwa Aku lebih besar dari semua masalahmu? Semua jalan boleh tertutup. Tapi Aku punya kuasa untuk mendobrak dinding, menembus batu karang, membelah lautan, memindahkan gunung. Dan Aku akan melakukannya untukmu, asalkan kau percaya padaKu.”

Air mataku runtuh. Kucoba mencari wajahNya. Kucoba meraih tanganNya. Tangan yang selama ini telah menuntunku melewati lembah dan bukit, memimpinku mengarungi badai demi badai dalam kehidupanku.

Kurasakan tangan itu menggenggamku. Mengalirkan kekuatan, harapan dan semangat yang baru. “Ayo, nak… berjalanlah terus… bersamaKu.”

Kupejamkan mata dan kutarik nafas dalam-dalam. Dengan sepenuh keyakinan kuserukan PERGILAH MASALAH… KARENA ALLAHKU LEBIH BESAR DARI SEMUA MASALAHKU….

If You have a big problem
Don’t you say:”God, I have a big problem”
But say: “Hei problem, I have a Big God & everything will be ok!!

Advertisements

Comments on: "Problem" (1)

  1. Okey…..saya juga akan melakukan hal yang sama…jika tak sanggup menghadapi semua, Tuhanlah sandaran hidup saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: